Cahaya matahari menyinari wajah seorang pemuda berpenampilan rapi dan menggenggam tongkat hitam ketika sedang berhati-hati menaiki tangga bus. Dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan melewati para penumpang yang memperhatikannya dengan simpati sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh sang sopir. Kemudian dia duduk, meletakkan tas di pangkuannya dan menyandarkan tongkat tepat di sebelahnya.
●●●
Davin, seorang laki-laki yang sudah cukup menderita. Ayahnya, hanya seorang karyawan tukang las. Ibunya mengurus rumah yang selalu bersih dan rapi, memasak roti paling lezat di lingkungan tempat tinggalnya dan memerintah keluarga itu dengan lidahnya yang tajam.
Ia pandai di sekolah dan sekarang mendapat upah lumayan sebagai tenaga buruh di sebuah pabrik. Pemuda itu pendiam, serius, suka berjalan-jalan di pedesaan di malam yang sejuk atau di akhir pekan yang cerah. Namun, yang paling disukainya adalah membaca buku di depan perapian yang menebarkan kehangatan di malam yang dingin dan sepi.
Tiga tahun lalu, pada hari ulang tahunnya, dia sedang berjalan pulang dari tempat kerjanya ketika sebuah mobil yang melaju kencang menabraknya... meninggalkan Davin tergeletak tak berdaya di pinggir jalan.
Dia dilarikan ke rumah sakit, dan langsung dioperasi karena terdapat luka di bagian dalam tubuh dan tulang-tulangnya yang patah. Luka-lukanya yang lain akhirnya sembuh. Tetapi, kedua matanya terlanjur rusak.
Meskipun bekas luka membuat tubuhnya cacat seumur hidup, tetapi bekas luka pada hatinya, meskipun tak kasat mata, justru lebih nyata bekasnya.
Davin nyaris tak pernah bicara, nyaris tak pernah makan atau minum, nyaris tak pernah tidur. Dia hanya berbaring di ranjang, murung dan tak bisa melihat apa-apa. Hampir empat bulan lamanya.
Ada seorang perawat yang tampaknya bisa memperlihatkan sedikit reaksi manusiawi dari dirinya. Ialah Mysha, gadis berdarah campuran Indonesia-Turki ini memiliki nama Turki yang cantik. Ia berasal dari keluarga yang mampu dan terpandang, bisa memikat siapa saja yang melihatnya.
VOUS LISEZ
Romantika Ketulusan
Roman d'amourSegala pertentangan pun akhirnya selesai, semua pihak mengerti bahwa sekeras apapun mereka berusaha memisahkan, satu pelajaran yang dapat diambil. Bahwa, adakah sesuatu yang lebih mulia daripada niat yang tulus?
