"...kita temenan ya"

Suatu pagi yang cerah, seorang wanita sedang bersiap-siap menuju sekolahnya. Ia memakai seragam tak lupa untuk menata rambutnya dengan model kuncir satu atau biasa disebut dengan 'kuncir kuda'.

"Cantik" gumamnya dalam hati seraya tersenyum tipis.

Ia merias wajahnya dengan bedak bayi dan sedikit liptint agak tidak terlihat pucat. Tak lupa ia memakai jepitan dengan hiasan mutiara di rambutnya. Sungguh, saat ini ia terlihat sangat cantik.

Diandra Cinta namanya, tetapi ia lebih suka dipanggil Dian. Seorang siwi kelas Xi Mipa di SMA Palapa Jaya. Mempunyai wajah yang bisa dibilang cantik dengan hidung mancung , bola mata bewarna kecoklatan, alis tebal, bibir tipis dan dagu yang lancip  dengan kulit bewarna putih bersih.

"Pagi maa!" Ucap Dian kepada Mira, Ibunya.

"Pagi cantiknya Mama, ayo sarapan dulu sebelum berangkat." Ucap Mira sambil mengusap tangan ke celemeknya karena basah. Mungkin Ia baru saja mencuci piring.

Dian pun menyantap sarapannya dengan lahap.

"WOIII" ujar seorang pria sambil menepuk bahu Dian dengan maksud untuk membuatnya kaget.

"Eh ayam kodok lompat, ughh Abang! roti gue jadi lompat kan nyebelin banget lo" jawab Dian seraya menepuk bahu Abangnya dengan keras.

"Hehe maapin" Ucap Dika, Abangnya Dian sambil menyengir.

Abang? Ya, Dika Zaidan adalah kakak Dian. Ia mempunyai wajah yang tampan dengan rahang tegas, alis tebal, bola mata bewarna hitam pekat, mempunyai lesung pipi, hidung mancung, bibir yang bewarna kemerahan karena ia tidak pernah merokok, serta rambut yang selalu acak-acakan sehingga menimbulkan kesan sempurna.

"Nak nak, kamu itu suka banget isengin adekmu hahaha." Ucap Mira sambil tertawa.

"Gapapa maa, sekali-kali ya gak Di?" Jawab  Dika sambil mengedipkan mata kearah Dian.

"MATA LO SEKALI-KALI. UDAH BERKALI-KALI LO ISENGIN GUE MALAH SEENAKNYA BILANG SEKALI-KALI. ABANG LUCKNUT EMANG." Jawab Dian kesal karena tiada hari tanpa kejahilan abangnya.

"Masaa?" Tanya Dika.

"IYA!" Jawab Dian kesal.

"BODOOO" ucap Dika sambil berlari karena takut jika tiba-tiba Dian mengamuk.

"Awasss looo yaaa!" Teriak Dian sambil mengejar Dika.

Kakak dan Adek tersebut akhirnya kejar-kejaran bak kucing lapar mengejar tikus.

"Hehhh udah-udah jangan ribut kaya gini dong. Sana berangkat, nanti telat loh!" Ucap Mira menghentikan aktivitas kejar-kejaran kedua anaknya.

"Huhh udah dong Di, capek tau gue" ucap Dika terengah-engah.

"Iya bang capek." jawab Dian.

Bughhh

"Awww sakit anjir" ringis Dika kesakitan ketika Dian menonjok perutnya dengan keras.

"Sukurin lo! siapa suruh gangguin gue terus." Ujar Dian tersenyum puas.

"Udah ayo berangkat, Nek!" ucap Dika mengambil tas nya.

"Apa lo bilang? Nek?" Tanya Dian.

"Iya, Lo kan Nenek Lampir." Ceplos Dika sambil mengacak-ngacak rambut Dian.

"Abangsat emang Lo!" Ucap Dian sambil menepis tangan Dika yang berada di kepalanya.

Akhirnya mereka pun berpamitan kepada Mira dan langsung bergegas menuju sekolahnya.

