Kamu

47 8 7
                                        

Perkenalkan saya Anggita.
Sadgel yang ingin berbagi kisah cintanya. Semoga anda bisa menghayati hingga tak terasa air mata ikut mengalir.

Disini saya hanya ingin di dengar, dipahami ceritanya.

....

Awal masuk smk waktu mpls saya disuguhi tampang²cogan yang begitu menggoda. Diantara para cogan² yang tengah menjadi panitia di acara mpls tersebut, hati saya terpaut dengan pemuda tampan berinisial I. Ia nampak begitu pendiam, hingga saya tahu jika hobi kita ternyata sama, yaitu menonton anime.

Orangnya baik hati sekali kepada saya. Awal chat lewat aplikasi fb saya senang ia merespon dengan cepat walau terkadang jawabannya singkat. Hingga saya memberanikan diri untuk meminta nomor whatsapp pemuda itu. Ia memberi saya deretan angka yang kemudian saya simpan di kontak dengan nama "I Senpai" dari situlah saya menciptakan seorang karakter I di dalam cerita wattpad saya. Hari hari berlalu, kami rutin bertukar pesan saat itu, tiada seharipun tanpa kabar darinya.Karena saya takut sakit hati saat itu, saya hanya diam dan memutuskan untuk tidak pernah mempertanyakan tentang status ia waktu itu.

Sampai suatu saat, beberapa kali saya melihat I tengah membonceng seorang kakak kelas perempuan saya yang berinisial A. Awalnya saya pikir mereka berpacaran. Hingga akhirnya terdengar dari tetangga kelas jika mereka hanya menjalin komitmen tanpa hubungan. Saya sedikit lega jika ternyata tidak ada hubungan khusus diantara mereka. Tetapi disisi lain saya juga resah, karena mereka yang nampak begitu akur dan sangat dekat. Pelan pelan saya akhirnya berani mengungkapkan rasa malam itu.

Tepatnya adalah malam minggu yang suram.

"Kak, aku suka kamu" Tapi, apa yang kemudian ia katakan,

"Maaf dek, aku nggak pingin pacaran dulu, aku ga pingin ada perpisahan, aku ga pingin kita berdua berantem, aku cuma pingin kita temenan aja"

Jleb...

Kau tau apa yang saya lakukan malam itu?? Menangis sepanjang malam adalah pilihannya. Saya pasrah, disatu sisi saya menyadari bahwa perasaan tak dapat dipaksakan, tapi disisi lain rasa saya terhadap F jauh lebih besar dari ego saya. Hingga suatu malam saya mendapat notifikasi chat whattsap.

Seseorang dari nomor tidak dikenal mengirimkan saya sebuah pesan.

"P" Katanya,
Lalu saya bertanya,
"Siapa"
"Z" (sebut saja begitu inisialnya.)
Disitulah cerita baru terbentuk.

Z merupakan keajaiban dari doa yang tak sengaja saya panjatkan. Awal mengenal saya pikir sifatnya akan sama seperti I _merayu lalu meninggalkan_

Namun, suatu saat ia mengakui rasanya terhadap saya. Saya girang tidak karuan. Akan tetapi, perasaan saya terhadap I masih melekat, jadi bagaimana saya bisa menjalin hubungan dengan Z sedangkan hati saya masih ada dalam I.

Disitu saya memutuskan untuk mencoba membuka hati secara perlahan. Dan hasilnya, butuh 2 bulan lebih untuk melupakan rasa saya terhadap I.

Akhirnya pada 19 oktober 2019 Z dan saya resmi berpacaran. Beberapa bulan berlalu semenjak kami jadian, kami jadi sering jalan bareng. Kami mulai sering pergi ketempat tempat layaknya orang pacaran. Mulai dari alun², kedai es, bahkan sampai ke gramedia yang berada di kota. Ia adalah lelaki kedua yang mau mengantarkan saya ke gramedia setelah ayah. Bayangkan betapa bahagia saya waktu itu. Ia sangat baik terhadap saya, sekalipun ia tak pernah membentak atau marah pada saya. Saat itu ia terasa sangat sabar menghadapi saya. Tapi saya tahu, ada beberapa resiko yang harus saya tanggung nantinya.

