O1. Bad things

250 45 28
                                        

🕊⸙ ༺

Alih-alih sibuk menata koper abu-abunya, si pemilik manik mata coklat itu malah tertarik pada butiran-butiran putih lembut yang berkelabutan diluaran jendela. Gadis bernama carly itu sejenak mengalihkan kegiatannya, dan beralih pada jendela besar yang separuhnya tertutup tirai merah.

Senyumnya merekah, ketika tangan mungilnya dirasa dingin karena menyentuh butiran salju pertama di Jepang. Desiran angin yang berhembus kasar, dan berhasil memporak porandakan rambut coklatnya yang panjang.

Ditengah-tengah kegiatannya menikmati setiap hawa dingin yang menusuk, tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar. Dan menampakkan sesosok pria dengan kacamata yang terpasang di hidung mancungnya.

"Udah siap semua? Koper? Baju? Sepatu? itu bonekanya jangan lupa, gue nggak mau beli mahal mahal cuma kebuang disini sia sia."

Belum sempat terjawab, doyoung kembali mengoceh

"Itu camilan yang tadi pagi gue beli, jangan lupa masukin tas ransel gue yang item. Udah kan? sama sepatu gue yang merah, abis lo pake kan tadi? jangan lupa masukin."

Carly mengangguk

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Carly mengangguk. Kemudian menutup jendela kamar segera dan menghampiri doyoung.

Dipeluknya kakak laki-lakinya itu dengan erat. Sedangkan yang dipeluk hanya tersenyum dan mengusap puncak kepala carly gemas.

"Berapa lama nggak ketemu renjun? Kalian masih pacaran?" tanya doyoung tiba-tiba.

Gadis itu melepaskan pelukannya, dan beranjak duduk pada kursi rias berbentuk persegi.

"2 bulan"

"Gue... ngerasa hubungan kita masih. Tapi, emang ada cowok yang betah pisah sama ceweknya, sampe 2 bulan, dan nggak dikabarin sama sekali?" Gadis itu bersua lirih. Matanya bahkan tak berani menatap doyoung.

Doyoung tersenyum, memamerkan sederet giginya yang putih dan rapi. Sambil melepas kacamatanya, pria bermarga kim tersebut menghampiri carly dan mengusap pelan bahu gadis itu.

"Renjun pasti tau kabar lo, carl" ucap doyoung merangkul pundak carly.

"Siapa yang kasih tau?"

"Ck, kenapa sih? Renjun bukan cowok brengsek yang bisa masa bodoh gitu aja sama ceweknya"

Carly mendengus pasrah. Mungkin benar kata doyoung, tapi perkara masalahnya bukan itu. Melainkan rasa bersalahnya pada renjun. Ia pergi begitu saja tanpa pamit atau bicara sejenak pada pria itu, bahkan tidak pernah memberi kabar apapun selama 2 bulan.

Rasanya, carly seperti memutuskan hubungan mereka sepihak.

🕊⸙ ༺

Hari ini, adalah kebahagiaan kembali untuk carly. Suasana rumah yang tak pernah terlihat sepi, selalu kacau dengan suara berisik doyoung yang tak pernah jera membuat ulah. Seperti menganggu para pembantu, mengobrol hingga beradu catur dengan satpam. Kini, setelah 2 bulan lamanya meninggalkan tempat ini, akhirnya carly kembali.

[✔️] Monokrom-LJNStories to obsess over. Discover now