4

430 77 17
                                                  




....... flashback on.

"Dek bisa ketemu nggak?"

Yoona menggigit bibir bawahnya saat melihat display nama seseorang yang mengirimkan pesan diponselnya. Ragu , namun Yoona tetap membalasnya dengan menyetujui untuk bertemu dengan seseorang tersebut.

Yoona bergegas mengambil jaketnya. Ini sudah malam , tentu saja. Meskipun jam baru menunjukkan pukul 9. "Ma , Yoona pamit keluar dulu ya."

"Udah malem , yakin mau pergi?". Yoona mengangguk tenang menjawab pertanyaan dari sang ibu. Kemudian berjalan menghampiri wanita paruh baya itu untuk bersalaman. Karena jelas itu sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil. "Bentar doang ma , kasian udah dijemput juga." 

Sang ibu melongok ke depan dan menemukan seorang pemuda berada diatas motor. Alisnya menukik menandakan ragu untuk memberikan izin pada putrinya yang akan pergi tidak bersama dengan Sehun. Namun , akhirnya wanita itu mengalah. Sedikit mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa putrinya akan baik-baik saja. "2 jam ya , nggak lebih." ujarnya.

Yoona mengangguk kemudian segera menghampiri pemuda itu. Meninggalkan sang ibu yang menatap dengan perasaan tidak rela ?





.

"Kita , mau kemana kak?"

Yoona mengeratkan jaketnya ketika motor melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang mulai sepi. Apakah malam sudah sesunyi ini ?

"Jalan-jalan dek. Udah lama juga kan kita nggak ketemu."  Jawab Seunggi. Teman sekaligus kakak tingkatnya disekolah.

Yoona mengangguk meskipun dalam hatinya seakan meneriakkan bahwa dia harus pulang. Seperti ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Entahlah, perasaan Yoona sangat tidak tertata saat ini. Namun pada akhirnya apa yang dia takutkan memang terjadi ketika kendaraan keduanya berhenti dipinggir jalan yang sangat sepi. Yoona bergidik pemikiran tak mengenakkan kembali berkecamuk dirinya.

"Mau ngapain kak?" Yoona bertanya ketika Seunggi turun dan menarik tangannya untuk turun dari motor. Yoona sedikit menahan. Tangannya mulai begetaran sekarang.

"Ikut dulu dek. Aku mau liatin sesuatu ke kamu." jawabnya masih dengan tangan yang menarik Yoona.

Sampai akhirnya mereka sampai dipinggiran sungai kecil yang airnya terlihat berkilauan ketika bulan menyinarinya. Yoona masih diam , otaknya masih memproses apa yang terjadi. Namun kemudian matanya terbelalak ketika tangan kurang ajar mulai melingkari pinggangnya. Jantungnya berdegup kencang sekarang.

"K-kak , t-tolong lepasin." ucapnya berusaha melepaskan tangan Seunggi dari pinggangnya. Namun pemuda itu seakan menulikan pendengarannya.

Tangan pemuda itu semakin menjalar kurang ajar ditubuh Yoona. Gadis itu memekik kemudian menahan tangan sialan itu. "Anjing lepasin gw sialan!" umpatnya. Persetan dengan posisinya yang sebagai adik tingkat.

Seunggi terkekeh kemudian mendorongnya hingga terjerembab jatuh kebelakang. Pemuda itu menindihnya. "Ini akibatnya kalo lo selalu nolak gw cantik. Jadi mending lo nikmatin aja perlakuan gw malem ini."

Yoona menggeleng histeris kemudian berteriak kencang namun sayangnya Seunggi tidak membiarkannya dengan cara membekap bibirnya dengan bibir pemuda itu. Yoona terbelalak , lelehan air matanya mengalir dengan deras.

Bahkan pemuda itu membawa tangan Yoona untuk masuk kedalam celananya. Yoona ingin berlari namun posisi pemuda itu sedang duduk diatas perutnya. Seunggi terpejam menikmati tangan Yoona , dan Yoona merasa jijik dengan tangannya sendiri. Sekuat tenaga dia menarik tangannya , dan berhasil. Namun tidak bisa dikatakan lega ketika Seunggi merosot beralih duduk dipahanya.

"SEDATIVE"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang