Hana Argaritta POV
"Hana, aku sayang sama kamu," ucap Reza sambil meraih tangan kananku. "Kamu mau nggak jadi pacarku?" lanjutnya.
"Aku memang selama ini ngrasa nyaman sama Reza. Dia perhatian banget sama aku. Mungkin emang dia yang terbaik buat aku saat ini," batinku.
"Ya, aku mau," jawabku pelan sambil tersipu malu.
Malam ini, bulan dan bintang menjadi saksi bersatunya kita. Tanggal 10 Mei, menjadi hari yang paling membahagiakan untukku.
"Aku boleh cium tangan kamu?"
Aku mengangguk pelan.
Dia meraih tangan kananku kembali dengan lembut dan menciumnya cukup lama. Lalu dia mengangkat wajahnya dan menatapku lekat.
"Kamu cantik banget malam ini," kata Reza sambil mengusap pipiku.
Siapa yang tak bergetar dipuji seperti itu. Aku wanita normal, merasakan degub kencang di dadaku yang bertambah cepat. Reza makin mendekatkan wajahnya ke arahku.
"Reza kamu mau ngapain?" tanyaku menghentikan aktifitasnya.
"Em nggak papa kok. Oh iya, udah malem. Aku anterin kamu pulang ya".
"Heem ayo".
"Oh iya, aku boleh panggil kamu 'sayang'?"
"Ahaha ya boleh lah. Kamu kan pacar aku sekarang," ucapku sambil tertawa kecil.
"Hehehe, ya takutnya nggak diijinin".
"Boleh kok sayangku".
Sepanjang perjalanan kami bercerita banyak hal. Mulai dari awal Reza suka sama aku, mencoba mendekati aku tapi gagal, dan masih banyak lagi. Aku sampai sakit perut karna terlalu banyak tertawa mendengar ceritanya itu.
"Udah sampe. Makasih ya, kamu pulangnya ati-ati," pesanku.
"Iya sayang. Kamu langsung masuk ya, aku pulang dulu."
"Heem, bye," ucapku sambil melambai ke arah mobil yang mulai menjauh.
Aku berjalan gontai ke dalam rumah. Suasana rumah yang tak pernah damai membuatku tak bisa menjalani hidup seperti anak SMA biasanya.
"Malam Non, makan malahnya sudah siap. Kalau Non Hana mau makan malam dulu," sapa Bi Sari, pembantu di rumah ini.
"Mama sama papa belum pulang, Bi?"
"Emm belum Non," jawabnya pelan sambil menundukkan kepala.
"Yaudah, makanannya dimakan aja Bi. Hana mau ke kamar".
"Tapi Non Hana belum makan".
"Hana udah makan tadi di luar".
Aku menaiki tangga dengan cepat. Masuk kamar dan merebahkan tubuhku. Terkadang aku merasa lelah hidup di dalam keluarga yang seperti ini. Lahir di keluarga Argaritta yang mungkin banyak orang yang menginginkannya, tapi tidak denganku. Memiliki orang tua yang sibuk hingga anaknya diurus oleh pembantu di rumahnya sendiri.
"Aku butuh kasih sayang dari kalian, Ma, Pa," gumamku.
Reza Abdi Jonathan POV
Malam ini aku berhasil menyatakan perasaanku ke Hana. Akhirnya, dia menjadi kekasihku sekarang. Aku sudah lama sekali menantikan waktu ini.
"Reza? Kok kamu senyum sendiri sih?" tanya Ryan, saudara kembarku.
"Aku jadian sama Hana," jawabku senang.
Tapi aneh sekali, raut wajahnya yang tadi ikut bahagia sekarang ditekuk seperti baru mendengar kabar buruk.
"Kamu kenapa Yan?"
"Nggak, aku ke atas dulu," jawabnya dingin.
"Oh, oke".
Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu dariku. Apa mungkin dia...
bersambung....
❤❤❤
Happy reading gaes, semoga ceritanya bisa lanjut tanpa kendala yaa.. See you in next part!
YOU ARE READING
Argaritta
RomanceBudayakan follow sebelum baca :) Cerita ini mengisahkan seorang perempuan yang disukai banyak lelaki. Memiliki seorang sahabat yang ternyata menusuknya dari belakang. Kira-kira, ceritanya kayak apa ya, kuy baca :) Jangan lupa vote and comment nya ya...
