-HAPPY READING-
Setelah libur panjang sekolah telah habis, kini tiba saatnya untuk seluruh pelajar kembali kesekolahnya masing-masing untuk memulai semester baru. Hari ini adalah hari pertama Ara akan duduk dibangku kelas 11 disekolahnya yang ternama, dan tepat dihari ini pula Ara berumur 17 tahun. Ara selalu ingat dengan hari ulang tahunnya, namun ia selalu lupa akan hari sekolahnya.
Pagi ini Ara bangun lebih pagi dari biasanya, bukan mandi yang dilakukannya setelah bangun dari mimpi-mimpi yang ia ciptakan sendiri, ia malah sesegera mungkin membuka ponselnya berharap teman-temannya mengirimkan ucapan selamat lewat pesan atau apapun yang berkaitan dengan sosial media.
Warasplis
-senyap-
Yah. Tak ada satupun pesan masuk dari grup chat yang berisi sahabat-sahabat Ara, padahal hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh gadis mungil ini. Ia pun menyerah untuk menunggu pesan dari para sahabatnya dan beranjak keluar dari kamar lalu menuju ke ruang makan untuk mengingatkan seisi rumah bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.
"Bunda!! Ayaaahh!!! Abangggg paling gantengggg!!!! Inget ga kalian hari ini hari apa ?" tanya Ara keseluruh makhluk yang ada di ruang makan.
"Hari ini tuh, hari pertama lo sekolah dan nyari kursi dikelas 11, dan 15 menit lagi pagar sekolahan lo bakal ditutup" jawab Tio abang Ara dengan sesantai mungkin.
"What thee?!!!!!! Astaagaaaa Ara lupa!! Kenapa kalian ga bangunin Ara sih!!!"
Setelah diperingatkan oleh Tio, Ara pun berlari kekamar dan bersiap-siap untuk ke sekolah.
————————
"Kriiiiiinggggg" tepat bel berbunyi dan Ara sudah berada didepan pagar. Ia pun bergegas lari sekuat tenaganya menuju kelas barunya. Disepanjang koridor ia selalu menyempatkan melakukan kebiasaannya walau sambil berlari, menjahili sepasang kekasih yang sedang bermesraan adalah hobby nya. Namun ketika ia lengah pada kecepatan larinya, ia pun berhasil menabrak pria kutilang yang sudah 1 tahun sekelas dengannya namun tak pernah terjalin pertemanan yang baik terhadap keduanya karena Ara yang tak suka dengan tampang serta kelakuan si pria.
"Aaawwwwww!! Ih kalo jalan tu pake mata bukan pake kaki!! Kan baju Ara jadi kusut!!" Ara berteriak memaki seseorang yang ia tabrak sebelum ia mendongak. Pria itu pun bertekuk lutut didepan Ara dan menatap Ara jahil.
"Hai zezen.. Apa kabar? Lama ga ketemu, lo makin chubby ya zen, makin jail juga ahahahaha" Tawa pria itu pecah seiring Ara yang mendongak tak menyangka dengan siapa ia bertabrakan.
"Rafkaaa?!! Lo kenapa ga pindah sekolah aja si ?!! Cowo jelek kaya lo tu ga pantes sekolah disini!" Ara memaki tanpa mengontrol apa yang ia ucapkan. Tanpa merasa bersalah Ara pun bangkit dari jatuhnya dan berlalu begitu saja.
"ZENSKIA MAURA! ELO YANG BILANG GUA JELEK HARI INI ADALAH ELO YANG AKAN NGEJAR-NGEJAR GUA DIKEMUDIAN HARI! INGET ITU ZEN!" teriak Rafka dengan seringaian bangga atas apa yang ia ucapkan.
Bagaimana dengan Ara ? Tak sedikitpun Ara memperdulikan ucapan Rafka yang terdengar murahan ditelinganya. Ia berlalu tanpa menoleh sekali pun ke arah Rafka yang sudah jauh berada dibelakang nya.
————————————————————
Tbc.
Gimana guys ?
Kalian setuju ga sama apa yang dibilang Rafka ?
Jangan lupa vomment ya guys:)
Ily❤
BẠN ĐANG ĐỌC
Two Failures
Teen FictionZenskia Maura, gadis mungil berparas manis yang kerap kali menjadi pusat perhatian di International High School. Bukan karena ia pandai dalam segala hal, namun karena tingkah jail dan polos nya yang selalu mampu membuat orang disekitarnya tertawa le...
