Kringgg..... kringgg.....
Suara sebuah alarm mengganggu seorang gadis yang tidur di balik selimut berwarna coklat susu. ia adalah elena anjeli said, seorang gadis yang baru saja berumur 17 tahun. kemarin adaah hari ulang tahunnya. hari ini adalah hari pertamanya di kelas 3 SMA.
Elen, begitu nama panggilannya sehari hari, terbangun sebentar hanya untuk mematikan alarm yang terus berdering, lalu ia melanjutkan tidurnya. sampai tiba tiba terdengar suara teriakan yang paling ia kenal.
"Eleennn..... bangun. ya ampun kamu ini yaa! umur udah 17 tahun tapi masih aja di bangunin tidurnya, cepat bangun! kamu gk lihat ini udah jam berapa? abang kamu udah nunggu itu di bawah!" lena, mama elen masuk ke kamar anak gadis satu satunya itu sambil merepet. lalu menarik tangan elen agar segera bangun.
"Iya ma iyaaa, elen bangun kok."ucap elen. sekarang elen sudah duduk, hanya saja mata nya masih terpejam.
"Sudah cepat buka mata kamu, terus mandi lalu siap2. terus langsung turun kebawah. mama tunggu." ucap lena lalu keluar dari kamar elen.
Elen pun membuka matanya lalu bersiap siap untuk pergi sekolah dengan sedikit terburu buru. entah kenapa hari ini dia bisa terlambat bangun, padahal elen sengaja tidur cepat tadi malam. setelah dirasa cukup siap untuk pergi ke sekolah, elen segera turun dan pergi ke dapur dimana papa, mama dan abangnya sedang sarapan.
"Pagi pa, ma, abang elen yang jelek." sapa elen lalu mencium pipi mama dan papanya bergantian. lalu saat matanya beralih ke arah abangnya yang juga menatapnya. elen menjulurkan lidah nya membuat sang abang memutar bola mata.
Azka Erlangga Said, abang elen yang berbeda 3 tahun dengannya. sekarang azka sedang kuliah. yang elen dengar dengar seorang most wanted di kampusnya. elen tidak heran, abangnya itu memang cocok menjadi most wanted. azka memiliki badan yang tegap, tinggi tidak terlalu putih dan juga tidak hitam, mancung, sikapnya yang sedikit cuek dan tatapan matanya yang tajam, belum lagi kepintaran dan sikap tanggung jawabnya yang besar membuat dia terpilih menjadi ketua BEM.tentu saja, tidak seorang wanita pun dapat menolak pesona abang nya itu.
Elen juga tidak kalah popular disekolahnya. tidak hanya karena sikapnya yang ramah dan ceria, elen juga seorang gadis yang cantik, memiliki badan mungil, hidung mancung, pipi cubby, dan mata bulat yang membuatnya terlihat imut seperti boneka, elen juga seorang gadis yang pintar seperti abangnya.
Elen memakan roti berisi coklat dan ditaburi keju yang sudah disiapkan mamanya. setelah selesai meminum susu, elen dan azka pamit kepada mama dan papanya untuk berangkat.
Elen berangkat sekolah diantar oleh azka. elen belum diizinkan oleh orang tuanya untuk membawa kendaraan sendiri mengingat elen belum mempunyai SIM. setelah sampai didepan gerbang SMA Gemilang. elen turun dari mobil azka dan berdiri dipintu depan kemudi azka yang masih didalam mobil.
"Yang rajin belajarnya, jangan nakal." ucap azka sambil mengacak rambut elen.
"Iyaaa, is abang rambut elen jadi berantakan lagi tau." elen merengut sambil mengembungkan pipinya. Azka terkekeh membuat ketampanannya meningkat.
"Yaudah gih, masuk. ntar telat lagi." perintah azka.
"Oke, Abang hati-hati ya, daaaahhhh".elen melambaikan tangannya sambil berlari masuk ke lingkungan sekolahnya dan menuju ke kelasnya. azka membalas melambaikan tangannya. setelah itu ia menjalankan mobilnya menuju kampus.
***
"Elen!" panggil seseorang dari belakang membuat elen sontak memutar badan melihat siapa yang memanggilnya.
"Senia!" elen tersenyum lalu mereka berpelukan saat senia sudah dihadapannya. senia adalah sahabat elen sejak SMP. saat masih duduk dibangku SMP elen dan senia sekelas. di bangku SMA kelas 1 mereka sekelas, dan dikelas 2 mereka tidak sekelas. karena sistem sekolahnya setiap pergantian tahun pelajaran mereka diacak.
"Lo udah lihat pengumuman belum?" tanya senia saat pelukan mereka sudah terlepas.
"Belum nih gue baru mau lihat. lo udah?" tanya elen.
"Udah, dan......" senia sengaja menggantungkan kata katanya membuat elen penasaran.
"Apaan, cepet dong sen." desak elen tak sabar.
"Kita sekelassss dikelas 12 IPS 1!" teriak senia lalu memeluk elen kembali. elen yang mendengarnya pun tak kalah senang, lalu membalas pelukan senia. mereka berpelukan sambil tertawa bahagia. setelah puas berpelukan mereka jalan ke kelas mereka.
