prologue

12 1 0
                                        

Choi Eun Ra duduk disalah satu kursi taman belakang rumah sakit. Supaya tidak terlihat dan tidak terlalu ramai untuknya sendiri. Ia memandang lurus dan kosong,pikirannya berantakan sekarang. Ia menunduk dan memijat pelipisnya diiringi isak tangisannya.

"apa ini??mengapa ini sangat membebani pikiranku??aku ingin merasakan ketenangan sejenak-"

"untuk apa aku memikirikannya terlalu jauh??sudah pasti dia akan sembuh!!"

Tangisannya semakin menjadi. Beruntung,tidak ada yang melihatnya menangis. Hanya dia seorang yang ada di taman belakang ini. Adapun orang yang lewat,mungkin tak melihatnya yang sedang duduk di dekat pohon.

"kumohon...berikan aku berita bagus,aku ingin mendengarnya,aku ingin Mama segera sadar."

Sesaat tangisnya terhenti. Melihat seekor kucing yang tengah mengeong tanpa henti.
Ia mengambil kucing itu dan meletakkannya diatas pangkuannya.

"hai,manis...kau juga sendiri??sama sepertiku??kalau gitu,kita berteman saja."

Dia gila??ya dia memang sudah gila. Penampilannya yang tak layak dilihat,rambut yang acak-acakan dan wajah yang membengkak karena menangis seharian. Ditambah,ia berbicara dengan kucing yang hanya mengeong.

"andai saja,aku yang merasakan sakit yang diderita Mama,mungkin saat ini Mama tidak akan bersusah payah berjuang demi hidupnya. Apa kau sama sepertiku juga??ibumu juga tidak ada disisimu??"

Lagi-lagi dia bertanya dengan kucing itu.
Ia menatap ke langit yang sudah mulai mendung. Tapi,ia tidak mau pergi kemanapun,ia ingin tetap di posisinya sekarang.

"Andai saja,aku tahu penyakit Mama,mungkin Mama tidak sampai seperti ini. Sangat bodoh,tentang Mama saja aku tidak tahu.aku anak yang tidak berguna??"

Lagi-lagi ia menangis.

"berhentilah menangis.itu hanya semakin membuatmu tertekan dan menyalahkan dirimu sendiri."

Seseorang datang dan duduk disamping Eun Ra. Min Yoongi ,adalah kakak sepupu laki-laki Eun Ra. Min Yoongi tersenyum manis dan merangkul Eun Ra sambil mengelus rambut Eun Ra denga lembut.

"Yoongi....."lirih Eun Ra sembari memeluk Yoongi dengan eratnya dan terisak.

"sudahlah,jangan menangis.wajahmu terlihat menakutkan,dan kau membuatku sulit bernapas karena terlalu erat memelukku." kata-kata Min Yoongi berhasil membuat Eun Ra berhenti menangis dan melepas pelukannya.

"yakin lah,kalau Mama akan sadar,jangan menangis seperti ini lah...mana gadis yang kuat,berani,humoris ,yang aku kenal dulu??"tanya Yoongi yang terus ditatap Eun Ra dengan air mata yang masih berlinang.

"menangis hanya akan membuatmu semakin tersakiti."sambun Yoongi lagi.

Eun Ra pun tersenyum dan kembali memeluk Yoongi dengan gemas.

"makasih,kau berhasil membuatku kuat lagi..."kata Eun Ra disela pelukannya.

Yoongi yang merasa sedikit risih,langsung melepas dengan paksa pelukan Eun Ra. Wajah Yoongi yang tadinya sendu,kini kembali berubah seperti Es.

"mending kau belikan aku camilan di kantin rumah sakit.. Aku lapar. "Perintah Yoongi,Eun Ra pun menurut dan pergi.

Dikantin,Eun Ra duduk di bangku pojok,menunggu pesanannya datang.
Ia sesekali melihat beberapa orang yang memasuki kantin. Seorang gadis menghampirinya dan memberikan pesanannya.

"Makasih..."ucap Eun Ra tersenyum ramah. Ia pun berdiri dan berjalan meninggalkan kantin itu.

Saat Eun Ra berjalan di koridor rumah sakit,seketika ia melamun di perjalannya,entah setan apa yang memasukinya saat ini.

MY BAD BOYStories to obsess over. Discover now