Tak ada yang lebih menyeramkan dari bangun pagi dengan sampah yang berserakan bak kapal pecah. Berjalan menuju jendela, mengabaikan sampah dan membuka jendela, membiarkan surai hitam disapa angin sepoi-sepoi yang di potong dengan gaya rambut laki laki nya itu. Sesaat, semua remah- remah micin kehidupan tak penting lagi.
Kali ini dia berjalan menuju kamar mandi sembari menggosok rambutnya. Membuka lemari, mengambil handuk dan mengalungkannya di leher.
Setengah jam berlalu, dia sudah siap dengan seragam sekolahnya. Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh yang artinya tiga puluh menit lagi dia akan terlambat. Akan tetapi cewek berseragam itu masih dengan gaya santainya. Tali tas yang di sampirkan di bahu sebelah kanan dan membiarkan tali tas yang lainnya menjuntai kebawah.
Setelah keluar dari kamar, dia berjalan menuju meja makan, menyapa pembantunya yang telah merawatnya dari lahir. Bi Inah namanya. Kemudian melahap selembar roti yang sudah di olesi selai coklat dan meminum susunya lalu beranjak pergi meninggalkan meja makan menuju garasi.
"Ray... gue nebeng yah" ucap Lea sang sahabat. Nama lengkapnya Anova Azkalea Bagaskara
"Yaudah cepet" balas Ray.
Namanya Rayna Anggita Putri. Umur 16 tahun. Siswa kelas XI di SMA NUSA BANGSA yang merupakan sekolah favorit di kotanya. Bandung. Memiliki sifat bak laki laki pada umumnya atau di kenal dengan sebutan tomboy.
"Lah naik motor?" Tanya Lea yang melihat Ray mengeluarkan motor ninja kesayangannya
"Iya, emang napa. Nggak mau. Ya,nggak usah kalo gitu" jawab Ray menaiki motornya
"Ya mau sih. Tapi kan gue pake rok Ray. Lo enak pake celana" ucap Lea meratapi nasib
"Yaudah pake celana juga. Gitu aja susah" balas Ray
"Pinjem jaket lo aja Ray" ucap Lea , membuat Ray memutar bola matanya. Kesal.
"Nih" ucapnya menyodorkan jaketnya dengan kesal. Bagaimana tidak kesal,mau pergi sekolah saja lama banget apalagi naik pelaminan.
Setelah percakapan singkat dengan Lea. Dia melajukan motornya membelah jalan kota Bandung, menembus dinginnya udara yang sampai ke tulang rusuk.
"Ray...jangan ngebut dong" teriak Lea agar Raya mendengarnya
"Ini udah mau telat" balas Ray
"Ya jangan ngebut juga kali Ray" ucap Lea
"Kalo ngomong lagi gue turunin di sini" balas Raya yang membuat Lea bungkam
Kini mereka berdua telah sampai di depan sekolah, melihat pagar telah tertutup.
"Lah udah tutup pagernya" ucap Lea menunduk meratapi nasib.
"Ikut gue" ucapnya menarik tangan Lea
"Mau ngapain sih Ray,nggak usah banyak tingkah deh ntar ketauan bu Nurma gimana?" Tanya Lea
"Ya di hukum lah itu juga nggak tau" jawab Ray santai
"Gue juga---" ucap Lea yang terpotong oleh kata kata Ray
"Ngomong lagi gue sumpel tuh mulut pake sepatu mau?" Ancam Ray membuat Lea bungkam kembali
Setelah berjalan menuju belakang sekolah, akhirnya ketemu juga.GERBANG BELAKANG SEKOLAH.
"Udah naik sana" Perintah Ray
"Ya kali Ray,gue naik bisa bisa nih rok gue robek" ucap Lea melihat rintangan yang ia lalui. Gerbang belakang sekolah.
"Bacot lo, kalo nggak naik gue aja yang naik lo nggak usah" ucap Ray yang kesalnya sudah mencapai ubun ubun
"Ya Ray... masa gue di tinggal sih" ucap Lea sedih
"Yaudah lo yang duluan naik Anova Azkalea Bagaskara" ucap Ray dengan kesal yang sudah di tahan tahan sekian lama
"Iya... iya nih juga gue mau naik Ray" ucap Lea
"Gitu dong dari tadi" ucap Raya
"Lo jangan ngintip yah" ucap Lea yang sudah naik di pagar
"Ya Tuhan... gue ama lo sama jenis Lea" ucap Ray geram
Sekian lama berdebat akhirnya mereka sampai di dalam sekolah. Akan tetapi dewi fortuna tidak berpihak kepadanya.
"Lo berdua mau kemana?" Tanya ketos. Leo Aldebaran namanya. Ketos galak, menurut Ray. ketos ganteng, menurut yang lainnya
"Mau ke kelas lah ya kali mau ke mall" jawab Ray santai
"Ikut gue" perintah Bara
"Siapa lo? Enak aja merintah gue, bapak bukan" balas Ray yang membuat Leo naik pitam
"Gue punya hak di sini. Gue ketos. Jadi sekarang lo ikut gue" ucap Bara
"Gue nggak---" ucap Ray yang dipotong oleh Lea
"Udah Ray... ikut aja. Gue rela kok di hukum sama ketos ganteng" ucap Lea sambil mengusap lengan Ray yang bermaksud menenangkan
"Ganteng dari mana coba?" Tanya Ray pada dirinya sendiri
"Udah nggak usah banyak omong. Ikut gue" ucap Bara langsung menarik tangan keduanya.
ESTÁS LEYENDO
My Queen
Novela Juvenil"Gue nggak peduliin gimana pun gaya lo, yang penting hati lo untuk gue" ~Leo Aldebaran "Emang napa kalo gaya gue kayak laki? Kalo lo nggak suka ya terserah lo aja" ~Rayna Anggita Putri
