Kehidupanku yang membosankan penuh akan rasa malas berubah secara tiba tiba karena sebuah kecelakaan berpikir akan segera menemui kedua orangtuaku di surga siapa yang menduga aku malah mendapatkan kehidupan baru yang berbeda.
"hah? menyanyi yang ben...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Yuli Ayu Pranata
Nama yang indah pemberian dari kedua orangtuaku, orangtuaku memberikan nama itu bukan tanpa alasan mereka ingin begitu dewasa aku bisa menjalankan kehidupanku dengan bahagia.
Apapun keinginan akan selalu menjadi keinginan, semua itu tidak akan menjadi nyata bila tuhan tidak berkehendak.
Orangtuaku meninggal kala umurku baru sembilan tahun karena kecelakaan tunggal ketika mereka hendak mengunjungi sauadara yang berada di makassar.
Aku waktu itu dititipkan pada tetangga jadilah aku selamat dan tidak ikut dalam kecelakaan.
Tumbuh tanpa kasih sayang orangtua membuatku sedikit menarik diri dari lingkungan, bukan aku bukan ansos aku hanya merasa lebih nyaman sendiri. Teman temanku juga banyak jadi bukan ansos kan?
Semenjak orangtuaku meninggal hak asuhku diambil oleh om dan tanteku mereka begitu menyayangiku layaknya anak mereka sendiri, semua kasih sayang yang aku butuhkan dari orangtuaku diberikan oleh mereka karena itu aku sama sekali tidak kekurangan kasih sayang meski orangtuaku telah tiada.
Om dan tante adalah pebisnis yang cukup hebat mereka terkenal dan sukses sehingga mereka sangat jarang berada dirumah dan sering meninggalkanku dirumah.
Yah meski aku sering ditinggalkan dirumah aku tidak sendiri, soalnya om dan tante memiliki seorang anak perempuan yang berumur satu tahun dibawahku. Namanya Velia but aku sering memanggilnya Vela menurutku namanya lebih mudah disebutkan kalau Vela.
Aku dan Vela berteman akrab selain karena saudara sepupu tentunya, hingga kami dewasa dan berusia dua puluh dua tahun kami masih begitu dekat
Terlebih lagi kami sama sama mempunyai kegemaran pada Korea khususnya K-pop kami benar benar menyukai K-pop terkadang kami suka lupa gender kalau sudah membahas mebgenai idola kami baik dari idol pria ataupun wanita.
..
"Kak Ayu jangan lupa album Twice nya!"
Teriakan masih bisa aku dengar dari posisiku yang berada di jalan, aku mengangguk dan melambaikan tangan pada Vela yang berdiri di depan pagar rumah.
Hari ini niatnya aku akan ke Jakarta untuk mengurus pekerjaan, dan Vela meminta oleh oleh album Twice dan aku menyanggupinya meski bukan di Korea banyak toko toko yang menjual barang barang Kpop
"iya kakak belikan daaah!"
Kuberikan senyuman terakhir untuk Vela sebelum berbalik hendak melangkah ke dalam taksi yang berada di seberang jalan, dari arah samping kiriku melaju sepeda motor gede dengan kecepatan yang kencang aku yang fokus pada handphoneku tidak menyadarinya
Dan terlambat
*bruk!!
Tubuhku terlempar, rasanya aku melayang seperti burung sebelum jatuh terguling guling di aspal.
Badanku terasa sakit nafasku tidak teratur perlahan kesadaranku menghilang, sepertinya aku akan menyusul kedua orangtuaku dapat aku dengar teriakan khawatir Vela yang berlari mendekatiku.
Tenagaku sudah tidak ada, aku tidak bisa bergerak aku pasrah dan mulai menerima datangnya kegelapan.
....
"Dahyun!!"
"Hyunnie bangun!!'
"Sayang aku mohon bangun!!"
Aku kerjapkan mataku mendengar teriakan orang orang yang meminta dahyun untuk bangun, dahyun? Dahyun siapa? Dahyun Twice?
Begitu mataku terbuka aku terkejut, aku berada disebuah studio tari yang besar posisiku kini tengah berbaring dengan kepala berbantalkan paha seseorang.
"Ah!"
Terkejut aku begitu mendongak aku dapati wajah Minatozaki Sana menatapku dengan khawatir, Minatozaki Sana! biasku dalam Twice
"Momo unnie tolong berikan dahyun air"
Suara Sana begitu merdu ditelingaku, dengan bantuan tangan Sana aku duduk.
"Hyunnie ini minumlah kamu pingsan tadi"
Sana memberikanku air yang aku terima dengan gugup, bagaimana tidak gugup seluruh member Twice tengah mengelilingiku dengan pandangan khawatir.
"Dahyun kamu pingsan tadi, apa yang kamu pikirkan?"
Itu suara Nayeon uh... Fake maknae ini benar benar imut begitu dilihat dari dekat.
"Dahyun unnie tadi belum makan, mungkin karena itu dia pingsan"
Tzuyu berbicara dan menatapku dengan pandangan polos, aku tidak kuat.
Tapi tunggu...
"d dahyun?"
Aku bergumam, mereka semua menatapku dengan alis terangkat
"ada apa hyun?"
Mengabaikan pertanyaan Mina, aku perlahan berdiri dan melewati mereka untuk melihat bayanganku di cermin.
"oh tuhan!!"
Terkejut aku menutup mulutku dengan kedua tangan secara spontan, ini benar aku tapi.. Tapi kenapa bayanganku adalah bayangan dahyun.
"Aku, Dahyun?"
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Continue
Chapter ini cuma prologe makanya singkat, cerita ini aku buat khusus untuk RenataAjja sebagai permintaan maaf karena tidak jadi membuat cerita 2Yu, yang aku janjikan. Oke selamat menikmati dan jangan lupa tinggalkan jejak, vote dan comment