Saya tidak mendapat keuntungan komersil apapun dari menulis cerita ini.
.
.
I don't remember anything. Even my own name. Hal per hal pertama yang aku lihat saat membuka mata adalah, aku merasakan sinar yang menyilaukan, aku ada didalam box jaring dengan seorang pria tinggi berhidung mancung, ekspresi datar, tatapannya kosong, jarinya yang panjang menggenggam lenganku, pipiku menempel di dada bidangnya membuatku mendngar detak jantungnya yang cepat, rahangnya yang tegas menambah kesan kuat pada karakternya saat dia menggertakkan gigi. Tapi aku tak tau siapa dia.
Aku sangat kebingungan dan kalap.
.
.
Ranjang rendah yang terbuat dari kayu berderik saat seorang gadis berambut hitam, halus dan panjang yang berbaring diatasnya bergerak pelan. Dia mendengar banyak suara bising lamat-lamat yang mengganggu. Si gadis berusaha sadar secepat mungkin khawatir akan hal buruk.
"Hey gadis ini mulai sadar."
Gadis yang berbaring mulai ketakutan tanpa alasan. Dia merusaha menyumpulkan nyawanya dengan susah payah. Suara suara yang ada dise Dia merusaha menyumpulkan nyawanya dengan susah payah. Suara suara yang ada disekitarnya bercampur dengan suara air dalam tabung kaca
"Cepat panggil Alby."
Suara peralatan operasi
"Minggir minggir, aku harus memeriksanya."
Suara seorang pria tua yang serak.
"Kenapa tubuhnya bergerak random seperti itu?"
Suara besi tua yang berderak.
"Hey beri dia ruang."
Dan dia sepenuhnya sadar dengan beberapa lelaki mengelilinginya.
.
.
"NOOO!!" si gadis berter si gadis berteriak, bangun dari tempatnya dengan cepat meraih belati panjang menodongkannya pada siapapun.
"Hey hey calm down little girl." Pria kurus berambut blonde dengan aksen British yang kental berusaha menenangkannya.
"Kami tidak akan menyakitimu." Kali ini lelaki berkulit gelap yang lebih pendek dari si blonde bicara bicara perlahan.
.
.
"DON'T GET CLOSER!!" si gadis masih panic dan berteriak mengacungkan benda tajam pada siapa saja yang akan mendekati dirinya.
"Don't panic, we just.. HEY HEY" si blonde reflek menghindar saat si gadis mengayunkan belati di tangannya.
"STAY AWAY!!"
"It's okay little girl." Kali ini seorang pria berkulit hitam dengan perawakan besar yang baru masuk setelah mendapat kabar, bicara dengan tenang.
.
.
.
"What is this place!" si gadis tetap menodongkan belati dengan takut.
"Alby? I think she afraid of us." Timpal si blonde
"I'll answer your questions one by one in detail. But first.." lelaki besar yang tadi dipanggil Alby mendekat perlahan.
ESTÁS LEYENDO
Your Black Blood (Season 1)
Misterio / SuspensoAku tahu apa yang kulihat, kudengar dan ku alami. Dan aku sangat tahu resiko yang kuhadapi. Seperti yang kau lihat, aku tidak buta.
