Kopi semakin kesini semakin mengukuhkan tempatnya di hari hari masyarakat di daerahku, berawal dari kiprahnya filosofi kopi di kancah perfilman indonesia. Kini semakin marak milenial yang menikmati kopi tak hanya itu kedai kopi di daerahku pun semakin bermunculan.
Namaku dennis, aku hanya remaja biasa yang terjerembab dalam dunia perkopian, awalnya tak ada rasa penasaran terhadap kopi setelah menonton film filosofi kopi (mungkin karena aku tak terlalu ikut ikutan trend).
Saat itu karena faktor ekonomi jadi aku tak mampu melanjutkan pendidikan, mau tidak mau aku harus bekerja dan kebetulan temanku bekerja di salah satu cafe di daerahku, aku ditugaskan di bar awalnya hanya untuk bantu bantu temanku.
Hingga beberapa minggu kemudian temanku berhenti bekerja entah kenapa, karena aku sudah agak mengerti tentang penyeduhan aku akhirnya yang menggantikan temanku. Bermula dari keharusan menguasai menu, hingga aku menjadi salah satu maniac minuman berkafein tersebut. Sekarang, aku sudah punya resepku sendiri yang aku pelajari selama hampir 2 tahun terakhir.
Aku mempunyai seorang pacar yang amatku istimewakan, Renata namanya, ia ialah definisi dari kata sempurna, setiap kali ia mampir ke kedai tempatku bekerja aku selalu berlaga seperti Ben filosofi kopi dengan rayuan rayuan filosofinya, sungguh aku sangat menikmati duniaku sekarang.
Pacarku hari ini ada jam kosong di sekolahnya jadi ia akan mampir ke tempatku, aku sungguh siap dengan segala "filosofi" ku. Kini ia datang dengan raut muka kesal,
lantas ku sapa "ada apa jelitaku, nampaknya hati mu sedang gundah" sapaku,
ia hanya tersenyum sambil mengajaku duduk.
"Ada apa? Bicaralah semuanya takkan membaik jika kamu tetap membisu" tanyaku lagi
"lihat ini!, Apa wajar semua ini?" Jawab dia sambil menyodorkan buku catatan yang dipenuhi coretan tak jelas.
"Sudah lah jangan kau hiraukan semua itu, tenang lah dulu biar pujangga ini menyiapkan kopi untuk bidadari yang sedang kesal" ujarku mencoba menenangkannya.
Setelah aku menyiapkan kopi untuknya, aku mencoba menenangkanya
"sudahlah tak usah kau pikirkan semua itu, anak jaman sekarang memang suka usil, dan itu tak apa. Ayolah jangan buat dirimu murung seperti ini, ini hal sepele kok" ujarku.
"Tapi kamu tak mengerti posisiku,ada banyak tugas yang belum aku kumpulkan,jika aku menyalin kembali semuanya takkan ada cukup waktu untuku" jawabnya terlihat bingung
"tak apa jelitaku, minumlah dulu kopi favoritmu yang selalu terlihat sempurna bagi pengagumnya.anyway kapan tugas ini dikumpulkan?"tanyaku
"esok lusa, dan aku harus menyelesaikan beberapa tugas lagi" jawabnya
"yasudah tugas ini biar aku yang menyalin nanti,sudah kamu jangan bersedih seperti itu" tawarku sambil mengangkat wajahnya
" apa kamu serius??" Tanya nya
"aku sedang tak ada jadwal bercanda"jawabku sambil tersenyum
tanpa sela temanku memanggilku "hei dennis sudah jangan ngebucin terus, ini ada seseorang yang ingin bertemu denganmu" panggil temanku,
"iya ada apa?, Kayak yang ga bucin aja kau kisanak" jawabku sambil menghampiri temanku
"ini bang andi sama bang hari, sepertinya dia ingin memberikan sesuatu" ujar temanku
"iya dennis,saya ingin memberikan ini untukmu" sahut salah seorang sambil menyodorkan sebuah amplop.
"untuk keterangan lebih lanjut ada contact person nya didalam, yasudah kami berdua pamit dulu" lanjut teman yang satunya sambil beranjak pergi.
YOU ARE READING
SECOND TIME
Romancedennis adalah seorang remaja yang terjebak dalam dunia kopi, dunianya hanya keluarga kopi dan pacarnya. semua awalnya terasa manis namun semua berubah setelah pacarnya memutuskan untuk berpisah, bagaimanakah cerita cerita yang dennis ukir dalam perj...
