21 juli 2018, awal dari kisah ini dimulai. Sherin masih saja terdiam, tenggelam dalam lamunannya, sejak subuh dia seperti ini, entah apa yang mengganggu fikirannya.
Beberapa minggu ini dia memang sedang memikirkan sesuatu, tepatnya dia sedang memikirkan harinya yang begitu begitu saja, tidak seperti dulu, harinya menjadi abu abu sekarang.
Sherin membuka hpnya, berharap mendapat pencerahan disana. "Huft, sepi amat gak ada chat, ni hp apa kuburan si?" Ucap sherin kesal, dia memilih untuk membuka group chat SMPnya saja. Matanya mulai fokus melihat daftar peserta di group itu. Sampai akhirnya dia menemukan salah satu nomor yang membuatnya penasaran, bahkan membuat dirinya seperti tertantang untuk mengirimkan pesan ke nomor itu.
"Ah, tapi masa cewe yang chat duluan, kan gak lucu", fikir sherin, "tapi gak papa lah ya, sekali ini aja deh, besok gak lagi lagi deh" lanjutnya.
Sherin membuka room chatnya, jari jari mungilnya mulai menari nari diatas layar ponselnya, merangkai kata yang akan dikirimkan pada nomor yang membuatnya tertantang tadi. "Hai kak, kaka masih inget gue gak? Gue junior kaka di SMP dulu", tulisnya, "eh, tapi kok baru pertama chat udah panjang lebar gini, apa gue say hai aja kali ya? Iya aja deh"
"Hai", pesannya sudah terkirim. Sherin merasa ada yang aneh dengan dirinya, kenapa dia gelisah, kenapa dia takut jika pesannya tidak terbalaskan.
"Apa gue tarik lagi aja ya pesannya?", entah dari mana niatan bodoh itu berasal, "eh, tapi jangan deh, nanti dikira gue cewe gak jelas", lanjutnya setelah mendapat hidayah.
Dungding
Suara notifikasi pesan terdengar jelas, jantung sherin mulai berdetak tak karuan. Benar saja, pesannya terbalaskan.
"Iya, siapa?"
"Ini gue kak, Sherin, Hana Sherina Rusadi, dulu gue junior kaka diSMP, lo inget gue gak kak?", tulis sherin dengan tangan gemetar,
"Ohh, iya gue inget kok, dulu kelas kita pernah sebelahan kan?"
"Hehe, iya kak, lo masih inget aja", balasnya senang karena pesannya terbalaskan dengan sangat baik.
Mereka pun mulai akrab, saling bertukar cerita, menceritakan masa SMP mereka. Sherin merasa seperti dirinya terbawa lagi ke masa itu, begitu juga dengan Rey. Ya, namanya Reyhan Rezki Setiadi, biasa dipanggil Reyhan, atau kak Rey, nama panggilan yang disukai sherin. Reyhan inilah yang menarik perhatian sherin.
Sherin memang sudah mengagumi Reyhan sejak mereka SMP, prestasi dari seorang Reyhan Rezki Setiadi yang membuatnya terkagum kagum, begitu pula dengan kepintaran dan wajah tampannya.
Menurut Sherin, Reyhan adalah orang yang bisa dibilang bersifat dingin, dia terlihat cuek, bahkan bodo amat jika ada cewe yang mendekatinya. Tetapi sebenarnya Reyhan adalah orang yang sangat perduli terhadap teman-temannya, apalagi terhadap sekitarnya, dia hanya tidak suka jika ada cewe yang mendekatinya. Reyhan memiliki hati yang hangat dibalik sikap dinginnya.
Itulah yang membuat sherin tertarik dan kagum dengannya. Tapi benarkah dia hanya sebatas kagum pada reyhan? Atau apakah sebenarnya Sherin menyimpan rasa untuk Reyhan? Apakah Sherin mulai tertarik untuk mendekati Reyhan? Atau dia hanya ingin menaklukan sifat dingin Reyhan? Ah entahlah.
YOU ARE READING
Langit & Bumi
RomanceSejauh bumi dan langit, sejauh itu pula perbedaan kita. bagai sebutir debu dan bulan, seperti itulah kau dan aku. Apakah perbedaan bisa menyatukan kita, akan kah kau yang selalu terpancar indah dan menawan bisa bersama dengan ku yang sangat biasa sa...
