3

502 74 10
                                                  








.

"Ajakin gw jalan donggg".

Yoona merengek kecil sembari meniup poninya bosan , sedangkan Sehun yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya pun menyerngit , "Sayangnya Sehun mau kemana?" tanyanya yang membuat Yoona tersenyum lebar kemudian beranjak memeluk sahabatnya itu dari samping. "Sebenernya mau ketemu sama kak Jess sih hari ini tapi masih ntar jam 3 , jalan dulu dongg"

"Ya udah ayo" balas Sehun meringkasi laptopnya kemudian berdiri yang diikuti pekikan senang oleh Yoona.


.

"Hun"

Sehun mengguman pelan menanggapi panggilan dari Yoona yang kini tengah diam memandang ke luar kaca mobil yang mereka kendarai setelah pulang dari acara berjalan-jalan nya tadi.

"Lo suka ya sama gw?" tanya Yoona kemudian yang berhasil menghadirkan tawa sumbang dari pemuda disampingnya. Ingin menjawab iya namun hatinya meneriakkan untuk tidak mengatakannya.

"Gila aja gw suka sama Lo" balas Sehun masih dengan tawa sumbangnya yang membuat Yoona menoleh dan menatap datar kepadanya. "Lo nggak bisa bohongin gw hun." balasnya kemudian.

Yang berhasil untuk menghentikan tawa sumbang dan menggantikannya dengan helaan nafas pelan. "Gw ketauan ya." guman Sehun kemudian tertawa pelan. Menertawakan dirinya sendiri.

"Sejak kapan?" tanya Yoona namun kini nadanya berganti lemah dengan sorot mata sendu yang kentara , membuat jemari panjang milik Sehun bergerak untuk menggenggam jemari yang lebih mungil. "Sejak pertama kali gw ketemu sama lo." jawabnya kemudian mengecup tangan Yoona sebelum kembali melanjutkan perkataannya.

"Dulu , kalo ada yang bilang suatu saat nanti kita saling jatuh cinta , gw bakalan ketawa kenceng dan bilang gila ke orang yang bilang itu. Tapi sekarang, mungkin gw yang bakalan gila kalo gw terus-terusan ngelak buat nolak itu. Gw sayang sama lo dan gw nggak pernah nganggep lo sebagai seorang sahabat dihidup gw. Gw nganggep lo jadi wanita paling spesial dihidup gw dan Lo jadi wanita kedua yang paling berharga setelah mama. You are more valuable than my own life"

Yoona total menganga. Dia sudah menduganya namun ini tetap membuatnya terkejut. Buru-buru dia melepaskan tautan tangan mereka dan Yoona bersumpah bahwa dia melihat raut kesedihan dan kekecewaan diwajah Sehun. "Jangan jatuh cinta sama gw hun , gw nggak pantes buat lo."

Tawa kecil kembali meloncat keluar dari bibir Sehun . "Lucu ya , seorang prince sekolah yang kedip dikit aja cewek-cewek langsung nempel tapi malah jatuh cinta sendiri ke sahabatnya and more sad because he fell in love alone." balasnya pelan.

"Nggak gitu hun , Lo pantes dapetin yang lebih baik dari gw. Maafin gw hun."

"No. Lo nggak salah dan Lo nggak boleh minta maaf , gw yang harusnya minta maaf sama Lo dear."

"Jangan gini hun , lo berharga banget dihidup gw , Lo alesan kedua gw setelah mama buat gw terus hidup. And if we're trapped in a relationship and the relationship is broken, I'm not ready if we have to lose you. I'm not ready if someday you change to me."

Sehun menggeleng kemudian mengusap air mata yang turun dari mata Yoona . "Nggak akan ada yang berubah sekalipun lo nggak ngebales perasaan gw Yoon." ucapnya lalu mengecupi dua kelopak mata Yoona.

"Do you promise? "

Sehun tersenyum dan mengangguk kemudian mengaitkan jari kelingkingnya dengan Yoona. "I promise."

Dan dengan itu Yoona tersenyum kemudian memberikan kecupan dirahang tegas Sehun sebelum turun dari mobil karena mereka telah sampai di tempat tujuan Yoona. Meninggalkan Sehun yang tersenyum kecut memandang punggung gadis itu yang perlahan menghilang.

"SEDATIVE"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang