FLAWLESS
By Cheesethirty
“Ya Tuhan...apa ini? Ramen kadaluwarsa?”
Pagi yang buruk.
Hinata memaksakan untuk bangun lebih awal karena Kaguya sudah berdiri di depan pintu rumahnya dan menekan bel berkali-kali seperti orang kesetanan.
Oh, ia berharap bahwa Tuhan akan memaafkan dosa-dosanya karena hampir mengutuk ibunya sendiri. Apa lagi ketika wanita itu mulai mengomel dan mengomentari keadaan rumahnya yang persis seperti kapal pecah.
Tentu dapur adalah bagian favoritnya. Lihatlah bagaimana ibunya tak segan untuk membuang semua isi kulkasnya sambil terus mempertanyakan jiwa kewanitaannya.
“Ya ampun...ini kulkas atau tempat sampah, sih?” Kaguya menggeleng pelan sambil memasukkan beberapa botol bekas ke dalam plastik sampah. “Kalau begini terus, lebih baik pulang ke rumah saja.”
Hinata memutar bola matanya bosan, ia sudah memperkirakan bahwa Kaguya akan berbicara seperti itu. “Aku hanya tidak sempat membuangnya saja, Bu.” Ia menyandarkan tubuhnya di dinding terdekat sambil menggaruk rambut yang terlihat awut-awutan. “Akhir-akhir ini aku sibuk sekali—hoam...”
Kaguya mendelik sambil melemparkan salah satu botol bekas pada putrinya.
“IBU!” protes Hinata ketika benda itu berhasil menyentuh ujung keningnya.
Wanita berkepala empat itu berkacak pinggang dan menatapnya galak. “Dasar jorok! Memangnya seorang wanita pantas menguap seperti itu?!”
“Apa sih, masa menguap saja tidak boleh...” gumam Hinata sambil mengelus keningnya yang terasa panas. Dan setelah semua itu ia menyadari bahwa ini bukan sekadar mimpi buruk semata.
Kaguya benar-benar akan menghabisinya hari ini!
“Melihat semua kelakuanmu rasanya aku ingin pindah ke planet lain saja.” Kaguya menghela napas pelan sambil memijat keningnya yang terlihat masih kencang meski usia sudah tak muda lagi. Berterima kasihlah pada uang Sang Ayah yang digunakan untuk berbagai perawatan mahal wanita itu.
“Lagian kenapa Ibu tidak bilang dulu kalau mau ke sini?” Hinata berharap bahwa Ibunya memang tidak akan pernah datang. Setiap kali berkunjung pasti kedua kupingnya memerah, karena kelamaan mendengar nasihatnya.
“Kalau aku bilang-bilang nanti aku tidak tahu kelakuan bobrokmu.” Kaguya mencuci kedua tangannya di wastafel. “Ibu serius, Hinata. Sampai kapan kau akan seperti ini?” Kedua mata yang hampir serupa itu bertemu. “Kau seorang wanita berusia dua puluh enam tahun, lajang, berasal dari klan terhormat di negeri ini, dan bahkan tidak bisa mengurus dirimu sendiri?”
Hinata memalingkan wajahnya dan berdecak. Kenapa ibunya harus bawa-bawa nama klan, sih?
“Ayolah...ini hidupku Ibu. Bukannya Ibu sendiri yang menginginkan aku untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada Ayah?”
Kaguya menatapnya dengan serius. Lalu kembali menghela napas setelah mengingat bahwa Hinata persis seperti dirinya saat masih muda. Keras kepala.
YOU ARE READING
FLAWLESS [HIATUS]
FanfictionSeorang pria seperti Sasuke Uchiha memang terlalu sempurna bagi wanita urakan macam Hinata. Tapi kalau sudah cinta, tidak ada yang mustahil 'kan? Naruto © Masashi Kishimoto Pict © Owner
![FLAWLESS [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/215645480-64-k77747.jpg)