Happy reading❤
-------
Sumpah serapah trus mengikuti langkah kaki seorang wanita. Tangan dan kaki wanita itu diikat rantai tidak luput juga pengawalan empat penjaga yang berapa di sekitarnya.
Wanita itu hanya bisa menunduk seakan tidak percaya atas apa yang baru saja menimpanya.
Seseorang yang berada di atas sana mengangakat tangannya, menyuruh semua orang untuk diam.
Matanya memandang sang wanita datar.
"Bawa yang lainnya kemari" ucap pria itu tegas.
Beberapa orang pun terlihat dengan kondisi yang sama seperti wanita itu terikat oleh rantai dibawa oleh beberapa penjaga. Penjaga membawa beberapa orang kepinggir tempat itu.
Wanita itu yang semula menundukan kepala menengadah kala melihat semua orang yang ia cintai akan dieksekusi.
Air mata pun tumpah atas kebodohannya dulu.
"Rakyatku inilah yang akan kalian dapatkan jika kalian berani memberontak terhadap kerajaan ini" ucap raja tegas. Memandang kearah wanita yang menangis.
"Algojo laksanakan eksekusinya" perintah raja.
Para penjaga menyeret beberapa orang terkecuali wanita itu.
Mereka dibawa ketengah tengah dan dipasangkan tali di leher mereka.
Wanita itu yang melihat mencoba untuk memberontak tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan penjaga istana.
Algojo pun mulai menarik tali itu dan satu persatu orang yang dieksekusi saat itu mati.
Wanita itu trus berteriak dan memberontak mencoba melepaskan diri.
"TIDAK... AYAH IBU" teriak wanita itu tersedu sedu.
Semua yang menyaksikan kejadian itu menatap rendah dan cemooh wanita yang sedang menangis meratapi nasibnya.
Sang raja melihat gadis itu lalu tanpa kata berlalu dari tempatnya.
"Berhenti disana yang mulia" teriak wanita itu, melihat sang raja yang ingin beranjak pergi. wanita itu menegakan tubuhnya memandang dingin kepada raja.
"Anda berhasil yang mulia, anda berhasil membuat saya merasakan sakit yang amat dalam. Ada membuat saya merasakan sakit daripada menghadapi kematian" ucap wanita itu sambil tertawa kecil tetapi pandangan matanya kosong.
"Kenapa yang mulia? Kenapa anda melakukan ini? kenapa anda tidak membunuh saya juga? untuk apa saya hidup di dunia ini lagi jika sudah tidak ada yang ingin keberadaan saya disini?" tanya wanita itu lirih.
Raja itu mengepalkan tangan kuat.
Membalikan badan menghadap kearah wanita itu.
"Kau masih dibutuhkan di kerajaan ini. Nikmatilah hidupmu" ucap raja dingin.
"Nikmati hidup? Hahaha... Disaat saya melihat dengan mata kepala saya sendiri keluarga saya anda habisi saya harus menikmati hidup seolah olah ini tidak terjadi?" ucap wanita itu dengan tawa kecil. Lalu wanita itu tersenyum kecut.
"Pengawal bawa wanita itu" titah sang raja yang sudah pasti dituruti oleh sang pengawal.
Pengawalpun mendekati wanita itu dan menyeret wanita itu. Tapi langkah mereka terhenti ketika sang wanita mengambil pedang yang tersampir di pinggang pengawal.
Wanita itu mengacungkan pedangnya kearah sang raja.
"Selamat yang mulia kau menang. kau merengut semua kebahagiaanku, kau merenggut orang orang yang ku sayangi"ucap wanita itu tegas.
"Aku bersumpah hidupmu setelah ini tidak akan merasakan cinta dan kebahagiaan lagi yang mulia" lanjut sang wanita dengan lantang.
Raja itu tersentak kaget lalu ia mencoba untuk menetralisirkan wajahnya kembali.
Para pengawal yang melihat itu mencoba untuk mendekati Wanita itu. tetapi Wanita itu mencoba melawan penjaga dengan pedang yang ia pegang. Satu persatu pun pengawal maju untuk melawan wanita itu.
Wanita itu yang sudah kehabisan tenaga pun tidak mau menyerah.
Ia mengayunkan pedangnya tinggi tinggi dan langsung ia ayunkan.
Trash...
Semburan darah keluar dari tubuh itu.
Sang wanita terduduk lemas, ia memegangi perutnya yang tertusuk pedangnya sendiri. Perlahan kedua mata sang wanita mulai tertutup tetapi sebelum ia Kehilangan kesadarannya ia mendengar seseorang berteriak dan memangku kepalanya.
---------
Entah gimana aku dapat ide buat cerita ini. Tapi Aku harap kalian suka.
YOU ARE READING
Love Of The King
RandomSeorang raja yang terkenal karena kekejamannya, dan kebengisannya dalam melawan musuh musuhnya ia lah Arsenio Lais Barry, seperti namanya ia adalah seorang yang pemberani. Semua kerajaan yang ia taklukan menjadi makmur dan maju. Memiliki wajah bak...
