"... di gedung pramuka, lantai 2, kamar 564 ya dok"
" Baik, 10 menit lagi saya kesana"
" Iya dok, saya tinggal dulu dok"
" Iya, tafadhol"
Hari ini adalah hari pertamaku bertugas menjadi seorang dokter , memeriksa pasien yang sedang dalam kesulitan dan kebingungan tentang apa yang harus mereka lakukan ketika nikmat yang allah berikan dicabut sementara waktu. Tapi bukan itu yang ingin ku ceritakan, saat ini entah apa yang sedang aku rasakan.
Bahagiakah? terharukah? Bingungkah? atau rasa takut? aku juga bingung kenapa aku merasakan semuanya dalam satu waktu, bukan karena aku baru pertama kalinya memeriksa pasien, sebelumnya aku sudah pernah melakukan pemeriksaan medis ke beberapa pasien ketika aku magang, pastinya sebelum gelar dokter ku dicantumkan.
Aku berpikir, mungkin aku merasa berkecambuk dihatiku karena aku bingung harus merasa malu atau haru, oleh sang maha pemilik rasa tentang segala hal yang dia berikan sebelum hari ini terjadi. Hmmm, kenapa aku mengingatnya ...
Kamu tahu apa yang aku ingat? , aku yakin pasti tidak kan? Kamu kan bukan tuhan, yang tau segalanya sebelum orang yang bersangkutan menjelaskan. Benar begitu bukan?, jangan kesal dulu, aku pasti ceritakan kok :) kamu ingin tau? Sungguh? .
Hahaha, maaf membuatmu menunggu ..
Baiklah, jadi seketika aku teringat tentang masa laluku sebelum hari ini terjadi, aku yang bisa menjadi seorang dokter, aku yang bisa menghafalkan ayat-ayat suci al qur'an, aku yang bisa membanggakan orang tua, aku yang bisa mendapatkan dia yang lebih baik dariku, aku yang bisa bermanfaat untuk banyak orang, aku yang selalu dicari orang-orang ketika aku dibutuhkan, aku yang selalu menjadi pusat perhatian orang-orang dan amanah sang maha rasa lainnya dan seketika pula aku ingin lebih banyak menceritakan tentang diriku, tentang masa laluku, tentang bagaimana aku bisa mendapatkan semuanya, aku yakin tanpa Dia aku tidak bisa menjadi seperti ini, tidak bisa menjadi seseorang yang lebih berarti untuk dirinya, orang tua ku, dan terutama untuk ibuku yang sudah berjuang menghadirkan aku ke dunia ini.
Namaku, Muhammad Adam Rico Saputra, dan inilah serangkaian kisahku yang ku untai dalam sebuah tulisan, agar aku dan kamu bisa mengambil hikmah didalamnya, juga sebagai pengingat untuk diriku sendiri ketika aku mulai memasuki masa senja ku.
YOU ARE READING
Biidznillah ...
RandomHidup bagiku merupakan hal yang perlu kita pelajari, bukan tentang hal bagaimana mengarungi nasib, tapi tentang bagaimana menghargai takdir yang akan merubah nasib kita menjadi lebih baik . Inilah serangkaian kisahku yang ingin aku ingay sepanjang...
