When four of J's gather up together, what could go wrong?
Cerita keseharian empat teman kecil; Jackson, Johnny, Jill dan Juno yang tumbuh bersama di Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Would you mind to be the witness of how Jill uncover the man in her...
"Abrielle Jill Damini, geminian, a perfect sunny side up sucker, her mom really into Europe things thereofe insisted her first name should be Abrielle, means a woman of God. Should've named her Athena because how good she is in fight with people who try to steal her krispy kreme's glazed donut. Nope, I wont do this again helpppp how could I describe myself in 300 wordssss hhhhhhhhhhh. See? Even with 11 h(s) its still 79 words! Dear lord help me I need to pass this round. Dear Judges, I want you to know deeply I really want to be part of UNICEF Indonesia, I will do my best I promise. Please please please????? *insert puppy eyes GIF here*"
"Hehe"
"Whats 'hehe' you dumbass. Even with all this rant I bet its still under 100 words" Laki-laki berkaos oranye Balenciaga itu menyodorkan kembali iPad milik perempuan yang tersedak minum lemonade karena sedotannya diambil secara paksa oleh laki-laki berbaju putih dengan luaran kemeja coklat yang baru saja datang 2 menit lalu, kepanasan, katanya.
"T....ta..tapi kan itu my best. Di formulirnya ditulis 'do your best essay about why should we pick you' ya something like that gitu pokoknya dah" balas perempuan yang kini sedang dalam proses merebut kembali lemonade miliknya yang tinggal seperempat gelas. "YUNO LAPORIN NENEK NIH YA" teriaknya.
Laki-laki yang dipanggil Yuno itu mengangkat-angkat tangannya, berusaha menepis tangan perempuan yang sedang berusaha mengambil kembali gelasnya. "Hehehehehe, pendek" katanya singkat.
"For God's sake, ini lo mau daftar UNICEF atau nulis bio alter twitter sih?" akhirnya laki-laki yang diteriaki Jill "JOHN AMBILIN TOLONG GUE PLIS MAKE THAT LONG ARMS USEFUL" itu menyisip Hot Americano double shotnya, tentu saja tanpa memerdulikan kedua temannya yang kini saling mengangkat tangan untuk sebuah gelas lemonade yang tutup dan sedotannya sudah jatuh ke lantai hasil pertengakaran sengit yang berlangsung selama kurang lebih 3 menit itu.
"Yun, for real im gonna post this on my Instagram and snapchat so your precious selebgram girl, siapa tuh namanya lupa, would know how competitive ass you got over my lemonade. MY. LEMONADE " tegasnya sembari merogoh handphone di purse Forever21 nya, yang tidak dijawab apa-apa melainkan pose senyum sok imut trademarknya.
"Hahaha dah gue post yak" lapor Jill seraya mengeklik opsi Share to your Story di Instagram dan Snapchatnya dan segera menunjukkan layar handphone ke temannya yang kini asik menggigit es batu sambil bergumam, "Bagus gue nya cakep"
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Apesi apesi, lo nulis apaan lagi sih kali ini" tangan Juno meraih iPad yang tergeletak di meja café di daerah Jakarta Selatan itu, yang baru kali ini disanggahi oleh mereka dengan alasan mau cari tempat baru untuk menambah feeds Instagramnya Johnny, kalau kata Juno. Tempatnya cukup luas, dengan dekorasi beberapa tanaman hias di dalam, setidaknya menambah pasokan oksigen bagi pengunjungnya di tengah udara kering kerontang Jakarta siang itu.
"Lo tuh beneran ga denger gue dari sebulan yang lalu ngomongin ini Yun? YA ALLAH ABIS INI MINUM GUE YUNOOOOOOOOOO" setengah teriak, Jill menginjak sepatu Vans Juno yang sudah tidak berbentuk lagi karena selalu diinjak bagian tumit oleh Juno selama 2 minggu terakhir.
"Aaaaakkkk, aaawww sakit anjing" Juno mengusap-usap kakinya, sambil tertawa meringis.
"Hahahahahaha, Juno, language" sambar Johnny setengah tertawa, setengah mengikuti nada bicara Ibu-nya Juno. "Ibu gak suka kamu ngikutin bahasa anak jaman sekarang ya" lanjutnya, tetap dalam nada suara yang sama.
"Ataaau nanti, Ibu balikkin kamu...ke akademi. HAHAHAHAHAHA" tawa Johnny dan Jill keras karna mereka mengucapkan kalimat tersebut secara bersamaan, terlalu hafal dengan kata-kata Ibu.
Juno, Jill, Johnny, tiga anak tunggal yang sama-sama kesepian sejak kecil menjadi dekat karna rumah mereka satu komplek di daerah Pondok Indah. Kenal dari kecil membuat Johnny dan Jill hafal diluar kepala mengenai Juno dan keluarganya. Dari mulai cara Nenek Juno memanggilnya dengan ejaan lama, menjadi Yuno - hingga semua kursus yang ditekuni Juno semenjak kecil. Salah satunya akademi manner etiquette yang dihadiri Juno dari ia berusia 10 tahun. Hal itu juga yang mendasari Juno menjadi laki-laki tersopan yang pernah Jill temui, atau a rare fine ass young gentleman, menurut Johnny.
"Nyokap gue gapernah gitu lagi ya sekarang" balas Juno seraya mengambil gelas di depan Johnny. "Hheeek. Apaan ini pait banget John" yang hanya dibalas "Mampus, ga nanya sih lu" oleh yang punya gelas.
"Ges ges ges jadi aku ni harus gemanaaa. Deadline ngumpulinnya 2 minggu lagi cob-"
"Ke rumah Jill aja yuk. Pengen go-food baso malang deh gue" potong Johnny, yang disambut "Okeh! Caw" oleh Juno yang segera bangun mengambil kunci mobilnya di meja.
Jill terdiam, otaknya masih memroses bahwa ia baru saja diabaikan oleh kedua temannya dan belum sempat ia marah, kedua laki-laki itu berangkulan berjalan menuju tempat parkir.
"Heuhhh Johnny Jevendra Suhadi, gue doain biar pas malem ini lo main, club nya sepi" gumam Jill sambil merapikan isi tasnya, dan berlari kecil menuju tempat parkir dimana kedua temannya sudah ada di dalam mobil Range Rover putih milik Juno, yang tiba-tiba kaca depan bagian kanan terbuka dan berteriak "Hai, manis, ikut abang dangdutan yuk"