01

33 6 2
                                        

Pemuda manis itu berlari menuju kelasnya begitu masuk dirinya menatap tidak suka pemuda yang berdiri dibangkunya. Pemuda manis itu langsung maju dan mendorong pemuda itu sampai tersungkur untung didalam kelas masih sepi jadi tidak ada yang lihat walau beberapa sih tapi mereka sudah hafal sama sifat dari pemuda manis itu yang bernama Jeon Jungkook.

"Woy bangsat gue udah bilangkan kalo jangan deketin gue jangan sentuh milik gue kenapa masih lo lakuin hah?! Heran gue lo kok bisa-bisanya keras kepala kayak gitu. Minggir lo jauh-jauh dari gue."

Jungkook menendang kaki dari pemuda itu keras sampai pemuda itu merintih kesakitan. Setelah puas Jungkook langsung duduk dibangkunya dan menikmati susu pisangnya sambil menatap keluar jendela menghiraukan teman pemuda tadi yang berteriak saat memasuki kelas.

"ASTAGA TAEHYUNG!" Jimin, teman dari Taehyung pemuda yang habis ditendang sama Jungkook membantunya berdiri sambil menatap tidak suka pada Jungkook.

"Lo bisa gak, gak kasar gitu ke orang. Salah Taehyung apa bangsat. Taeh-" ucapan Jimin terpotong karena Taehyung.

"Udah Jim gue gapapa santai gak usah marah-marah gitu lah udah ayo ke kantin aja."

Jimin menghela nafasnya kasar dan berakhir menuruti kemauan Kim muda untuk ke kantin. Dirinya sudah terlanjur hafal dengan sifat Taehyung yang terlalu ngebucin seorang Jeon Jungkook yang sudah tau sangat membencinya.

'Selalu saja seperti ini Tae kapan lo move on'-Jimin

Begitu Taehyung dan Jimin menghilang dari ruangan itu, Jungkook langsung menggebrak meja sampai beberapa yang masih berada di kelas itu menoleh kearahnya.

"Awas aja lo Kim Taehyung. Lo bakal gak betah buat sekolah lagi." Jungkook menyeringai kemudian tersenyum jahat membayangkan apa yang dirinya akan lakukan kepada Taehyung.






















______••●

"Taehyung, lo bisa gak ngelawan gitu jangan diem aja ditindas kayak gitu Tae. Lo seme masa iya kalah sama posisi bawah." Ucap Jimin sambil menyeruput jus jeruknya.

Mereka sudah berada dikantin. Suasana kantin sangat rame sehingga Taehyung dan Jimin duduk dipojokan. Jimin yang tadi sudah makan sekarang harus makan lagi untuk nemenin Taehyung. Gapapa demi sahabat gitu katanya padahal aslinya dirinya senang karena ditraktir Taehyung.

Taehyung yang sedari menikmati makanannya harus terhenti karena ucapannya Jimin walau cuma sekedar menatap wajah jimin bentar.

"Mau seme atau uke kan lebih baik gak usah dibales Jim. Udah biarin aja toh gue juga gak kesakitan."

"Gak kesakitan gimana babi lo tadi merintih kesakitan gitu"

"Hanya didepan dia oke biar dia puas dan seneng. Liat dia senyum aja gue udah bahagia banget Jim."

"Tapi Tae-"

"Gue cinta sama dia mau dia cinta atau benci sama gue itu gak masalah asal gue masih didekatnya sama liat senyumannya udah cukup buat gue Jimin."

Jimin tertegun mendengar sahabatnya yang begitu dewasa ini. Dirinya merasa kecil jika disamping Taehyung ya karena setiap dirinya ditolak sama sunbaenya, Yoongi Jimin aja langsung galau sepuluh hari sepuluh malam bahkan minta temenin Taehyung buat main pabji sampai tiga hari berturut-turut. Sungguh kekanakan bukan.

"Udah jangan bahas gue lagi masalah Jungkook biar gue yang urus. Lo gak usah khawatir sama gue Jim."

"Oke oke fine asal lo janji balas Jungkook kalo lo udah bener-bener ditindas janji kalo lo bakal baik-baik aja."

Ethereal -Is It too Late for Me? || TaekookHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora