Jangkar di angkat layar terbuka berlayar di lautan perasaan
Meninggalkan labuan yang membuat pelayar mengunyah kesepian
Mata angin membawa ke arah gelombang luka
Menikmati asinnya garam atas musnahnya bahagia
Jutaan puisi untuknya mulai di kemas ke dalam cemeti sebagai prasasti
Memandangi senja yang tenggelam di lautan sunyi, iya merapal mantra dalam puisi
Kata kata memuja beralih menjelma duka penanya melaju seumpama layar yang di tiup mata angin kata perkata mulai tercipta memapah air mata yang jatuh di sela sela lamunan,
Pelayar mulai dipayungi malam mengecak kesepian sendirian, iya berteriak di ruang kosong tak berpenghuni
"Hati ku rumah bukan labuan seenaknya kau bertepi membagi hati lalu pergi, menggali rasa lalu kau sumpal duri tajam, lantas kau pendam semua luka dengan tumpukan garam sungguh teramat kejam"
Penanya terus melaju seraya rembulan mengasuh segala lukanya, bintang bintang mulai melemparkan canda hanya sekedar inginkan pelayar tertawa
Malam semakin larut pelayar semakin tenggelam dalam lamunan, mencerna kenangan agar tak tumbuh rasa kebencian
Di ujung perahu ia mendekap lutut pandangi kertas dengan kata kata luka, lumba lumba mulai menghiburnya namun tak mampu menggoda garis lengkung dari bibirnya
Detik melaju mengusir malam tak sadar ia terlelap di pangkuan rembulan, fajar perlahan mulai naik ke permukaan hangatnya membuat siuman satu jiwa yang sedang merawat luka
Air mata yang mengering di pipi mulai ia basuh, badan yang masih berbau rembulan ia pertemukan dengan sangsurya berharap bahagia tercipta, iya mulai menebar jaring mengangkat serpihan serpihan hati yang berserakan dilautan perasaan
Serupa puzel mulai ia rangkai berharap utuh dan bisa sempurna kembali, satu persatu mulai di rekat hampir seutuhnya jadi namun ia terlihat kebingungan menyingkap segala benda di sekatnya, ternyata ia mencari bagian kecil yang membuat hatinya tak utuh dan berlubang, ia berkata.!
"Kenapa ada bagian yang hilang..? perasaan semuanya terjerat di jala.!"
Ia terus mencari dan bertanya tanya..!
Ia berpikir dan menguras ingatan di mana ia tinggalkan bagian kecil yang tepat di tengah hati,
"Oh.... apa mungkin bagian itu telah dibawa dia pergi..? atau aaahhhh..! aku tak mengerti,
bila benar dia membawanya lantas aku harus bagai mana..?"
Ia bertanya pada dirinya sendiri bagai mana mengisi kekosongan kecil itu.? agar tak terasa sesak dan perih yang teramat,
Ia mulai memasangkan Puzel hati yang tak utuh itu sambil memikirkan bagai mana cara melengkapi bagian kecil itu.
Bersambung...!
Bab 01
gia_munir
Gubuk Pena
YOU ARE READING
Pelayar tanpa jangkar episode 01
Short StorySeorang manusia yang menelan luka karena hanya di anggap persinggahan semata, dan ia mulai berlayar kembali menemukan kebahagiaan sejatai
