Bahasa non baku,
Enjoy ~
*
***
"Misha ga mau bundaaa" itu yang aku ucapkan ketika bunda mau mendaftarkan ku kesekolah boarding school.
"Kenapa?" Wajahnya menatapku, aku tetap menggeleng. Jauh dalam lubuk hatiku, jelas aku menolak, apalagi katanya boarding school itu islami banget, gak putra2 an, omaygat masa SMA ku bisa terbuang sia sia tanpa ada kisah cinta.
"Pokoknya Misha gamau titik!" Terangku tanpa alasan.
"Terus Misha mau dimana, sayang?" Tanyanya lembut
"Di sekolah negri" biar kaya di wattpad wattpad lanjutku dalam hati, soalnya kalo di ucapkan nanti bunda bisa marah
"GAK BOLEH" ujar bunda dengan tekanan disetiap katanya yang aku sambut dengan wajah kesal dan bibir manyun,
"Atau sekolah militer itu yang kata bunda?" Setidaknya cowok nya masih banyak kan disekolah militer
"Yasudah terserah" aku bersorak lalu berlari menuju kamar.
Oh ya kenalin, namaku Misha Ghaziyah. Aku anak pertama dan satu satunya perempuan dari kedua adik laki lakiku. Yah, sekarang aku masih kelas sembilan, sebentar lagi SMA aku sudah tidak sabar!
Oh ya, ternyata bunda serius menanggapi kata kataku ingin sekolah di sekolah militer, ia bahkan membayarkanku di berbagai macam les dengan banyak tumpukan buku.
"Hai kakak kakak, kenalin ini Misha, murid termuda dikelas kita" semua mata menoleh dan saling melempar senyum kearahku, aku gugup karena mereka semua sudah kuliah! Dan mereka laki laki.
Ya bisa dibilang, karena bunda mendaftarkanku di les untuk masuk sekolah militer, otomatis teman2nya juga kebanyakan laki laki, hanya tiga perempuan disana.
Aku tersenyum kaku lalu mengangguk pelan, kemudian ibu guru memberi kami soal.
Ah, tentu saja aku belum pernah belajar ini, karena soal ini milik mereka, soal untukku sudah habis aku kerjakan.
Lalu aku mengerjakannya dengan sangat serius, lalu aku mengumpulkannya.
"Kamu ikut ngerjain?" Kata ibu guru, aku mengangguk. Ia hanya tertawa lalu membagikan kertas jawaban untuk dikoreksi.
Saat dikoreksi, ibu menatapku lalu bilang "ih kalah kalian sama anak SMP, dia cuma salah dua loh" semua pun menatapku.
Ah menurutku itu hanya keberuntungan.
Percayakah kalian, kenapa aku memilih sekolah militer? Bukan bukan karna banyak cowoknya tapi karena aku mau masuk intel, atau agen rahasia negara. Kata orang orang cita2 ku aneh tapi aku yakin suatu hari nanti aku pasti bisa masuk kedalam organisasi rahasia negara itu.
Yaahh singkat cerita, bunda sudah mendaftarkanku ke sekolah militer, biaya pendaftarannya 1.750.000ribu. Gak murah, karena kita bakal nginep 3 hari.
Terus semenjak itu aku selalu caritau tentang sekolah yang akan aku tempati nanti, kisah kisah mereka, dan sebagainya.
Lalu suatu hari bunda memanggilku,
"Kak, kan saingannya banyak, bunda daftarin di boarding dulu aja ya?" Katanya.
"Ah gamau" kataku
"Daripada gatau mau sekolah dimana, tp tetep tes sana juga kak, ya" ya karna aku tipe penurut jadi aku iya-in lagian tes doang gak susah kan?
Bunda bilang, aku yg mau sekolah disekolah militer itu dirahasiain biar gak banyak saingan, jadi aku sebarin ke orang2 kalo aku mau daftar islamic boarding school itu, dan ya
Mereka kaget
"Itu kan susah masuk nya!" Kata mereka, ya secara ya aku bukan anak olimpiade ataupun anak ranking, tapi nekat mau tes sekolah susah.
Terus kataku "yakin akumah" dan ya anak anak pintar gamau daftar karna tahun lalu kakak kakak kelasku yang pintar pada gaketerima disekolah itu, tapi dengan pd nya aku bilang aku bakal keterima
Tapi aku gak doa, soalnya aku tetep mau disekolah militer itu, mau banget malahan, bajunya keren, pokoknya sekolah idaman deh!
Singkat cerita waktu tes disekolah islamic boarding school, aku pergi kesana sama ayah, naik pesawat
Lokasinya di Subang, Jawa Barat. Kalo sekolah militernya ada di Bandung, Jawa Barat.
Lalu aku menginjakkan kaki disekolah itu, melaksanakan tes dengan lancar dan ya, konsumsinya enak.
Aku dapet bapao dan susu ultra milk yang gede dan ayam krispi.
Kantinnya juga menawarkan banyak variasi makanan, hatiku mulai berpaling.
Lalu aku teringat lagi
Masa SMA ku gaboleh lewat tanpa cowok
Soalnya aku dari SD sampe SMP gapernah punya sejarah bahagia sama cowok, jadi aku pengen kaya di novel novel.
Ya, qodarullah aku keterima, satu sekolah menatap ku dan temanku yang juga keterima tidak percaya
Masalahnya, kami berdua kan langganan tidur dikelas, lalu mereka berfikir, sekolah yang aku daftar telah menurunkan standaritasnya
Emang ya orang2 julid mah susah kalo liat orang bahagia
Reaksi bunda jelas, sangat bahagia. Ia sampai membelikanku spre, selimut, bantal, sepatu, tas yang tidak aku perlukan untuk sekolah disekolah militer
"Bunda kan kakak tetep mau disekolah militer"
"Tapi kan masuk sekolah yang sekarang kamu udah keterima ini susah kakak, apa kata orang kalo gak diambil?"
"Ish, pokoknya tetep mau tes!"
Ya emak emak gimana ya gengs kalo udah ga ridho mah susah
Jadi waktu H-1 tes, bunda bilang
"Mau jenguk adekmu atau mau tes?" Hatiku goyah manteman, lalu aku berfikir tentang dana
Jika aku kekeuh masuk sekolah militer, biaya yang orangtua ku keluarkan 2x lipat dari biaya islamic boarding school yang aku sudah jelas jelas diterima, jadi setelah pemikiran panjang, aku ikhlaskan cita cita mau sekolah di sekolah militer
Lagian, kalo mau jadi intel, lebih bagus kan kalo kita paham agama? Begitu fikirku.
Lalu aku terbang ke Subang untuk mengunjungi adikku sekalian survey sekolahku nanti.
****
Makasih manteman yang udah mau ngeluangin waktu buat ngebaca kisah hidupku, semoga bermanfaat ya
-Misha-
Next : Cinta? Apaan tuh!
ESTÁS LEYENDO
Ini Hidupku
De TodoYa pokoknya ini hidupku, terserah aku ingin mengisinya dengan apa dan bagaimana Tentang Misha, anak biasa dengan keluarga yang biasa, dan hidup yang biasa Namun Misha yakin, dalam setiap kisah hidup, kitalah pemeran utama dalam kisah kita masing mas...
