Hello i'm come back 🤗
Kali ini aku colab again yesss!
Udah cukup lah wkwk.
Happy Reading!!!
🏅🏅🏅
The beginning of the meeting was on good terms, but didn't know the future?
Disebuah taman, terdapat seorang gadis kecil yang sedang bermain dengan boneka gajah kesukaannya. Ia menggoyang-goyangkan boneka tersebut sambil menyanyikan sebuah lagu anak-anak. Disana, ia tidak sendirian. Dia bersama seorang anak laki-laki yang sedang berlari kesana-kemari dengan salah satu tangannya membawa sebuah mainan pesawat terbang.
Anak laki-laki itu terus saja berlari tanpa melihat jalan. Gadis kecil yang melihatnya segera menasehatinya untuk berhenti berlari.
“Hei! Kamu jangan lari-lari gitu! Nanti kalau kamu jatuh!”
Baru saja ucapan gadis kecil itu selesai. Anak laki-laki itu terjatuh. Sesuai ucapannya tadi. Gadis kecil itu berlari menghampiri anak laki-laki yang sedang menahan rasa sakitnya.
“Ih, kamu dibilangin susah! Aku kan tadi bilang jangan lari-lari! Jatuh kan!” omel gadis kecil itu.
Ia mengeluarkan kotak p3k yang selalu berada di dalam tasnya. Mengambil betadine lalu meneteskannya pada lutut anak laki-laki itu.
“Makasih,” ucap anak laki-laki itu kemudian mengeluarkan sebuah gantungan kunci berbentuk dreamcatcher, ”nih buat kamu karena kamu udah nolongin aku. Ya, meskipun awalnya ini buat oma aku sih tapi ngga papa deh ini buat kamu aja. Kamu udah mau nolongin aku.”
“Aku selalu diajarin sama mami buat ikhlas kalau nolongin orang.”
“Aku juga ikhlas. Ini buat kamu.”
“Beneran? Nanti oma kamu ngga marah?”
“Iya ngga.”
Gadis kecil itu tersenyum. Ia menerima dreamcather yang telah diberikan anak laki-laki yang ditolongnya. “Makasih ya.”
Laki-laki tersebut tersenyum. “Disimpen ya.”
Gadis kecil itu mengangguk. Tak lama kemudian, hujan turun dengan derasnya. Anak laki-laki dan gadis kecil itu berlari bersamaan menuju ke sebuah pohon besar untuk berteduh.
Dhuarr!!!!
Suara petir menggelegar begitu saja. Sontak anak laki-laki dan gadis kecil terkejut mendengarnya. Di waktu yang sama, gadis kecil itu memejamkan kedua matanya dan menutup telinganya dengan kedua tangan. Ia takut dengan suara petir! Takut sekali!
Gadis kecil itu langsung menangis tanpa henti. Anak laki-laki yang bersamanya langsung menghibur dan menyemangati gadis kecil itu untuk tidak menangis. Ia berusaha menenangkannya tetapi usahanya gagal. Gadis kecil itu tidak mau berhenti menangis.
Tiba-tiba terdengar seorang ibu-ibu yang memanggil nama seorang anak. Sepertinya mencari anaknya? Iya anaknya.
“Ara! Kamu dimana sayang?” teriak ibu-ibu itu.
“Ara!”
Ibu-ibu itu terus memanggil anaknya hingga ia bertemu dengan anak laki-laki dengan seorang gadis kecil yang masih menutup mata dan telinganya.
Ibu itu langsung memeluk gadis kecil itu.
“Ya Allah Ara! Kamu itu udah buat khawatir Mami! Lain kali jangan main jauh-jauh. Kalau mau main bilang Mami dulu,” omel ibu itu yang ternyata mami dari sang gadis kecil.
“Maaf Mi, Ara janji ngga akan ngulangi lagi,” ucap gadis kecil itu sambil menangis.
“Makasih ya udah jagain Ara tadi. udah ngehibur Ara,” ucap Mami Ara.
“Iya tante sama-sama,” jawab anak laki-laki itu.
Mami gadis kecil itu membawanya pulang.
“Sampai ketemu lagi!” ucap Ara sambil melambaikan tangan ke arah anak laki-laki itu.
Setelah kepergian Ara dan maminya, anak laki-laki itu berlari menuju rumahnya. Ia tidak menghiraukan air hujan yang mengguyur tubuhnya. Sesampainya di depan rumah, ia melihat omanya sedang berkacak pinggang sambil melihat dirinya dengan tatapan tajam. Tajam sekali. Sepertinya, oma anak laki-laki itu akan memberi dirinya sebuah amanat.
“Maaf Oma,” ucap anak laki-laki itu.
“Lain kali kalau main jangan lama-lama! Apalagi sampai hujan-hujanan kayak gini! Trus itu lutut kamu kenapa?! Jatuh lagi?” omel oma anak laki-laki itu.
“Yaudah sana mandi dulu biar kamu ngga sakit.”
“Iya Oma.”
🏅🏅🏅
Gimana awalnyaaa??
Don't forget to click star below 👇, comment👉, and share with your friends yesss👥?
Oke thank youuuuu❣
Love all <3
VOUS LISEZ
COMPLICATED
Roman pour AdolescentsTentang ada, namun disia-sia. Tentang menetap, namun tak teranggap. Tentang menyayangi, namun tersakititi. Bagi Devano, Ghea adalah virus yang selalu menyusahkan hidupnya. Bagi Ghea, Devano adalah badai yang selalu mencampuri urusannya. Ini adal...