Biar saya perinci,
Ia adalah pemabuk,
Ia perokok, dan kedua hal itu tidak pernah terlepas dari kehidupannya.

Oh iyha, Sebagai pasangan kami juga punya satu lagu kesukaan.

Maudy ayunda - kamu dan kenangan

Saat itu saya rasa, saya adalah orang terbahagia di muka bumi.
Kebahagiaan yang sederhana, sebelum akhirnya ia hancurkan saya sedikit demi sedikit dan itu sungguh menyakitkan.

Tepatnya malam tahun baru. Jujur, hari dan malam itu saya tidak ada dirumah sama sekali. Saya dan keluarga pergi ke pacitan. Kerumah ayah tiri saya.

Karena akses sinyal disana tidak stabil, beberapa jam saya hanya bisa saling mengirim sms dengan Z. Disitu, dia yang biasanya cuek, mulai memberanikan diri mengatakan kangen. Saya sangat bahagia sekali. Seandainya ada alat pengukur kebahagiaan di dunia ini, mungkin sayalah orang paling bahagia saat itu.

Tapi itu tak bertahan lama, setelah saya pulang dari pacitan, ia mengabari saya. Ia mengaku telah mengingkari kata² nya. Dia minum lagi pada saat malam tahun baru bertepatan dengan kepergian saya ke pacitan.Tertusuk hati saya.

Tapi, lagi lagi kesakitan itu tidak bertahan lama, sifatnya mampu meluluhkan saya kembali. Ia berhasil saya ajak jalan jalan ke kota lagi beberapa bulan kemudian. Tepatnya adalah 4 bulan umur hubungan ini.

Tapi tak disangka pula, Saat akan menuju jalan pulang, Ia memutuskan berhenti tepat di depan sebuah bangunan kampus, di bangku taman pinggir jalan. Disitu kami saling berkutik dengan handphone masing masing. Tak lama ia memanggil nama saya.

"Nggit"
"Apa? "
"Anu"
"Anu apa"

Pikiran saya ambigu saat itu. Saya pikir ia akan memberi saya sebuah kecupan. Tapi mungkinkah? Sedangkan keadaan saat ini tengah berada dikerumunan banyak orang DIPINGGIR JALAN. Saya rasa itu tidak mungkin jika ia melakukan nya disini.

"Anu"
"Anu, saya tidak bisa melanjutkan hubungan ini"

Terkejut hati saya. Bagaimana saya tidak menangis saat itu. Tetapi dengan sabar ia menghibur saya kembali.

Sepulangnya saya hanya bisa berguling guling tidak jelas diatas kasur. Malam nya saya masih di kamar, meratapi kesendirian ini.

Ia tetap mengirim pesan kepada saya lewat whatsapp. Saya respon cuek. Karena jujur, saya malas dan beberapa hari ia pernah sekali di labrak teman saya, ossy namanya. Sangat pemberani waktu itu.

Hingga kembali ia memutuskan jika ini adalah respon otaknya yang terlalu kelelahan menerima tugas sekolah.

Ia berkata,

"Bukan putus, kita hanya break"

Oke, saya memaklumi.
Karena saya BODOH waktu itu.
Beberapa bulan kemudian saya lihat sifat aslinya mulai kembali.
Mabok² menjadi hal yang sering bahkan hampir setiap bulan ia lakukan.

Saya takut
Saya takut kehilangannya.
Apalagi saya juga baru kehilangan seseorang.

Ayook bertukar organ tubuh, biar saya yang diambil tuhan duluan sebelum kamu. Saya tidak mau melihat perpisahan untuk kedua kalinya.

Saya hanya ingin menekankan hal ini.

"Kamu, merupakan hasil keajaiban dari doa yang tak sengaja saya ucapkan, jadi bisakah hargai perjuangan saya sekali saja"

Disini, kamu boleh berkomentar satu², saya tunggu.

Terimakasih telah menjadi teman saya, nanti saya janji akan datang lagi dengan part yang menceritakan tentang kisah kami yang tak sempurna ini.

I Am SickWhere stories live. Discover now