Kehidupan remaja memang sulit untuk dipahami. Fase mencari jati diri terus menuntunku untuk tau siapa aku sebenarnya, ditakdirkan untuk apa aku didunia ini, dan untuk siapa aku harus berada.
Banyaknya pertanyaan yang terngiang-ngiang dikepalaku yang memaksaku untuk harus mendapatkan jawabannya. Rasa kesal, marah, sedih tercampur aduk menjadi satu.
Aku terus bertanya pada diriku sendiri,
"Apa cuma aku yg merasakan ini? Apa mereka(teman seumuranku) juga merasakan ini? Mengapa ini harus terjadi pada saat aku beranjak dewasa?" tanyaku dalam hati.
Lingkungan selalu menjadi faktor utama terbentuknya karakter dan kepribadian seseorang, terutama untuk para remaja milenial yang masih naif akan kerasnya kehidupan, berlagak jagoan layaknya pahlawan, hanya demi sebuah tempat duduk ditongkrongan.
Dan aku adalah salah satu remaja naif yang salah masuk lingkungan, dan terjerumus dalam kegelapan yang berharap suatu saat nanti ada cahaya yang akan membantu menarikku keluar dari zona nyaman ini. Yang sebenarnya cahaya itu juga berawal dari kegelapan yang berhasil keluar bahkan tanpa bantuan siapapun.
Sebenarnya keadaan yang memaksa kami untuk masuk kedalam zona kegelapan ini. Faktor ekonomi, keluarga, teman dan lingkungan menjadi momok menakutkan yang akan memancing hadirnya depresi. Membuntuhkan jalan pikiran seakan tiada jalan keluar, mematahkan akal dan kegelapan seolah jadi jalan satu-satunya.
Ini bukan cerita tentang badboy dan badgirl, bukan juga tentang playboy dan playgirl, tapi ini cerita tentang juvenile delinquency education atau pendidikan kenakalan remaja, dimana para milenial harus bisa mengontrol diri, memilih dan menyortir lingkungan, dan teman. Juga dibarengin oleh peran fatal orang tua yang harus tetap memantau dan mendampingi perkembangan para remaja dalam mencari jati diri sebelum beranjak dewasa.
Namun sayang, perjalananku dalam mencari jati diri tidak sesuai dengan apa yang kubayangkan, semua berbanding terbalik dan semua itu berawal sejak aku mulai duduk dibangku Sekolah Menengah Atas(SMA).
Dan disinilah ceritaku dimulai..................
YOU ARE READING
JATI DIRI(Hancurnya Generasi Penerus)
Teen FictionKENAKALAN REMAJA Banyak yang menganggap hal ini sepele, namun berakibat fatal untuk kedepannya. kita terlalu tutup mata akan hal yang sebenarnya sering terjadi disekitar kita •CERITA INI DIKHUSUSKAN UNTUK PARA REMAJA YANG MULAI MERASAKAN KERASNYA HI...
