Prolog

46 3 0
                                        

"Lo dimana gue udah nunggu lo dari tadi ".

"Sorry kayaknya gak jadi deh soalnya aku ada urusan ".

"Lo gimana sih gue capek nungguin lo dari tadi , tau gitu gue ajak temen gue ajah".

"Maaf yah".

"Aahk bosen gue denger nya , mulai sekarang kita putus".

"Lohloh gk bisa gitu dong , masak gara-gara masalah gini ajah lo minta putus".

"Gue capek tau gak , punya cewek kayak lo".

"Please lah ngertiin aku---".

"Ah pusing gue ngertiin lo muluh , pokoknya kita putus".

Tut

Telepon diputus sepihak oleh cowo disebrang sana .

"Kenapa sih , kejadian seperti ini selalu terulang ". Ucap Aleta setelah telepon diputus sepihak oleh pacarnya ehh ralat deh mantan pacar maksud nya .

•••

Ayam berkokok mulai terdengar , pagi ini seperti biasa Aleta bangun untuk sholat subuh dan bersiap untuk ke sekolah. Beberapa menit ia bersiap dengan seragam yang rapi dan bersih  , ia turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya . Keluarga Aleta termasuk keluarga yang cukup disiplin walaupun Aleta anak paling kecil atau anak bungsu tapi tetap saja ia harus belajar mandiri , hitung-hitung latihan jika ia harus sekolah jauh dari orang tuanya .

"Pagi mah pah bang", ucap Aleta sambil menuju meja makan

"Pagi sayang " balas mereka bersamaan .

"Mau berangkat sama siapa ta?" Tanya Miko--abg Aleta

"Sama papa aja deh bang sekalian" jawab Aleta

" yaudah cepat gih kamu makan nanti ditinggal papa loh!" Peringat Lita--mama Aleta

" yaudah leta berangkat yah ma" sambil mencium pundak tangan mama Lita

•••

Beberapa menit membelah keramaian pagi hari di kota jakarta akhirnya Aleta sampai di sekolahnya  SMA TUNAS BANGSA , sekolah terfavorit karena siswa-siswi nya yang ber-otak cerdas dan pintar , cantik dan tampan pula . Jangan lupakan juga mereka merupakan anak dari pengusaha pengusaha sukses yang cukup terkenal .

" belajar yang bener yah sayang " ucap Rendra--papa Aleta

" siap pahh" jawab Aleta sambil mencium pundak tangan papa nya .

Masih terlalu pagi tapi Aleta sudah sampai sekolah , jadi wajar saja kalau sekolah masih lumayan sepi hanya beberapa orang saja . Aleta melangkahkan kaki jenjangnya menuju kelasnya XI IPA 3 yg berada dilantai 2 .
Baru saja hendak masuk kelas tiba-tiba dari arah belakang ada yang memanggil namanya dengan suara yang nyaring di sepanjang koridor

"ALETA!!!" Teriak Hana dengan suara nya yang  cempereng .

"Bisa gak manggil gue itu gak usah teriak-teriak" ucap Aleta memutar kedua bola matanya malas .

"Hehe maaf-maaf gue cuma pengen nanyak , gue denger lo uda putus sama Gavin?" Tanya Hana dengan nada penasaran .

"Iya emang gue uda putus sama Gavin". Jawab Aleta santai

"Bener dugaan gue pasti masalah yang sama , kann??". Ucap Hana dengan menaik turunkan alisnya.

"Yahh gitu deh paham sendiri kan lo!" Kata Aleta malas
"Udahlah  ke kelas dulu , ngapai juga ngobrol disini di liatin orang" Aleta langsung pergi meninggal kan Hana sendiri di koridor.

he's someone differentDove le storie prendono vita. Scoprilo ora