PART 1 - U S A I

6 0 0
                                        


"Belum dimulai namun sudah usai."

Kepergian seseorang untuk menghindari rasa sakit adalah hal wajar. Tapi dipaksa melupakan juga terasa lebih sakit, dan akan terasa lebih sakit jika perempuan itu bertahan dengan seorang lelaki yang jelas-jelas sudah tidak menginginkan cintanya lagi. Maka, perempuan itu memilih untuk pergi dan tak kembali. Karena lelaki itu sudah pergi lebih dulu sejak saat ia menemukan kekasih barunya. Lelaki itu bersikap seakan tidak pernah ingin meninggalkan, tapi prilakunya seperti mengusir perempuan itu untuk meninggalkannya. Lelaki biasanya begitu, menganggap yang meninggalkan adalah yang memberi luka. Padahal, tidak selamanya seperti itu, ada saatnya yang terluka juga akan pergi dan tidak kembali lagi.

Lelaki itu jatuh pada pelukan perempuan lain, membawa semuanya pergi dan memberikan cinta baru untuk perempuan lain itu. Ini sudah kedua kalinya, oleh mereka lelaki dan perempuan yang sama. Penghianatan ini sakit terasa menusuk jiwa seorang perempuan bernama Raisa.

Saat itu suasana malam sangat hangat, Raisa bisa berkumpul berbagi tawa dengan Ayah dan Ibunya. Hal itu yang membuat Raisa betah dirumah dan suasana itu yang selalu ia rindukan ketika ia jauh dari Keluarga. Keluarga adalah harta yang paling berharga di dunia ini yang ia miliki. Melihat Ayah dan Ibunya saling bercanda tawa seperti sedang menonton adegan drama romantis di dunia nyata, sungguh kebahagiaan yang sangat indah. Sampai seketika Raisa mendengar suara dering handphone dari kamarnya. Raisa segera mengambilnya dan nama penelepon itu tidak diketahui. Langsung saja diangkat olehnya.

"Halo. Ini siapa?"

"Halo, Sa. Lho, kok siapa sih. " Sejenak Raisa terkejut dengan suara itu, terdengar sangat tidak asing ditelinganya. Ternyata ini bukan orang asing, ia mengenali suara itu. Ia lupa semenjak ia merasa hatinya dikhianati kedua kalinya, ia menghapus nomor telepon Genta, lelaki yang menelponnya ini.

"Gak nyangka bisa nelpon lagi sama kamu." Kata Genta sekali lagi.

Tidak sempat menjawab atau menanyakan kabar dan basa basi, Raisa langsung saja teringat bahwa Genta berjanji akan menghubunginya lewat telepon tadi sore di Dirrect Instagram dan dia bilang akan menjelaskan semuanya. Kali ini Genta menepati janjinya. Sebenarnya Raisa tidak mau semuanya dijelaskan lewat suara seluler saja. Raisa ingin langsung bertatap wajah dengan Genta kekasihnya itu. "Aku ingin kita bertemu, Ta. Tapi apa daya, selalu saja ada alasan dan halangan. Mungkin sengaja ini jalan Tuhan untuk tidak mempertemukan dulu sebelum akhirnya kita dipisahkan seperti ini." Batinnya.

"Sa?"

"Iya. Kamu mau ngomong apa?" giliran Raisa sekarang yang bertanya.

"Kamu beli paket nelpon?" Tanya Genta.

"Nggak. Buat apa?"

"Aku cuma punya gratis nelpon 25 menit. "

"Aku tahu. "

Kata-kata yang sangat Raisa rindukan. Biasanya setiap malam ia menghabiskan waktu luangnya bersama Genta. Gratis nelepon 25 menit lebih berarti dan selalu behasil mengisi malam yang terasa sunyi, sudah lama mereka tidak berbincang lewat telepon. Baru kali ini, membahas hal yang lebih serius tidak seperti biasanya.

"Sudah lama kembali pada perempuan itu?" pertanyaan sederhana membunuh hati keduanya.

"Satu minggu setelah kamu jauh. Maaf, aku salah harusnya aku gak balik lagi sama dia. Aku gak niat serius aku gak sayang sama dia, Sa. " jelasnya.

"Kenapa dari awal kamu gak pilih dia aja, gak usah sok sok-an mau mertahanin aku. Kalo ujungnya kamu juga balik sama dia."

"Aku tahu sa. Aku Cuma butuh waktu buat sembuh."

Du hast das Ende der veröffentlichten Teile erreicht.

⏰ Letzte Aktualisierung: Mar 06, 2020 ⏰

Füge diese Geschichte zu deiner Bibliothek hinzu, um über neue Kapitel informiert zu werden!

MAGENTAWo Geschichten leben. Entdecke jetzt