Now and Then

103 9 0
                                        

Aku tidak tau ini mimpi indahku yang menjadi kenyataan atau karma baik dari apa yang telah aku lakukan pada mereka dan yang aku terima dari mereka selama ini.

Kehidupan itu seperti roda yang berputar. Kadang di atas, tak dipungkiri juga jika di bawah. Itu semua normal, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Terimakasih Ya Allah, engkau telah mengabulkan setiap permintaanku. Engkaulah yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Bella menutup diary-nya. Dia mengingat kembali masa dimana dulu ia sangat menderita dengan apa yang dilakukan teman-teman dan mantan pacar kepadanya.

Flashback on

Bella Friesca Adisty adalah seorang gadis yang kini menduduki bangku SMA kelas 10. Dia sama seperti gadis pada umumnya. Hanya saja ia memiliki sedikit kelebihan. Ya, kelebihan berat badan. Itu yang membuatnya sering tidak percaya diri saat pergi kemana-mana.

Parasnya memang cantik ralat sangat cantik, tapi kecantikan nya itu tertutupi oleh tumpukan lemak ditubuhnya, serta beberapa tonjolan jerawat dan kulit wajahnya yang tak begitu cerah berbanding jauh dengan tangannya yang terlihat lebih terang.

Semenjak berstatus sebagai pelajar di SMA GARUDA, ia dekat dengan seorang gadis yang tidak jauh beda dengannya, namanya Reny. Dia juga memiliki kelebihan yang sama seperti Bella. Kelebihan berat badan.

Hobi mereka sama, yaitu makan dan rebahan. Cita-cita mereka juga sama, pengen jadi kurus dan dapat pendamping hidup yang tampan serta sukses di masa depan.

"Hellooo ini zaman milenial, mana ada sukses tanpa dijemput? Ayolah masa hobi kalian cuma makan, tidur, makan, tidur aja tapi mimpi jadi kurus dan jadi sukses." ujar seorang guru BK bernama Bu Azizah mondar mandir tak habis pikir dengan anak muridnya.

"Ada lagi kok bu, selain suka makan dan suka tidur, Bella juga suka berangkat sekolah. Karena dapet uang jajan. Aduh aw aw awww" celetuk Bella menimpali teguran sang guru BK dan menjerit karena kakinya diinjak oleh kaki gajah milik Reny.

"Kamu ini yaaa!! Aarggghhh ibu gatau harus ngomongin apalagi ke kaliaaaann... Huaaaa ibu nangis aja deh" ujar Bu Azizah menghentak-hentakkan kakinya manja.

"Bu bu jangan nangis dong, kita gamau masuk neraka gara-gara bikin bu BK nangis" ujar Reny polos.

"Iya bu Ijah jangan nangis. Nanti kita ikut nangis huhu" ujar Bella kini ikut berpura-pura menangis.

"Aduhhhh kalian ini ya. Ibu tuh bingung harus bilangin gimana. Orang tua kalian udah nyuruh ibu buat ngomongin kalian jangan makan banyak-banyak. Jangan suka tidur di kelas. Sekolah itu tempat belajar, jadi ya belajar, bukannya enak-enakan tidur" omel Bu Azizah.

"Tapi kan bu, kata Riyadi..."
"Eh ga sopan kamu ya!" potong Bu Azizah.

"Eh iya pak Riyadi. Kata pak Riyadi kalo sekolah itu rumah kedua bu, jadi kan kalo di rumah Bella tidur malem, kalo di sekolah Bella tidur siang" jawab Bella.

"Arrgghhh.. Tau ah ibu lanjut nangis aja huaaaa hiks hiks"

"Gimana sih Bell. Bu bu, kita minta maaf yaa. Kita janji deh ga nakal lagi" ujar Reny menenangkan. Bella hanya mengendihkan bahunya.

"Hmm iya deh iya sana kembali ke kelas. Ibu ga kuat ladenin kalian" jawab Bu Azizah menyerah.

"Y.. Y.. Yaudah bu, p.. p.. permisi" ujar Bella terbata-bata.

***

"Dua puluh delapan" ujar Bella diperjalanan mereka kembali ke kelas.
"Apanya?" tanya Reny.
"Kita, ke BK. Hehehe" jawab Bella cengengesan.
"Hmm iya ya, padahal kita baru kelas 10 loh tapi udah sering keluar masuk BK" ujar Reny prihatin.

