-annoyed!

61 6 1
                                        

____________________________




Seseorang berlari kemudian dengan tidak sengaja ia menabrak dan menumpahkan tumpukan kertas yang ku bawa. Aku melihatnya yang terus berlari tanpa membantuku terlebih dahulu.

"H-hei!"

Aku berteriak memanggilnya tapi tetap saja.

"Sial! Si kunyuk itu melarikan diri."

Dengan berat hati, aku membereskan kertas-kertas yang tersebut.

Aku segera mengangkut tumpukan kertas yang telah ku bereskan, kemudian pergi ke bawah pohon besar yang rindang dekat lapangan basket.

Matahari sedang terik membuat pelipisku berkeringat.

Aku mulai membaca tumpukan kertas yang berisi latihan soal masuk universitas Hanyang. Dari dulu, aku sangat mengidamkan Universitas Hanyang, ia sangat keren.

Satu persatu aku mulai kerjakan. Tapi, suara dari teriakan lelaki yang berada di sebelahku ini memecahkan konsentrasiku.

Huh, ternyata dia, laki-laki yang tidak bertanggung jawab setelah menabrakku tadi.

Heran, apa yang teman-temanku kagumi dari pria brandal yang sering membuat masalah di sekolah ini. Hanya karena tampan? Ia sama sekali tidak tampan.

"Hey! Bisakah kau menutup mulutmu? Berisik sekali!"

Ia menoleh ke arahku dengan wajah tidak terima.

"Jika tidak ingin terganggu saat belajar, pergi ke kelas saja. Kau pikir lapangan ini hanya milikmu saja?"

"Aku juga bayar disini. Kecilkan suaramu yang memekakkan telinga, tahu?"

Laki-laki itu hanya tersenyum miring padaku kemudian pergi menuju lapangan basket. Temannya mengoper bola dan ia pun mulai bermain basket.

Seperti biasa, teman-temanku itu berteriak histeris ketika Jaehyun menunjukkan keahliannya dalam bola basket.

Lagi-lagi konsentrasiku semakin buyar. Aku menutup telingaku kuat hingga tak ada lagi suara yang terdengar. Aku ingin meninggalkan tempat ini tetapi, aku juga sangat bosan belajar di kelas.

.

.

.

Sepulang sekolah, aku pergi mencari sepeda kayuh warna pink dan mendapati dua motor ninja yang mengapit tubuh kecil sepedaku.

Aku kesulitan untuk mengeluarkan sepedaku.

"Aish! Siapa si bodoh yang memarkirkan motornya disini?"

"Apa kau baru saja menyebutku si bodoh?"

Pria brandal bersama temannya itu berdiri di belakangku.

"Hey! Cepat pinggirkan motormu itu! Sepedaku tidak bisa keluar."

"Sepedamu itu terlalu kuno."

Kemudian mereka menaiki motornya sambil memakai helm tanpa memperdulikan sepedaku. Tampang brandal itu menyebalkan sekali.

R e S e N t M e N t .Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang