Prolog

194 10 4
                                        

Hai, ini cerita ke-empat aku loh. Moga-moga kalian suka sama cerita yang penuh dengan luka.

Jangan lupa vote, lalu komen. Dukung aku terus supaya semangat bikin cerita ini.

Selamat Membaca 😊

***

Alexa berdiri menatap anak Sarsvati keluar dari kantin, lalu beralih menatap adik kelasnya yang sedang berlatih untuk perlombaan. Jam istirahat ia pakai untuk berlatih sebentar, lalu setelah selesai mereka semua menuju kantin. Alexa lebih memilih untuk kembali ke kelas, karena ia malas kekantin, karena ada anak Sarsvati yang sudah berdiri di pintu kantin. Alexa malas ditatap oleh anak-anak Sarsvati, membuat dirinya risih.

Lalu saat masuk keruang kelas XII IPA 1, ia malah mendapatkan anak-anak inti dari Sarsvati. Menyebalkan. Padahal ia bermaksud untuk menghindar, tapi malah ketemu yang lebih besar. Sial.

"Hola kakak paskib." Sapa salah satu anak Sarsvati, yaitu Langit. Langit memang paling genit dan paling heboh, laki-laki itu lah yang paling berisik, dan Langit lah penghibur teman-temannya jika ada yang  sedih. "Ngit, si Alexa mana mau sama lo." Balas Dizo sambil menahan tawanya. "Liat tuh mukanya Lexa, udah risih liat lo." Sambung Dizo.

"Tau lu, udah jangan tar anak orang sawan." Timpal Kenzo.

"Anjir, kagak ampe segitunya kali. Lo ga takut sama gue kan, Sa? Ga risih juga kan, Sa?" Tanya Langit kepada Alexa, Alexa hanya menatap datar Langit.

"Mampus lo didiemin, itu tandanya dia risih Ngit." Ejek Dizo.

"Lo pada ngapain si disini?" Sinis Alexa kepada inti Sarsvati.

"Ah, enweng jangan marah dong, abwang kan pengen ketemu enweng." Goda Langit. Langsung ditatap tajam oleh Alexa. "Anjir, galak juga kakak paskib ini."

"Emang kenapa? Terserah gue sama temen-temen gue lah mau kemana, kenapa jadi lo yang ribet." Balas Alex, ketua dari Sarsvati.

"Jangan seenaknya, ini kelas gue." Sinis Alexa.

"Gila si Alex, biasanya diem sekarang berkoar. Sikat, Lex." Balas Langit.

"Tapi kami anak Sarsvati berkuasa disini, jadi gua bebas mau kemana aja." Kata-kata Alex membuat Alexa naik pitam.

"Walaupun lo ketua Sarsvati gue ga peduli, gue ga mau lo ada disini, bikin kelas gue jadi berisik." Balas Alexa ketus.

"Udah, Lex. Mending kita keluar, jangan cari gara-gara dulu." Ucap Algino tenang, sambil memegang pundak Alex supaya laki-laki ini tenang.

"Ayo cabut guys." Titah Alex. Dan langsung ke-tujuh laki-laki itu keluar dari XII IPA 1.

•••

"Cewe, kiw. Sini sama abwang Langit, abwang setia kok sama enweng." Goda Langit saat para cewek-cewek lewat didepannya.

"Lex, Alexa bukanya cewe yang lo---" ucapan Gading terpotong saat Alex menatap Gading tajam, maksud dari tatapan itu adalah diam.

"Hah! Kenapa sama Alexa dan Alex?" Ucap Kenzo heboh, sambil menatap Alex dan Gading.

"Bacot lo anying! Gue sampai kaget bangsat!" Ucap Dizo kesal, sambil menjitak kepala Kenzo.

AlexanderStories to obsess over. Discover now