Saat sudah sampai dikelas 12 IPS 1, elen melihat kelas nya sudah lumayan ramai dengan murid lainnya. sebagian ada yang elen kenal, dan sebagian lagi elen tidak mengenalnya.
"El, yuk kita duduk di bangku bagian belakang aja." ajak senia sambil menarik tangan elen. namun elen menahannya.
"Iiihhh, enggak ah sen, lo kan tau gue paling anti duduk dibagian belakang, ntar gue gak bisa fokus pas guru nerangin pelajaran. lo suka banget sih duduk dibagian belakang. udah kita duduk di situ aja." elen menunjuk tempat duduk di ujung paling depan. lalu menarik tangan senia agar senia mengikutinya.
"Iiiihhh elen. lo kan tau gue paling gak suka kalau duduk di depan, ntar gue gak bisa tidur pas guru nerangin udah ayo dibelakang aja." senia balik menarik tangan elen sekuat tenaga. elen yang badannya lebih kecil dari senia membuat gadis itu tidak bisa melawan.
"Seniaaaaa gue gak mau, plissss lo kan tau gue gimana orangnya. yayaya..... kita duduk didepan aja." elen membujuk senia dengan puppy eyes andalannya membuat orang tidak sanggup untuk menolak aa yang diinginkan elen.
Senia menghela nafas sambil memutar bola matanya pasrah. mau gimana lagi kalau elen sudah menatap nya seperti itu, ia tidak akan tega menolak permintaan elen.
"Ok fine! kita duduk didepan." senia bejalan kembali ketempat duduk yang dipilih oleh elen. elen menyusulnya lalu memeluk senia dari samping.
"yeay! makasih senia sayang yang cantik, baik, rajin menabung, Soleha, suka gonta ganti pacar, suka stalking ig bang azka....."
Senia menggelengkan kepalanya lalu memakai headset ditelinganya untuk mendengarkan lagu. ia rasa ini lebih baik dari pada mendengarkan apa yang dikatakan oleh elen tentang sifat-sifatnya.
Tanpa elen ataupun orang lain sadari, ada seorang laki laki yang duduk dibangku pojok belakang elen mengamati gerak-gerik elen sedari elen memasuki kelas.ia adalah Aldiano Syaputra Abraham. seorang most wanted yang tekenal karena ketampanannya, kepintarannya, dan sikapnya yang sangat dingin. namun sikap dinginnya itulah yang membuat para siswi SMA Gemilang terpesona. banyak yang terang terangan menunjukkan rasa sukanya terhadap aldi, tapi aldi sama sekali tidak meresponnya.
Aldi tersenyum sangat tipis, senyum yang mungkin tidak pernah ia tunjukkan kepada orang lain selain keluarganya. dalam hatinya ia sangat bahagia karena sekelas dengan elen.
Ya, aldi menyukai elen. bahkan dari dulu hingga sekarang perasaannya tidak pernah berubah. bisa dibilang aldi adalah secret admirer seorang elena anjeli said. tidak ada orang lain yang tahu kecuali para sahabatnya, dino, Ferel dan Hafiz. Dino yang sekarang duduk disampingnya sambil bermain game di HP nya. Sedangkan Ferel dan Hafiz mereka kelas 12 IPS 2.
"Yahhh kalah gueee!" karena bosan bermain game, dino mematikan ponselnya lalu menoleh kearah aldi. dilihatnya aldi sedang tersenyum tipis, dino yang bingung langsung mengikuti arah pandang aldi.
"Yeeee pantesan lo senyum-senyum sendiri kaya orang gila. Gue pikir lo kemasukan setan ni kelas, eh rupanya lo lagi lihatin bidadari." Ucap dino yang mendapat jitakan di kepalanya, siapa lagi kalau bukan sahabat terdinginnya.
"Apaan sih, lo? Sakit tau al." Dino mengelusi kepalanya yang terkena jitakan maut aldi.
"Jangan lihat sama puji dia kayak gitu, dia cuma harus jadi milik gue." Ucap aldi dengan nada seperti biasa, dingin.
"Yaelah, al. Posesif amat sih lo! Lagian kalo iya si elen mau sama manusia es kayak lo, dia tu anak nya periang, ramah. Lah elo, kalo disapa udah kayak patung." Aldi yang mendengar kata kata dino tidak membalas. Dia tetap fokus menatap elen yang sedang mengajak senia ngobrol.
Dino yang merasa berbicara sendiri pun hanya bisa memutar bola mata kesal lalu melipat tangannya diatas meja dan menenggelamkan kepalanya disana. Belum sampai semenit ia diposisi itu, guru yang akan menjadi wali kelasnya pun masuk, membuat dino kembali menegakkan badannya.
***
Happy reading💛
Btw, ini cerita pertama aku, semoga suka ya. Jangan lupa untuk vote dan comment nya✨
ESTÁS LEYENDO
The Dielen Love Story
Novela JuvenilAldi sangat senang ketika mengetahui bahwa ia sekelas dengan Elen sang pujaan hati. Seorang gadis yang sudah menarik hatinya sejak kecil. Namun sekarang ia tidak mengerti mengapa Elen bisa melupakannya. Oleh karena itu ia lebih memilih menjadi secre...
