Wine

625 43 10
                                        

Tittle: Wine
Pairing: KookV
Rate: semi-NSFW
Genre: Romance
Created by: autumngrlxx

_____

Happy Reading x
_____

"Sebenarnya aku tak menyukai wine."

"Lalu kenapa kau selalu bersedia menemaniku minum setiap aku meminta? Dan juga, aku tak melihatmu mabuk."

Mendengar pertanyaan itu, lelaki dengan seragam kepolisian itu tersenyum. Mengingat segala yang ia lakukan untuk bisa berjalan sejauh ini.

====

"Letnan Yoon sudah di sana, 'kan? Kurasa aku tidak perlu datang, lagi pula jamku sudah berakhir."

Terdengar suara erangan dari balik sambungan telepon, terkesan kasar dan frustasi. Namun, tak ada kata perlawanan lain setelah itu. Hanya ada keheningan sesaat, kemudian sambungan pun diputus.

Beberapa jam yang lalu terjadi kegaduhan yang cukup parah di kantor, bahkan seluruh gerbang harus ditutup untuk meminimalisir kekacauan. Para polisi yang bertugas di dalam kantor bahkan juga harus ikut mengamankan, saking kacaunya. Sambungan telepon kantor, bahkan telah diputus. Tampak  seperti telah direncanakan.

Maka dari itu sekarang beberapa polisi di arahkan pada bidang tertentu, namun tetap membiarkan polisi yang sudah selesai jamnya untuk beristirahat.

Jeongguk, letnan berusia 24 tahun yang terkesan adem ayem tanpa beban itu membuat beberapa rekannya geram. Pasalnya saat kegaduhan itu, Jeongguk tetap diam di belakang mejanya sambil bermain pena.

Namun sebenarnya yang terjadi, Jeongguk diam untuk memikirkan strategi. Ia tak menyukai orang-orang gegabah yang bertingkah ceroboh, dan melihat itu semua benar-benar membuatnya lelah. Fisik, maupun otaknya.

"Letnan Jeon!"

Sebuah suara terdengar berat dari balik tubuh Jeongguk, saat itu ia sedang berdiri di depan sebuah mesin otomatis, menunggu sodanya keluar. Tanpa mengindahkan panggilan tersebut, ia sama sekali tak berbalik. Berpura-pura tuli adalah jawaban yang terbaik.

"Letnan Jeon Jeongguk!"

"Jamku sudah selesai, aku akan pulang," jawab Jeongguk santai sembari mengambil kaleng sodanya.

"Kudengar kau tidak membantu apapun saat terjadi kericuhan tadi, apa itu benar?"

Jeongguk tersenyum, melepaskan nametag-nya dan masukkannya ke dalam saku. Lalu membuka kaleng soda dan meneguknya sedikit, "Anak buahmu terlalu ceroboh."

Setelah itu ia pergi, tanpa menghiraukan seorang atasan di balik tubuhnya. Karena tujuannya bekerja untuk rakyat, bukan hanya jabatan atau pangkat. Sedangkan yang ia lihat dari rekan-rekannya, hanya ambisi kedudukan yang dapat ia lihat. Dan sejak dulu, Jeongguk benci hal tersebut.

Jeongguk sebenarnya sudah lelah, harus bekerja bersama-sama dengan orang seperti mereka membuat dirinya tertekan. Kalaupun saja bisa berhenti, tentu ia akan. Hanya saja kemauan awal Jeongguk memang bekerja untuk rakyat Korea, bukan untuk hal lainnya.

Saat tiba di sebuah lahan parkir yang tidak terlalu luas, Jeongguk merogoh saku celananya. Mengeluarkan sebatang rokok dan tak lupa pula sebuah pematik dengan inisial "T" di sana.

Ia menyalakan rokok dan musik klasik untuk menenangkan dirinya setelah beberapa hari ini tak pulang dan mengahbiskan waktunya bersama orang-orang gila kuasa. Selain itu tujuannya di sana juga untuk menunggu ponselnya berdering, lalu ia akan pergi meninggalkan gerbang di depan sana.

Wine | KookVOù les histoires vivent. Découvrez maintenant