"Bantuin gueeeee!!!!" rengek Agatha seraya menjulurkan tangannya.
Lora yang masih kebingungan dengan kelakuan sahabatnya ini langsung melakukan apa yang disuruh.
"Lagian ada-ada aja, kenapa si lo?"tanya Lora penasaran seraya membetulkan roknya yang sedikit kusut akibat menolong Agatha berdiri.
"Itu, tadi gue di tabrak-"
Lora yang mendengar perkataan Agatha langsung melebarkan matanya. "TABRAK LARI?"
"Bego! lu kira apaan?" Agatha menjitak pelipis Lora sedikit kasar. Itu pun refleks dan sudah biasa ia lakukan.
"Maksud gua lu lagi lari terus di tabrak gitu-" Lora segera menghentikan ucapannya karena tiba-tiba ada seseorang yang berdiri di hadapan mereka berdua.
"Ta... " bisik Lora seraya melebarkan matanya tak percaya.
Agatha seperti pernah bertemu dengan cowok ini tapi dimana? Oh tuhan.. Agatha itu masih muda, tapi kenapa sekarang ia lupa akan sesuatu?
"LO YANG TADI NABRAK GUE KAN!!!" Itu bukan terdengar seperti pertanyaan tapi lebih menjurus ke pernyataan.
"Ye si eneng tereak-tereak, ntar cantiknya ilang loh" kata seseorang yang menyusul dari arah belakang lalu berdiri di sebelah cowok itu.
"Dih siapa lo?" ucap Agatha sinis dan memutar bola matanya malas.
"Ikut gue" Morgan yang tadinya masih melipat tangan di dadanya sekarang beralih menarik lengan Agatha.
Agatha membelalak tak percaya dengan sikap Morgan. "Eh.....eh mo kemanaaaa?!"
Lora yang masih bengong dengan mulut terbuka langsung menyadari jika dirinya ditinggal oleh sahabatnya. "TA TERUS GUE GIMANA???"
"Sama babang tamvans aja yuk?" ajak Jordan seraya menurun-naikkan alisnya.
"JIJI!!!" Lora segera meninggalkan Jordan sendiri di koridor dan menuju kelasnya.
Entah sekarang mau dibawa kemana Agatha ini, tapi yang jelas Agatha benar-benar kesal dengan cowok yang sekarang sedang menggandeng lengannya.
Sesampainya di tempat tujuan, Morgan melepaskan genggamannya dari tangan Agatha.
"Apaan si lo narik-narik gue kesini. APA JANGAN-JANGAN LO MO NYULIK GUE YA!!!" tuduh Agtha yang tak terima dengan perlakuan cowok di hadapannya ini.
"Dasar cewe gila! najis juga gue nyulik lu!" Morgan berjalan melewati Agatha dan berdiri tepat di depan pembatas rooftop.
Ia melayangkan jari telunjuknya ke arah Agatha lalu terdiam beberapa saat. "Lo, karena lo udah nabrak gue-" perkataan Morgan langsung terpotong oleh Agatha.
"LO UDAH GA WARAS YA? YANG NABRAK DULUAN ITU KAN LO, KENAPA JADI GUE YANG DISALAHIN?!!!"
"Ya lu ngapain lari-lari di koridor ga pake mata? " tanya Morgan seraya melipat kedua tangannya di dada.
"Kata siapa gue lari ga pake mata?" tanya Agatha tak kalah antusias.
"Tuh buktinya sampe nabrak gue" jawabnya santai.
"Dasar stres!"
"lo!" ejek Morgan seraya tersenyum miring.
"Terus sekarang mau lo apa?"
"Sebagai gantinya, Gimana kalo nanti malem lu temenin gue ke..." ia sengaja menggantung ucapannya supaya gadis itu penasaran.
YOU ARE READING
STRUGGLE
Teen Fiction"Mimpi buruk kamu adalah, ketika kamu datang sebagai pangeran yang ingin melengkapi sebuah warna-warna yang kurang. Namun sayangnya aku masih menanti pangeran lain untuk melengkapi warna-warna itu" -Struggle _____________________________ Ketika seor...