Memang mereka hanya hidup bertiga karena Sang Ayah pergi meninggalkan Mira untuk menikah dengan wanita lain. Sehingga Mira pun harus bekerja keras untuk menghidupi anak-anaknya.

_*_

Sesampainya di Sekolah, Dian bergegas menuju kelasnya karena jam pertama yaitu Mis Ketrin, guru Bahasa Inggris yang super duper killer.

"Duhh jangan sampe telat nih gue" gumam Dian dalam hati sambil berlari.

Bugghh

"Aww sakit." Ringis Dian ketika ada seseorang yang menabraknya, ralat maksudnya ketika Dian menabrak seseorang.

"Jalan pake mata dong." Ucap seorang Pria yang ditabrak Dian.

Dian pun mendongak untuk melihat siapa orang tersebut, " Heh orang tuh kalo jalan mah pake kaki, sepanjang hidup gue gak pernah liat ada mata jalan kayak kaki, serem yang ada."

"Eh lo Dimas kan?" Lanjut Dian bertanya.

"Hmm" jawab Dimas.

Dimas Rangga Winata, siswa kelas Xi IPS di SMA Palapa jaya. Ia adalah salah satu Most Wanted di sekolah ini. Namun sangat disayangkan, karena menurut kabar yang beredar bahwa Ia sudah mempunyai pacar, sehingga banyak kaum hawa di sekolah ini yang patah hati. Akan tetapi, Tidak dengan Dian.

"Ehh Lo main pergi-pergi aja, liat nih rambut gue jadi berantakan gara-gara Lo." Ujar Dian ketika Dimas melongos pergi meninggalkannya.

"Eh kok dia gak masuk kelas sih? Atau jangan-jangan dia terlambat sama kayak gue?" Gumam Dian bingung dan langsung bergegas menuju kelasnya.

"Pagi, Miss" Ucap Dian kepada Miss Ketrin saat memasuki kelas.

"Kamu masih berani masuk kelas saya?" Tanya Miss ketrin.

"Ini udah lewat 1 menit loh!" Lanjutnya.

"Yaelah Miss, baru aja satu menit. Saya telat juga gara-gara tadi si Dim..." jawab Dian terpotong.

"Saya gak terima alasan apa pun. Pokoknya kamu keluar sekarang juga dari kelas Saya."  Ujar Miss Ketrin sambil menggebrak meja.

"Iya miss." Jawab Dian mmelongos pergi meninggalkan kelas.

Dian kesal karena ke-killer-an Miss Ketrin yang menghukumnya agar tidak masuk ke kelasnya dikarenakan ia terlambat satu menit. Bayangkan gays satu menit! Tak usah heran karena ini bukan kali pertamanya Miss Ketrin seperti itu.

Dian pun memutuskan pergi ke rooftop sekolah untuk sekedar mencari udara segar dan juga sebagai cara untuk berlindung dari guru lain karena tidak mengikuti jam pelajaran.

Sesampainya di rooftop, Dian menyipitkan matanya ketika ada seseorang yang sedang duduk sambil menghisap suatu benda yang bernama rokok.

"Heh Lo ngapain disini?" Tanya Dian.

Dian pun memeperjelas penglihatannya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

"Kusut." jawab Dimas.

Dian pun mengambil rokok yang ada di tangan Dimas dan membuangnya.

"Dengan Lo merusak diri, Lo pikir bisa selesain masalah Lo? Berpikir sedikit dong!" Omel Dian.

Dimas pun menghampiri Dian dan duduk di sebelahnya.

"Terus gue harus gimana?" Tanya Dimas.

"Coba cerita ke orang terdekat Lo, emm teman Lo maybe.." ucap Dian.

"Oke, mulai sekarang kita temenan ya!"

  _*_

Btw ini cerita pertama gue ya..
Kalo cerita yang sebelah itu cuma untuk tugas Bahasa Indonesia hehe😂
Jangan lupa vote n comment ya gays
Lovyu💋


You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 11, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Speechless LoveWhere stories live. Discover now