Dan..
Bukan maksudku, bukan inginku
Melukaimu
sadarkah kau di sini 'kupun terluka
Melupakanmu, menepikanmu.
Maafkan aku..
Lupakanlah saja diriku bila itu bisa membuatmu kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala..
Terdengar suara nyaring wanita dari dalam kamar mandi. Diiringi musik sheila on seven, dengan air spa hangat yang merendam tubuhnya. Busa shampo yang memenuhi rambut kepala. Masker panda yang menutupi sebagian muka dan Sikat gigi serta pastanya yang menyangkut di gigi. Setelah menyelesaikan rutinitas mandi pagi.
Ngikkk.. pintu kamar mandi itu terbuka perlahan perlahan, keluarnya wanita kurang tinggi, bertubuh kuning langsat, batang hidung kecil, dua belah mata yang bersinar karna cahaya dari jendela serta bulu mata lentik yang panjang. Dengan handuk menutupi tubuhnya, dan handuk kecil yang melintir dirambut kepalanya.
Melangkah cepat menuju kamar dan mengambil seragam sekolah yang mengantung dibelakang pintu. Memasukkan lengan kedalam baju lengan pendek, memasukkan kedua kaki kedalam rok yang sangat span, menata rambut kuncir satu dengan poni didepan dahi, menyemprot cairan melati ke bagian tubuhnya. menepuk wajah dengan brash yang dilapisi pons, mengukir alis, menebalkan bibir dengan lipcream. Perkenalkan gue Amellia Rahma, biasa dipanggil AR. Gue duduk di kelas XI SMAN 3 Bandung, sekolah gue salah satu sekolah yang terkenal di jawa barat.
Pagi itu gue melakukan aktifitas seperti biasa. Menuju meja makan dan melihat jarum jam menuju pukul 06.25, gue langsung bergegas menuju sekolah bersama adik dan ayah menggunakan mobil kecil berwarna gold. Dan sekarang gue sampe digerbang sekolah, gerbang sudah tertutup rapat, tak disangka gue udah telat ke 5 kalinya selama sekolah disini. Seperti biasa gue dihukum guru piket, untungnya gue cuma disuruh keperpustakaan melaksanakan literasi.
Gue buka pintu perpustakaan, megambil salah satu novel yang ada di rak buku, gue duduk diruang bagian tengah. Gue melihat ada seorang pria bertubuh tinggi, kulit sawo matang, hidung mancung besar, rambut seperti gaya kim taehyung. Sedang duduk di pojok dengan memegang buku novel, ternyata dia juga terlambat. Dia adalah Bagas Juliansyah, biasa dipanggil BJ, pria yang pernah menjadi mantan ketua murid, waktu gue kelas X.
Gue buka lembaran pertama novel yang gue pilih tadi yang berjudul "friend zone" halaman per halaman dibalik perlahan lahan, per kata, per kalimat gue baca dan pahami. Setelah Membaca satu bab novel itu gue jadi teringat kisah gue saat duduk dikelas X.
06.07.18 Pagi yang cerah disinari matahari menyorot kearah kelas yang sangat amat berisik dengan suara canda tawa, suara langkah kaki yang bergemuruh. Dua papan tulis yang tertempel di dinding depan kelas, pohon literasi serta pojok baca yang sangat indah untuk dipandang, banyaknya piala penghargaan kelas yang tertata diatas loker dekat jendela belakang, hiasan dinding belakang yang terpajang.
"Hello teman semua, ayo kita sambut hari baru telah tiba, mari kita buka hari yang baru, sebagai semangat langkah kedepan, jadi pribadi baru.." terdengar suara bel berbunyi. Semua siswa siswi SMAN 3 Bandung masuk kelas dan duduk di tempatnya masing masing untuk persiapan belajar. Jam pertama adalah Bahasa Indonesia, jadi waktu pelajaran Bahasa Indonesia gue dikasih tugas. Tugas yang pertama adalah membuat 5 kelompok yang masing masingnya terdiri dari 7 anggota. Tugas yang kedua adalah setelah mendapat kelompok, buatlah biografi tentang musisi yang terkenal, lalu dibuat PowerPoint.
Kelas bergemuruh saling pilih satu sama lain untuk membuat kelompok. Tetapi tidak dengan Ridho, satu kelas tidak ada yang ingin sekelompok dengannya, karena sifat yang sangat pemalas. Kelompok gue baru ada 6 anggota, gue bingung siapa lagi yang harus gue ajak.
"AR kalo kelompok lo kurang satu anggota, apa Ridho bisa jadi new member?" Tanya sang ketua murid.
"Enak ajaa, maen masuk masukin orang ke kelompok gue!" Seru gue.
Seorang pria bertubuh tinggi, kulit sawo matang, hidung mancung besar, rambut sedikit berantakan, datang menghampiri meja kelompok gue.
"Memangnya apa yang salah dengan Ridho?" Ujar Ketua Murid
"Ga ada masalah, tapi kenapa ridho harus masuk kelompok gue? Kalo emang menurut lo dia ga ada masalah, gimana kalo ridho ke kelompok lo aja?" gue jawab dengan lantang.
Pria itu hanya terdiam, lalu bertanya.
"Ya sudah sekarang, bagaimana jika saya kelompok anda dan ridho di kelompok saya?" Tanya Ketua murid.
"Hah? Lo siapa?" Tanya gue dengan heran.
Pria itu menjulurkan tangan kanannya sambil berkata.
"BJ. bagas Juliansyah" ujarnya.
Sebenernya gue udah tau, dari temen gue yang lain, kalo dia bakal jadi KM selama setahun kedepan, tapi gue orangnya bener bener bodoamat sama hal kaya gitu.
"Gue heran kenapa orang ini sokab (so akrab) banget ye?" Oceh Gue Dalam hati.
YOU ARE READING
Nostalgia
RomanceAmellia Rahma.. gadis remaja cantik memiliki kisah cinta dengan ketua murid kelasnya. namun, sekarang hanya menjadi kenangan saja dan AR tidak bisa lepas dari kenangan itu.
