01⛄

715 22 5
                                        

Happy reading
🕊🕊🕊

Vote and coment!

•••

Cici pov

Pagi ini, cahaya matahari mulai menerobos kaca jendela ku.Burung berkicauan dengan merdu, menari sana dan sini dengan gembiranya.Alarm Doraemon ku berbunyi lantang.Jam menunjukkan pukul 05.30.

Dengan langkah gontai, rambut asal di cepol, dan tidak lupa muka yang berlumuran air liur.Aku bergegas turun dari tempat tidur, berlalu ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi pagi.

Sepuluh menit berlalu, ritual mandi pagi ku telah usai.Kini Aku sedang melipat sajadah dan mukenah Ku, lalu kuletakan di jemuran kecil yang berada di kamar ku.

Suasana sarapan pagi ku berbeda dengan yang lain, suasana hening yang setiap pagi aku rasakan saat ingin sarapan.

Aku sarapan sendirian, dengan ditemani kartun kesayangan ku, yang setiap pagi tayang di Televisi.

•••••

Aku turun dari mobil dengan langkah senang dan gembira.Di sepanjang lorong kelas para cewek-cewek mungkin terheran melihat tingkah aneh ku.Namun, tidak dengan cowok yang melihat tingkah ku.Mereka malahan bersiul dan menggoda-menggoda ku dengan gombalan-gombalan murahan.

Sekilas info tentang diriku, aku adalah cewek yang sering disebut girls most wanted.Delapan puluh persen, cowok penghuni sekolah ini, adalah cowok yang sering menggganggu ku dengan gombalan murahan mereka.Lalu, dua puluh persenvselebihnya, adalah cowok yang memiliki jiwa akurat, atau lelaki normal yang tidak sinting seperti mereka, yang isi otaknya hanya di penuhi pikiran cewek.

Dengan semangat aku masuk ke dalam kelas.Suara cempreng mulai merasuki gendang telinga ku.Bagaimana tidak, bendahara kelas yang ku kenal dia dengan nama Citra, mempunyai keunikan di suaranya, yakni kecemprengan yang sangat istimewanya.

Seriap pagi Citra, atau lebih tepatnya reternir kelas 10 IPA 2.Menagih uang kas kepada para lelaki yang selalu telat membayar uang kas.

Suara khas nya yang menggelegar mampu membuat para lelaki meraung meminta ampun.Dengan begitu para lelaki cepat-cepat membayar uang kas nya, agar gendang telinga mereka tidak pecah, hanya mendengar teriakan cempreng si reternir.

Pintu terbuka lebar.Lalu, menghantam dinding dengan keras."Assalamualaikum, Gaes!"

"Waalaikumsallam"Jawab ku geram, pasalnya membuat ku terkejut."Hey, norak banget sih.Kalau mau salam, ya selow aja!"

"Ck.Iya-iya aku maap udah buat kalian terkejut."Sahutnya agak tak ikhlas.

Aku hanya menggeleng melihat tingkah nya."Emangnya kau kenapa si?, semangat empat lima banget kayaknya."

"Yaampun Cici rope'ah, demi apa pun hari ini aku seneng banget!"Sahutnya gembira dan sedikit berteriak.

"Ck.Rani-rani, nama aku itu Cici dan gak pake rope'ah!"Ucap ku geram."Emangnya kau seneng karena apa si?, gaje sumpah!"

"Umm, gini ya Cici rope'ah.aku itu seneng karena ketemu dia, dia senyum sama aku."Sahut Rani.

Aku mengerutkan alis penasaran."Dia yang kau maksud siapa?"

SENIORStories to obsess over. Discover now