We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

5~Mabrother

173 3 0
                                        

"Ini bukan hanya tentangnya, namun ini tentang aku, kamu, dan masa lalu"

~~~

"Abang mau kemana?" Caca yang tengah duduk disofa seraya menonton tv menatap Kakaknya yang sudah berpenampilan rapi memakai Kaos putih polos yang dilapisi jaket hitam dipadukan dengan celana coklat.

Raga yang hendak melangkah keluar rumah sontak terhenti karena pertanyaan Caca "Pergi ke rumah Fahri bentar, Caca dirumah aja ya sama bunda" jawab Raga seraya menatap lembut adiknya.

"Gak mau, Caca bosen dirumah terus. Bunda juga mau pergi arisan. Caca ikut abang aja yah" ujar Caca dengan tatapan memohon.

Raga menghembuskan napasnya kasar "Yaudah sana ganti baju" suruhnya.

Caca berjingkrak senang karena Raga mengijinkannya pergi bersama, Ia segera berlari menuju kamarnya untuk berganti baju.

Beberapa menit kemudian Caca sudah kembali dengan memakai hoodie dengan telinga kelici di topi hoodienya yang dipadukan dengan rok hitam diatas paha dan juga sneakers putihnya.

"Ayo" Ujar Caca seraya berdiri didepan kakanya itu.

Raga memperhatikan penampilan Caca dari atas ke bawah "Kenapa pake rok pendek? ganti!" suruh Raga dengan nada tak suka.

"Gamauuu.. Caca pengin pake ini gak mau ganti" tolak Caca.

"Ganti Ca!" paksa Raga.

"Gamau" Caca kembali menolak, akhirnya Raga membiarkan Caca memakainya, memang adiknya itu sangat keras kepala.

Mereka berdua berjalan bersama menuju bagasi, karena akan mengambil motor sport milik Raga.

Beberapa menit kemudian Raga dan Caca sampai dirumah mewah milik Fahri, mereka langsung masuk kedalam rumah setelah diijinkan oleh pembantu dirumah Fahri.

Lalu Fahri muncul dari dalam dengan berjalan menggunakan tongkatnya.

"Kak Fahriii" ucap Caca senang kemudian berlari dan menghambur kepelukan Fahri. membuat Fahri sefikit terhuyung kenelakang karena Caca.

Raga yang melihatnya langsung menarik Caca menjauh dari Fahri "Ngapain sih peluk-peluk Fahri!" Kata Raga dengan marah seraya menatap Caca kesal.

"Caca kangen sama bang Fahri" ujar Caca kembali memeluk Fahri.

"Yaudah gak usah pelukan juga Ca" Kata Raga dengan nada tak suka.

"Iya deh"

"Eh, kak Ela dimana bang?" Tanya Caca kepada Fahri, Ia menanyai Ella, kakak kandung fahri.

"Dikamar paling. Biasa dia lagi ngeliatin oppa oppa korea" jawab Fahri seraya mengangkat dagunya asal menunjuk dimana kakaknya berada.

Wajah caca berbinar mendengar penuturan Fahri "Waahh.. Caca kesana ya bang" ijin Caca kepada Raga, yang dibalasi anggukan oleh Raga.

Caca segera berlari menuju Kamar Ella dengan semangat 45. Menyisakan Raga dan juga Fahri diruang tamu tersebut. Keduanya duduk bersebelahan disofa milik Fahri.

"Ga" panggil Fahri, yang membuat Raga menatap sahabatnya bingung.

"Gue perhatiin lo lama lama makin posesif sama Caca, kenapa?" Tanya Fahri to the point.

Terlihat perubahan pada raut wajah Raga "Emang salah? Caca adik gue. Suka suka gue dong" ujarnya dengan nada kesal.

"Bukannya gitu. Aneh aja" kata Fahri meragukan jawaban Raga.

"Bacot! Gue butuh bantuan lo nih"

****

Sepulang Sekolah

"Nitip ya Ca"

"Aku juga"

"Nih, Nitip heheh"

"Gue juga nitip"

"Gue juga dong! inget jan sampe ketuker Ca! itu mahal"

Caca menerima semua hadiah yang diberikan temannya dengan susah payah, bahkan tak muat lagi ditangan kecil Caca. Ia meminta bantuan Melia untuk membantunya membawa ke mobil miliknya, lebih tepatnya mobil ia dan Raga.

Mereka berdua berjalan dengan susah payah ke arah parkiran.

"Duh Ca! Kesel banget gue! Mau aja sih lo disuruh suruh gitu! kan jadi ribet" Keluh Melia saat ia meletakan semua kado yang dibawanya disamping mobil Caca.

"Gapapa Mel" Jawab Caca.

"Btw nanti semua kadonya diterima Kak Raga atau gimana?" Tanya Melia menatap satu persatu tumpukan kado itu.

"Bang Raga buang semuanya Mel. Ujung ujungnya Caca yang buka, kasian juga mereka udah buat kado susah susah malah dibuang sama bang Raga"

"Lagian mereka sok kecentilan banget sih! udah tau abang lo holkaynya gak akan habis 7 turunan malah dikasih kado yang mungkin isinya gak seberapa itu" Opini Melia geram dengan sifat teman temannya yang terlalu alay menurutnya.

"Yaudalah gue cabut dulu" pamit Melia.

"Dadah Mel. Tiati dijalan" Balas Caca.

"Yoi" Kata Melia kemudian berjalan menjauh, Meninggalkan Caca sendirian di sebelah mobilnya sembari Menunggu Raga.

Hingga pandangan Caca jatuh pada gadis cantik yang tengah berjalan anggun kearahnya.

"Ca" panggil wanita itu ketika sampai didepan Caca.

"Eh ini kak Marcel?" tanya Caca dengan wajah polosnya. Wanita cantik dihadapannya ini mengangguk sebagai jawaban.

"Caca mau bantu gue?" pinta Marcel kepada Caca.

"Bantu apa kak?" tanya Caca dengan wajah polos.

Marcel menyodorkan sebuah paper bag berukuran sedang kehadapan Caca "Tolong kasih ini ke Raga, hadiah dari gue karna kakak lo menang turnamen basket kemarin"

"Ah iya kak. Pasti nanti Caca kasih ke bang Erga" jawab Caca seraya menerima paper bag itu.

"Tapi pliss Ca. Bilang ke Raga jangan buang hadiah gue. Gue buat itu susah payah, tolong hargain yah"  ucap Marcel dengan nada memohon.

"I-iya kak" jawab Caca.

"Makasih adik ipar" Kata Marcel seraya menepuk nepuk pelan kepala Caca dengan senyum dibibirnya lalu berjalan menjauh.

"Adik ipar?" Gumam Caca.
.
.
.
Bantu vote dan komen dong guys...nanti akh lanjut kalo banyak yg tertarik sama cerita ini
Makasiih

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 05, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

My Sweet Brother RagaStories to obsess over. Discover now