Dae, sahabat itu seperti kedua mata kita...
Berkedip, melihat dan memejam sama-sama...
Zai menutup buku 1000 burung kertas untuk Dae dan membacakannya di hadapan Jei yang sedang sibuk dengan rumus matematika.
"Menurut kamu Jei, Sahabat itu seperti apa?"
Jei melihat Zai, ia meletakkan pulpen di atas meja belajarnya.
"Kamu nangis baca novel?" Jei bukan menjawab, ia malah bertanya kembali ke Zai.
"Habisnya sedih banget,"
Jei tertawa melihat Zai yang menangis hanya gara-gara membaca sebuah buku. Jei memang suka baca buku, tapi lain waktu, katanya. Dia sibuk dengan rumus-rumus matematika yang enggak ada habisnya. Alhasil gak sempat baca novel. Kini ia lihat Zai yang tengah galau membolak-balikkan novel 1000 burung kertas karya Keisha Sarang, beberapa menit kemudian nangisnya makin keras dan sesegukan, matanya sembab dan memerah. Jei sampai geleng-geleng sendiri melihat Zai.
.
.
Jangan lupa Vote, Comey, dan Share. Ini cerita ke berapa ya, lupa 😁. Cuma yang pertama di publikasikan di wattpad.
YOU ARE READING
Zai & Jei
General FictionKetika si pendiam bertemu si berisik yang selalu buat keributan. Ketika dua orang saling berjanji namun saling mengingkari, yang awalnya menyayangi namun juga terlahir rasa benci. Ketika ada misteri yang tersembunyi tanpa di ketahui, saat waktu jad...
