Hari Istimewa

989 18 2
                                        

Terkadang waktu begitu cepat berlaluMatahari mulai tenggelam dari ufuk barat, langit perlahan mulai berubah warna menjadi orange. Banyak orang di waktu yang sama menyaksikan sunset entah itu di pantai atau gedung-gedung pencakar langit.

"Kak," panggil Tio lemah lembut sambil mengetuk pintu kamar Freya yang terbuka lebar.

Tak ada sahutan balik satu kata pun dari Freya, Tio mengeritkan alis, memberanikan untuk masuk dan menepuk pundak kakak semata wayangnya itu.

"Kak," panggil Tio lagi.

Freya tetap masih bengong menatap ke arah langit orange sambil senyum-senyum sendiri. Bukan tanpa alasan ia melamun seperti itu, tapi lebih tepatnya sedang membayangkan menjadi seorang pengantin bersama kekasih pujaan hatinya itu.

"Hmm ... KAKAAAK!!" teriak Tio dekat telinga Freya.

"EHHH COPOT! Ya ampun, TIOOO!!!"

Tio terkekeh melihat ekspresi wajah Freya yang terkaget seperti itu. Memang terkadang Tio juga memiliki karakter yang sangat usil.

"Abis dari tadi di panggilan malahan bengong terus. Mikirin kak Archer ya?" goda Tio sambil mencolek dagu Freya.

"Ish! Apaan sih, Dek. Btw ada apa ke sini?"

"Kata Bunda jam 8 keluarga kak Archer jadi ngga?"

"Jadi kok, Dek. Tadi mamahnya telepon ke Kakak," jelas Freya.

BRONDONG IS MY HUSBAND (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang