Part 1 : Salah orang

73 10 6
                                        


Seseorang gadis dengan pakaian yang lusuh dan kotor masuk tergesa ke dalam rumahnya, tanpa memperdulikan teriakan dari Eommanya yang menggelegar dari balik dapur.

"Yah Song Ji Hyo! Sudah berapa kali Eomma katakan kalau masuk rumah sepatumu dilepaskan dulu, lihat jejak kaki yang kau tinggalkan di lantai, cepat bersihkan!" titah wanita paruh baya yang masih berkutat dengan pekerjaannya di dapur.

"Maaf Eomma, aku tadi sangat haus" balas Ji Hyo setelah meneguk satu botol minum dari lemari pendingin.

"Kau itu apa tidak bisa bertingkah layaknya wanita, kenapa kau langsung meneguk minuman dari botol, padahal gelas ada di sampingmu" lagi Eomma Ji Hyo mengomel.

"Iya, iya nanti aku akan minum di gelas" ucap Ji Hyo sambil berlalu.

Kalau terlalu lama di dapur bisa-bisa dia akan terus diceramahi oleh wanita yang ia sayangi itu, dan ujungnya dibanding-bandingkan lagi dengan saudara kembarannya.

"Kalian berdua kembar tapi kenapa sangat berbeda sekali sifatnya, apa kau tidak bisa seperti Jin Hye yang lembut dan rapi?" Gumam Eomma Ji Hyo.

Baru berapa langkah kakinya terlangkah ia terpaksa menghentikan dan menarik nafas jengah. Lalu tanpa menoleh, kembali Ji Hyo melanjutkan untuk menuju kamar yang berada di lantai dua. Ji Hyo selalu kesal kalau disangkutpautkan dengan saudara kembarnya Song Jin Hye.

.
.
.

"Apa Eomma memarahimu lagi?" Suara lembut menyapa Ji Hyo yang baru masuk ke kamar.

"Seperti biasa, masalah sepele" jawab Ji Hyo malas.

Ji Hyo berjalan menuju kamar mandi dengan handuk yang tersampir di bahunya dan tak lama menghilang dibalik pintu yang sudah tertutup.

Tak butuh waktu lama, hanya sebentar ia sudah menampakkan wajah yang lebih segar. Dan segera merebahkan tubuhnya di ranjang yang tak jauh dari sisinya.

Terpejam, hampir mata indahnya tertutup, namun urung. Ketika saudarinya kembali membuka mulutnya.

"bagaimana latihanmu hari ini?" wanita lembut itu bertanya.

"seperti biasa, tidak ada yang istimewa" jawab Ji Hyo malas.

"benarkah? Lalu apa kau bertemu dengannya hari ini?"

Ji Hyo menggeleng lemah, "hari ini dia tidak ada jadwal latihan" ucapnya kembali menekuk wajahnya.

"bagaimana bisa kau mengira dia ikut club baseball padahal ternyata ia ikut club sepakbola" yang lebih tua lima menit terkekeh.

"ya, jangan salahkan aku kalau mengira dia ikut club baseball, karena saat pertama bertemu dia memakai topi dan seragam baseball" keluh Ji Hyo.

Ji Hyo memang sering bercerita tentang semuanya-lebih tepatnya kembarannya yang selalu bertanya dan ingin tahu apa yang Ji Hyo lakukan.

"eonnie!" panggil Ji Hyo kemudian.

Merasa terpanggil perempuan yang sedari tadi sibuk membaca buku menoleh sekilas.

"kali ini mau minta tolong apa lagi" seakan sudah hapal dengan tabiat song Ji Hyo.

Ji Hyo hanya terkekeh, "kau selalu tahu apa yang ada dipikiranku"

"ya memang apa lagi kalau tiba-tiba kau memanggilku eonnie, pasti ada maunya" cibir Jin Hye.

"jadi, apa yang kau inginkan?" sambil menutup buku yang ia baca dan mengalihkan atensi sepenuhnya pada Ji Hyo.

"besok ada tugas yang harus di kumpulkan, dan harus mencari referensi dari buku terkenal, karena besok aku masih ada latihan sampai sore jadi,..."

"baiklah apa judul buku itu? Aku juga mau mencari buku lagi" potong jin Hye cepat.

Look at MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang