Tak seperti biasa Bhi mengajak Ily untuk menemaninya menghabiskan malam tahun baru. Ily tak dapat menolak. Karena memang itulah yang ditunggu-tunggu gadis itu.
Pukul 20.00 tepat Bhi sudah menanti Ily di pelataran rumah. Terlihat pemuda itu sangat bahagia sekali begitu melihat Ily keluar dari dalam rumah.
"Sudah siap?"
Ily mengangguk tersenyum. Bhi membalasnya tak kalah riangnya.
Dan lalu mobil pun melaju di jalan utama kota BL. Di samping tugu hitam Bhi membeli terompet, satu untuknya dan satunya lagi untuk Ily.
Suara terompet dari dalam mobil saling bersahutan. Ily meniup, Bhi membalas. Begitu terus-menerus. Mereka tertawa lepas. Hingga sesaat Ily lupa kapan ia melihat senyum riang pemuda itu. Semenjak sakit, Bhi memang jarang terlihat tersenyum lepas seperti ini. Ily mengerti, tidak mudah berada di posisi pemuda penyuka sepak bola itu.
Ily pandangi pemuda yang duduk di sebelahnya. Pemuda itu tampak senang sekali. Tak henti-hentinya mengumbar senyum sejak berangkat tadi. Terompet selalu berada di antara bibirnya yang tipis bak oppa-oppa negeri ginseng. Dalam hati kecilnya, gadis itu selalu mengagumi pemuda 23 tahun yang kini semakin terlihat dewasa dan manis. Albhi Wijaya memang pemuda gula.
Ily sesekali melirik ke arah luar jendela. Iring-iringan mobil semakin
menambah riuh suasana malam tahun baru juga terdengar tiupan terompet dimana-mana dan dari arah mana-mana.
Tanpa Ily sadari diam-diam Bhi meliriknya. Pemuda itu sudah mengambil ancang-ancang. Kemudian meniup kencang-kencang terompetnya ke arah dekat telinga Ily. Sontak
terkejut dengan tindakan Bhi yang tiba-tiba, gadis itu reflek memukul lengan Bhi.
"Ih..curang! Kaget tau!"
"Habis lo senyum-senyum sendiri. Mikirin apa sih? Ah ya, pasti mikirin gw, lo baru nyadar kalo gw ini emang manis dan ganteng. Iya kan? Iya dong?"
"Enggak!"
"Ngaku aja kali, gak papa kok."
"Iisshhh!!enggak Bhi! Muka lo itu udah kayak tembok, putih pucet. Ngeri hiiii..."
"Yeee..tapi tetep berkarisma kan? Hahah.."
"Serah lo deh serah."
Malam sudah semakin larut. Suara terompet terdengar dimana-mana. Saling bersahut-sahutan.
Mereka berdua larut dalam malam tahun baru.Mereka saling tertawa, berderai.
