"Aku mau kita putus!"
What the ****
Siang hari lagi terik-teriknya mendadak berubah menjadi hitam berawan dengan geledek menggelegar lantaran ucapan wanita cantik disampingya ini.
Remada Septaadjie
Pria berusia 32 tahun yang memiliki peminat sana-sini tetapi begitu setia dengan satu orang wanita.
"Ka--kamu ngomong apa?"
"Sayang, aku ini udah 27 tahun dan tahun ini usiaku 28. Aku ga mau jadi perawan tua."
"Hmm"
"Kamu enak, mau nikah usia berapapun ga ada masalah. Lah, aku? Papa mama udah negur aku untuk segera nikah. Kamu tau nggak sih, temen-temen aku udah pada punya cucu."
Are you kidding me!
Memangnya wanita ini nenek gaul apa? Bisa-bisanya teman-temannya sudah memiliki cucu.
"Aku pasti ngelamar kamu. Tapi, bukan sekarang... "
Mada mencoba memberikan pengertian dengan penuturan halusnya.
"Sampai kapan? Sampai rambut kamu ubanan dan kulit aku kendor? Baru kamu mau lamar aku? Mada! Kita udah pacaran selama 6 tahun. Dari jaman anak tetangga komplek sebelah kelas 1 nyampe lulus SD, kitanya masih stuck disini. Mada, i'm begging for the last time. It's about how you treat me as your girl. Marry me or leave me! "
"Wait.. Kamu tau kan, aku-, "
"Kamu apa? Detektif yang selalu sibuk dengan pemecahan kasus dan lebih memilih kencan dengan tumpukan dokumen daripada aku!"
Mada mengusap kasar wajahnya dan menghembuskan napas jengah. Dia mencintai wanita ini, sangat malahan. Namun, pekerjaannya juga hal yang harus diprioritaskan, apalagi ini menyangkut kehidupan seseorang. Dia harus memeras otak untuk memecahkan kasus kejahatan dan mengesampingkan kencannya.
"I'm sorry Mada, someone loves me more than you. He shows his sincerity."
Tangan wanita itu mengambil sesuatu dari slingbag di pangkuannya. Wanita itu menyodorkan kertas tipis yang tak lain adalah undangan pernikahannya.
"Papa menjodohkan kami. Pria itu adalah pengusaha minyak bumi sukses. Ya, walaupun umur kami terpaut cukup jauh, tapi setidaknya om Gesta-, "
"Om? Kamu mutusin aku dan memilih nikah dengan om-om?"
Wanita itu menggigit bibir bawahnya dan bergegas meninggalkan Mada. Dari sudut mata Mada, dia melihat seseorang yang ia taksir sudah berkepala lima, turun dari mobil mewah yang berhenti di depan taman. Sungguh, lelucon menggelitik namun tak mampu mengundang tawa Mada. Pria itu seumuran dengan ayahnya. Wanita tadi lebih cocok sebagai anak pria tua itu daripada istrinya.
Mada memejamkan matanya, lalu membuka perlahan dengan tatapan menelisik nama yang tercetak pada undangan itu.
Yolandiva Hamadi
Putri semata wayang keluarga terpandang, Jaya Hamadi. Panggilan sayangnya Lala. Wanita anggun nan cerdas, merupakan seorang jaksa dengan kemenangan kasus nyaris sempurna. Selama ini, Lala selalu berhasil menjebloskan terdakwa ke balik jeruji besi dengan kinerjanya, mengalahkan pengacara kondang dalam persidangan.
Tidak suka pedas maupun manis. Pecinta segala hal berbau matcha. Alergi dengan seafood dan tidak terlalu tertarik dengan dessert. Orang yang selalu membuatkan kopi seduh untuk Mada. Memiliki kebiasaan tidur on time jam sembilan malam. Bukan pecinta hujan karena akan sakit jika terkena airnya. Lebih nyaman menggunakan kitten heels daripada wedges apalagi stiletto. Warna favoritnya adalah biru. Rutin merapikan rambutnya tiap dua minggu sekali----
Dan masih banyak lagi perihal Lala yang dihafal Mada diluar kepala. Miris, wanita yang selama ini ia idamkan, menjadi bagian salah satu doanya, dan yang rencananya akan ia lamar justru meninggalkannya untuk menikahi pria tua.
.
.
.
.
.
Hola...
Gimana?
Puas ga sama prolognya? Penasaran?
Tunggu parta lanjutannya yay.
Jan lupa votments supaya authornya rajin upload part baru 😀 mwehehehehe
@er.liana
@AyariLand 🐦
ESTÁS LEYENDO
Cringe Boy & his angel
RomanceCuek ✔ Jutek ✔ Bau ketek ❌ Detektif sempurna yang siap menjerat wanita dengan pesonanya. Digandrungi semua kalangan mulai anak SMA hingga nenek tua renta. Maskot calon suami idaman baik wanita maupun (pria). Memiliki tampang menggiurkan dengan anug...
