Terlihat seorang gadis asing berambut panjang terurai dan berlesung disebelah kanan pipinya, berjalan sendirian menuju sekolah, dan tak ada satupun siswa yang mengenalnya.
Tiba - tiba ada seseorang siswa yang sedang berjalan bersama teman - temannya sembari bercanda sehingga tak sengaja menabrak dan menginjak kaki gadis asing tersebut dan orang tersebut bernama Bima.
"Aduuh!" gadis itu meringis kesakitan.
"Eh eh sorry " sahut Bima
"Makanya kalo jalan tuh liat - liat dong, aduuh sakit banget kaki gue" gadis itu bergumam.
"Yamaap lah kan ga sengaja, biasa aja dong gausah ngegas segala ngapa" Bima sembari mendongkakan sedikit kepalanya.
Tenggg!! Tenggg!!!
Bell yang menandakan segera dimulainya pelajaran.
"Awas aja ya lu kalo ketemu lagi" ucap gadis tersebut sembari pergi berjalan.
"Udah - udah bim cewe gausah diladenin" ucap salah seorang temannya Bima.
Semua murid telah masuk ke kelasnya masing - masing.
***
Terdengar suara langkah kaki dari koridor kelas berjalan menuju kelas XII IPA 3, dan bu guru masuk ke kelas bersama seorang gadis asing, semua murid mengerutkan jidatnya seraya bertanya di dalam hati " Siapakah gadis cantik nan manis itu? "
"Selamat pagi anak - anak" Ibu guru menyapa.
"Pagi buuu" sahut murid kelas.
"Hari ini kita kedatangan siswa pindahan dari sekolah lain dan dia hari ini akan mengikuti pelajaran dikelas ini, silahkan Shabrina untuk memperkenalkan diri".
"Iya bu, hallo semuanya perkenalkan nama saya Shabrina biasa dipanggil Shasa" ujarnya.
"Hai Shabrina" Sahut murid kelas.
"Bim - bim" panggil Odang teman sebangku Bima.
"Apasi Dang?" Bima sambil membuka matanya mengantuk karena abis begadang tadi malam.
"Itukan cewe yang ga sengaja lu injek tadi di depan gerbang" Odang sambil mengarahkan pandangan Bima kepada gadis tersebut.
"Mana?" Kata bima seraya mengangkat wajahnya, "Wah iya dang, dia murid baru dikelas ini?"
"Iya bim dia tadi udah perkenalan namanya Shabrina" sahut Odang.
Kebetulan dikelas tersebut ada kursi yang kosong di sebelah Winda dan kursi tersebut berada disamping kursi Bima.
"Silahkan nak Shabrina bisa duduk di sebelah Winda" kata Bu guru mempersilahkan duduk kepada murid baru tersebut.
Shabrina pun melangkah mendekati bangku Winda, shabrina merasa ada seseorang yang memperhatikannya, lantas ia menoleh kearah orang tersebut. Begitu kagetnya shabrina setelah tahu bahwa yang memperhatikannya adalah cowok yang tadi menginjak kakinya.
"Kenapa lo disini?" tanya Shabrina dengan lirikan yang sinis.
"Emang kelas gue disini," sentak Bima, "lo ngikutin gue yaa?" tanya Bima.
"Idih kegeera-an banget si lu jadi cowo" ujar Shabrina
"Hey hey ada apa dibelakang ribut - ribut Bima?" tegur Ibu guru.
"Ga papa kok Bu" ucap keduanya ber barengan.
"Hih apa si lo ngikut - ngikut gua mulu" Shabrina sembari mendelik
"Lu tuh yang ngikutin" jawab Bima.
"Yasudah kalo tidak ada apa - apa Shabrina kamu sekarang bisa duduk karena pelajaran akan segera dimulai" kata Ibu guru.
YOU ARE READING
Bima & Shabrina
Teen FictionMenceritakan tentang kisah anak SMA yang baru mengenal cinta.