Mereka sama-sama terdiam.

"Ren" Bella bersuara kembali dan mulai menghentikan langkahnya.
"Apa?"
"Reny ada pemikiran yang sama kaya Bella ngga?" tanya Bella misterius.

'Reny mau kurus' batin Reny lalu dengan cepat ia mengangguk.

"Yaudah yuk" ajak Bella.
"Kemana?" tanya Reny.
"Udah ayo ikut Bella" Bella menarik tangan Reny.

***

"Loh kok ke kantin sih?" tanya Reny.

"Iyalah. Reny laper kan? Sama kita sepemikiran" ujar Bella mulai memesan makanan.

"Reny pikir tadi..." ucap Reny.
"Apa?" tanya Bella sambil melahap makanan ringan yang tadi ia ambil.

"Eh Siti, Ropeah. Kalian ga masuk? Ini pelajaran olahraga loh, Riyadi" ujar Bima, teman sekelas mereka yang menjuluki Bella sebagai Siti dan Reny sebagai Ropeah. Bima adalah pria yang memiliki selera humor yang sangat receh. Bahkan harga dirinya pun ikut receh. Wkwkwk boong.

"Bella ga suka lari-lari" jawab Bella yang mulai memakan makanan yang sudah datang.

"Reny juga ga suka push up, sit up. Terus juga baju olahraga Reny kekecilan. Nanti pantat Reny keliatan" timpal Reny.

"Kan rezeki gue hahahaha" ujar Bima yang ditanggapi dengan tatapan tajam dari Bella dan Reny.

"Hehehe becanda becanda. Lagian selera gue tuh tinggi, kaya Ariel Tatum, Syahila Hisyam, hmm. Bukan macem kudanil" tambah Bima melirik badan Bella dan Reny yang semewew aduhay dengan tatapan mengejek.

"Ihhh pergi pergi pergiiiii!!!!!" teriak Bella sambil memukuli Bima dengan botol minumnya.

"Aduh aw aw aw iya iya gue pergi" jawab Bima meringis kesakitan.

"Bella kesel sama tuh semut inggris" omel Bella sambil memakan kembali makanannya.

"Bell, apa ga sebaiknya kita berubah?" ujar Reny menghentikan kegiatan makannya.
"Maksud Reny?" tanya Bella penasaran.

"Bella ga ngeliat? Semua orang di sekolah ini mandang kita remeh, seolah kita yang paling jelek. Mereka cuma ngeliat kekurangan kita tanpa mereka liat kelebihan kita" ujar Reny panjang lebar.

"Terus?" tanya Bella.
"Kita nge gym. Kita diet" ucap Reny mengeluarkan ide gilanya itu.

"What?!?! Maksud Reny kita gak makan banyak lagi? Please please jangan itu Bella gabisaaa" Bella menggelengkan kepalanya cepat.

"Hei, cuma satu kekurangan kita, kita gendut. Dan kalo kita udah ga gendut, mereka semua bakal nerima kita Bell" bujuk Reny.

"Tapi Ren" ucapan Bella menggantung.
"Percaya Reny, kita pasti dianggep dan pasti banyak juga orang yang mau temenan sama kita" ujar Reny berbinar-binar.

"Tapi Bella gamau temenan sama mereka disaat Bella udah cantik. Disaat Bella di posisi kayak gini mereka gamau temenan sama Bella" ujar Bella menunduk.

"Iya juga sih, tapi kan kita masih temenan. Reny sama Bella selalu barengan. Kita pas lagi susah bareng, jadi pas udah seneng ya harus bareng juga" Reny meyakinkan.

"Yaudah nanti Bella pikirin dulu. Sekalian mau bilang ke mama. Mama pernah bilang kalo papa punya beberapa alat gym. Bella gak tau apa namanya. Tapi disimpen di gudang. Kita bisa pake dan gausah ke tempat gym lagi" jawab Bella.

"Beneran? Yaudah deh nanti kalo udah fix kabarin Reny ya" ujar Reny berbinar.

HAVE A NICE DREAMWhere stories live. Discover now