Kenalan sama tokoh dulu

100 14 26
                                        

Reyhan saputra adijaya, anak kedua dari Novi dan Fauzan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Reyhan saputra adijaya, anak kedua dari Novi dan Fauzan. Tamatan SMA baru mau daftar tes Polisi intel Atau bisa di bilang polisi yang menyamar menjadi pereman untuk menyelidiki kasus tertentu. Reyhan keras kepala, pemberani, baik,penyayang,sopan,ramah, playboy.

 Reyhan keras kepala, pemberani, baik,penyayang,sopan,ramah, playboy

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Faiz rahmad hidayatullah, anak pertama dari Fauzan dan Novi. Lulusan universitas terbaik di jakarta. Dan memulai karir sebagai dokter beda di salah satu rumah sakit terbesar di jakarta. Faiz sabar, tidak ingin mencari masalah, sopan,baik,ramah,tidak mudah jatuh cinta.

 Faiz sabar, tidak ingin mencari masalah, sopan,baik,ramah,tidak mudah jatuh cinta

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Fauzan, Ayah Faiz dan Reyhan sekaligus suami Novi. Bekerja sebagai mangajer perusahaan omnya sendiri. sabar,penyayang, suka nurutin apa kata istri, kebanyakan diem dari pada ngomong. Kalau ngomong yang penting aja, tegas kepada anak.

 Kalau ngomong yang penting aja, tegas kepada anak

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Novita sari. Ibunda dari Faiz dan Reyhan. bekerja sebagai ibu rumah tangga. penyayang,perhatian,sedikit bawel, gampang nangis, gampang sakit hati kalau di bentak.


Ok. Lanjut di Part pertama ya😊

Pov Faiz

Bagaimana bisa aku mempunyai adik seperti dia. di nasehatin selalu membangkang. Aku tidak habis pikir dengan jalan pikirnya. Jam sudah pukul 11 malam dan Rayhan belum juga pulang, kalau dulu aku mengerti saat Abi bertanya ingin mempunyai adik atau tidak. Seharusnya aku memilih untuk tidak, kenapa aku bisa di bodohi dengan percakapan konyol dan lebih bodohnya lagi aku menyetujuinya. Oke fine tidak masalah kalau memang benar aku mempunyai adik perempuan yang bisa di atur lah ini aku  mempunyai adik lelaki yang pembangkang! Ini alasanya aku tidak ingin mempunyai adik pria. Menyusahkan! mencari masalah!

Aku sudah mengelilingi kota mencarinya. Hasilnya Zoonk, sia-sia. Kalau ini bukan karena Umi yang menyuruhku untuk mencarinya, aku tidak akan sudih! mencari adik laknat sepertinya.

Lelah sudah mencarinya mengelilingi kota, aku memutuskan untuk kembali ke rumah.

Mendengar suara mobil terparkir di halaman rumah, itu pasti Faiz. Novi bangkit dari tempat tidurnya meninggalkan Fauzan yang sudah tertidur pulas.

"Faiz, kamu udah pulang. Rayhanya mana? udah ketemu?" tanya Umi menghampiriku yang baru masuk kedalam rumah.

"Gak ketemu Mi. Biarin aja lah Mi nanti juga pulang sendiri dia juga udah gede, cowo juga. Jadi Umi gak usah pikirin Rayhan." ucapku duduk di sofa menyandarkan punggungnya.

Lelah mencarinya Bocah tengil yang keluyuran gak jelas menyusahkan! orang tua. Faiz sudah benar-benar penat mencari Rayhan seharian penuh, ia relakan meninggalkan perjaanya untuk izin. Demi mencari sang adik.

"Gak boleh gitu Iz, walaupun cowo udah gede tapi ini udah malam. nanti kalau dia ikut tawuran lagi gimana kan bahaya Iz. Kamu cari lagi ya adik kamu sampai ketemu, kalau gak Umi gak bisa tidur." ucap Novi menatap Faiz nanar.

Faiz melihat ibundanya meminta dengan begitu tulus. Tidak tega rasanya untuk menolak keinginanya. Faiz menghela nafas berat. "oke Umi, sekarang Umi tidur aja nanti Faiz cari Rayhan." ucap Faiz menggiring Novi sampai kedepan kamar.

"Makasih ya, nak." Faiz menganguk mencium kening Novi. "Sekarang Umi masuk." ucap Faiz membukakan pintu kamar.

Faiz melangkah dengan cepat keluar rumah setelah mendengar suara motor Rayhan berhenti tepat di depan rumah.

"Dari mana?" tanya Faiz menatap Rayhan yang baru masuk kedalam rumah.

"Bukan urusan lo, bang." ucap Rayhan lalu pergi melewati Faiz. Dengan cepat Faiz memegang pundaknya agar berhenti. Dengan cepat Rayhan menepis tangan Faiz.

"kamu bilang apa? bukan urusan aku. Gimana bukan urusan aku kamu itu nyusahin orang, aku nyariin kamu ke mana-mana tapi gak ke temu. Aku tanya sama teman kamu juga gak ada yang tau. Umi gak bisa tidur gara-gara mikirin kamu. Mikir Ray! kamu itu udah gede, Jangan berprilaku seperti bocah."

"lu gak tau apa-apa. Jadi lu diem aja, dan ya gue masih kaya bocah! beda dengan lu yang dewasa hafiz qur'an seorang dokter. sementara gue? berandalan.! gitu kan maksud lo." ucap Rayhan meninggikan nada bicaranya.

"Jaga bicara kamu, jangan bersikap kurang ajar. Aku ini lebih tua dari mu."

Novi yang mendengar ada suara kegaduhan dengan cepat keluar kamar. "Rayhan nak, kamu dari mana. Ini sudah malam kamu baru pulang. Kemana saja kamu nak Umi khawatir sama kamu."

Keduanya melihat Novi yang berjalan mendekatinya langsung berubah menjadi seorang kakak beradik yang akur. "Ah Umi, ini Ray tadi abis daftar tes jadi polisi. Dan Alhamdulillah lulus mi. Emang tadi banyak banget tesnya jadi pulang malem kaya gini deh." ucap Rayhan jujur merangkul Novi membawanya untuk duduk.

'ekting yang luar biasa' ucap Faiz dalam hati melihat Sifatnya berubah menjadi malaikat. Entahlah kedua orang tua mereka bisa mempercayai ekting antara saudara yang bertolak belakang.

"Oh Alhamdulillah kalau gitu, umi khawatir. Abang kamu juga ikut khawatir nyariin kamu dari siang tadi." Rayhan melihat Faiz sekilas lalu kembali menatap Novi.

"Makasih ya bang. Udah mau nyariin aku, maaf juga udah nyusahin Abang sama Umi."
Faiz hanya tersenyum palsu di hadapan Novi. Sementara Novi mengusap usap rambut Rayhan dengan lembut.

"Umi istirahat ya. Rayhan juga udah pulang kan. Jadi umi tidur dengan nyenyak ok."




sedikit aja dulu ya. jang lupa voment

to be contune

PERBEDAANWhere stories live. Discover now