"andai kamu tempat pensil aku mau jadi pensilnya buat memenuhi hati kamu"
@ellenia2
...
Happy reading
Sebuah jaket bertengger dipundak anak SMA yang masih berseragam SMP, rambutnya yang pendek sebahu juga lurus berterbangan dihempas angin
Pandangannya masih lurus menatap tajam anak anak yang baru saja masuk kedalam kelas bernuansa putih
"ehem permisi" ucapnya penuh dengan aura dingin nan jutek, namanya Ellenia rega pratiwi gadis dengan aura dingin yang mendominasi
Ia mempunyai tatapan tajam,kaki jenjang, dan tubuh tinggi bak model hal ini yang membuat banyak orang menganggap bahwa Ellen menyeramkan, apalagi rambutnya yang sering dipotong pendek menambah kesan tegas
Ellen duduk dibangku pojok kiri paling belakang, hanya dia seorang dikarenakan teman barunya yang tidak nyaman berhadapan dengannya
"ting" bunyi bel didepan kelas menandakan ada guru yang masuk, hari ini memang hari pertama ellen berada di bangku SMA.
Benar saja ada seorang guru perempuan bertubuh gempal dengan kaca mata besar bertengger di matanya, ia tersenyum "selamat pagi anak anak" ucapnya lalu dibalas murid murid dikelas tersebut
"oke perkenalkan dulu, nama saya ibu Rika rahmawati bisa dipanggil bu Rika,ibu absen dulu ya" bu Rika mengambil selmbar kertas bertuliskan nama siswa siswi dikelas mpls¹ itu, ia mengabsen dengan lancar,hingga akhirnya ia berhenti dinama 'nafis geodani'
"Nafis geodani!" bu rika memanggil nama tersebut sekali lagi, "apa belum da-"
"saya sudah datang bu" potong seorang anak laki laki tampan dengan baju basah kuyub penuh keringat sedang berjalan kearahnya
"kamu ini dari mana saja?" bu rika mencoba berfikir positif, mungkin saja Nafis tadi pagi mengejar bis jadi ia terlambat
"hehe tadi baru aja main bola dilapangan sama temen temen" ucap Nafis lempeng tanpa ada rasa bersalah sedikitpun
"apa? Main bola? Kamu ini anak baru, belum sehari udah bikin ulah aja" Nafis hanya meringis,
"ya sudah sana duduk! Awas kalau mengulangi lagi" Nafis mengangguk lalu melangkahkan kakinya kebangku kosong disamping Ellen
Ellen menatap Nafis dengan tatapan menyorot, sedangkan Nafis satu satunya orang yang tetap santai walau Ellen orang yang menakutkan
"gue Nafis,lo?" Ellen tidak menjawab,ia kini menatap kedepan memperhatikan bu Rika yang sedang memperlihatkan denah sekolah
"ya elah neng, gue adkel most wanted masa dikacang" sambung nafis sambil menopang dagu "Ellen" jawab Ellen singkat sambil melirik Nafis
"jadi cewe jangan galak galak, ati ati ga laku lo" Nafis tertawa lalu memasang wajah datar saat Ellen menatapnya tajam
...
Jam dinding menunjukan pukul 16.00 tiba saatnya anak anak SMA galaksi pulang kerumah,
Ellen berdiri dari tempat duduknya setelah bapak berkepala botak itu keluar dari kelas, tapi sayang anak disebelahnya ini membuat Ellen harus kesusahan keluar dari bangkunya
"Nafis bangun!" Ellen berusaha setenang mungkin membangunkan Nafis yang tidurnya tak kenal tempat
"Nafis!" panggilnya sekali lagi tapi tidak ada respon dari sang pemilik tubuh "NAFIS!!" Ellen mulai geram ia berteriak untuk pertama kalinya, kepada seorang lelaki
YOU ARE READING
Autumn December
Teen FictionMusim gugur dibulan Desember menyadarkan ku bahwa tidak semua cinta harus tepat pada satu orang atau lebih. Dan tidak semua individu yang saling mengeratkan dalam hubungan dapat menjadi satu kesatuan WARNING!! Cerita ini terinspirasi dari kegabutan...
