Gadis berparas cantik itu bernama Assyla liviia putri biasa dipanggil Syla oleh teman temannya, Syla baru saja menduduki sekolah tingkat menengah atas yang cukup terkenal dikotanya yaitu SMA 1 ANGKASA.
Syla sangat beruntung bisa lolos seleksi dan diterima di SMA favorit itu karena banyak anak lain yang gagal dan harus daftar kesekolah lain. Hari hari syla berjalan seperti biasanya hanya diisi dengan kegiatan kegiatan yang Membosankan.
Namun ketika Syla memutuskan untuk mengikuti Ekstrakulikuler PASKIBRA ia merasa hidupnya lebih berwarna apalagi setelah bertemu dengan Anathasa.
"hai sylaa ma friend! Mau ke kantin ya? Ikut dong aku ga ada temen nih!" ajak ana dengan bersemangat.
"oh hai! Iya nih, kuy bareng!" jawab syla.
Syla dan ana berjalan melewati koridor yang sudah ramai karena bel istirahat telah berbunyi sejak lima menit yang lalu. Setibanya di kantin syla dan ana mencari tempat duduk yang menurutnya tidak terlalu ramai.
"An kamu mau pesan apa? Biar aku yang mesan?" Tanya syla pada ana yang sedang memainkan ponselnya.
"aku mau bakso sama teh manis aja," ucap ana sambil meletakan ponselnya diatas meja.
Syla menuju ke kedai bakso langganannya yang sangat terkenal, "pak, aku mau pesan 2 porsi bakso gak pedes ya"
"siap neng," ucap pak bambang dengan mengacungkan dua jempolnya.
Setelah menunggu beberapa menit pesannya datang, syla menerima nampannya dan langsung pergi menuju tempat duduknya, Syla membawa dua porsi mangkok ditangannya tanpa memperhatikan jalan tiba tiba syla menabrak seorang cowok yang ada didepannya.
"BRUUKKK"
kedua mangkok bakso yang dibawa syla tumpah mengenai baju sang cowok.
"eh maaf kak, aku gak sengaja, biar aku bersihin baju nya ya kak," ucap syla sambil berusaha membersihkan baju sang cowok dengan sapu tangan miliknya.
Namun belum juga Syla menyentuh baju cowok tersebut tiba-tiba pergerakan tangan syla terhenti karena sebuah tangan kokoh menahannya.
Mata tajam itu menatap lekat wajah syla dan kemudian cowok tersebut berlalu meninggalkan syla yang masih shock. Seseorang menghampiri Syla namanya Daniel ia adalah teman dari seseorang yang ditabrak Syla tadi.
"lo harus minta maaf sama dia," ucap Daniel pada syla yang masih terdiam.
"kan tadi aku udah bilang maaf sama dia kak," syla berusaha membela dirinya sendiri.
"tapi dia kayaknya marah banget sama lo," Daniel memperingati syla karena Daniel sendiri tau sifat sahabatnya itu, ia takut kalua syla menjadi terkena masalah.
"yaudah deh kak nanti aku minta maaf sama dia," pasrah syla pada akhirnya.
Syla menghampiri meja Ana dengan tangan kosong dan Ana menatap syla dengan heran, "kamu kenapa syl?" tanya Ana dengan nada khawatir.
"tadi aku nabrak kakak kelas dan kata temannya dia marah banget sama aku, gimana dong An aku takut banget," syla menceritakan kejadian tadi dengan mata yang berkaca kaca.
"udah jangan terlalu dipikirin nanti aku temenin kamu ketemu sama kakak itu deh," ucap ana beusaha menenangkan sabatnya itu.
"kamu janji ya soalnya aku gak berani kalo sendirian, terus juga aku tuh takut banget sama dia matanya itu kalo natap tajam banget kayak pengen bunuh orang gitu."
'tring tring tring'
Bel masuk telah berbunyi syla dan ana segera kembali ke kelas mereka masing-masing.
Syla memasuki kelas yang saat itu sangat berisik, syla menuju tempat duduknya dan bertanya pada Bela teman sebangkunya.
"Bel, bu Ayu gak masuk kelas?"
"iya bu ayu gak masuk katanya lagi ada acara hajatan gitu, tapi udah dikasih tugas kok," jawab bela seadanya.
"tugas nya dihalaman berapa?"
"halaman 123-125 catat dibuku tugas dan dikumpulkan setelah jam pelajaran udah selesai"
"kamu udah selesai ngerjain tugasnya?" Tanya syla penasaran.
"belum, nanti aku liat punya kamu aja ya," ucap bela sambil tersenyum lebar sehingga memperlihatkan deretan giginya.
"huh, pasti gitu deh" Syla mengambil buku tugasnya dan segera mengerjakannya.
'Tring tring tring'
Suara bel pulang sekolah berbunyi dengan sangat nyaring, dengan hitungan detik murid murid SMA 1 ANGKASA sudah berkeliaran untuk menuju gerbang sekolah dan pulang kerumah masing masing dan ada juga yang mampir untuk sekedar nongkrong.
Kini ana dan syla sudah mengenakan baju olahraga dan sudah melakukan sedikit pemanasan sebelum latihan inti.
"syl udah yuk kelapangan utama kayaknya udah mau mulai deh latihan nya," ajak ana pada syla yang sedang mengikat tali sepatu.
"yaudah yuk".
Benar saja latihan sudah dimulai, syla dan ana berlari menghampiri pelatih utnuk meminta maaf Karena sudah terlambat.
"kak kita minta maaf sudah telat," ujar syla kepada sang pelatih.
"kenapa kalian berdua datang terlambat?" tanya fathur kepada syla dan ana.
" tadi kami piket kelas dulu." Bohongnya agar tidak kena marah.
'Ya Allah maafin aku sudah berbohong' Batin Syla
"yasudah kalau begitu kalian keliling lapangan lima putaran setelah itu langsung masuk barisan masing masing," perintah sang pelatih.
"Siaaapp kak!" ujar mereka bersamaan.
Setelah berlari lima putaran mengelilingi lapangan, Syla dan Ana diizinkan oleh fathur untuk masuk ke barisan. Intruksi dari komandan dengan suara lantangnya menandakan latihan telah dimulai. Semua anggota dari barisan pun memusatkan fokusnya pada apa yang di intruksikan oleh sang komandan. Latihan berjalan dengan lancar, tak terasa dua jam telah berlalu. Semua anggota sudah kelelahan dengan keringat yang bercucuran di seluruh badan. Tak lama kak fathur pun memerintahkan seluruh anggota untuk beristirahat dan duduk di tepi lapangan, seperti yang biasa yang dilakukan pada latihan-latihan sebelumnya. Untuk mengakhiri latihan fathur memberikan beberapa koreksi pada beberapa anggota agar memperbaiki kesalahannya, dan beberapa informasi mengenai perlombaan yang akan mereka ikuti bulan depan.
"baik semuanya, mungkin latihanya sudah cukup untuk hari ini. Kepada anggota semuanya saya harap kalian bisa mempertahankan gerakan kalian dan semangat untuk latihan seterusnya!"
"siaaaapp kak!" ujar seluruh anggota dengan penuh semangat.
Akhirnya semua anggota bubar dari posisinya, meninggalkan lapangan yang kini menjadi sepi tanpa ada seseorang pun berada disana.
Syla dan ana berjalan melewati koridor untuk menuju ke parkiran Mereka berdua memang selalu berangkat dan pulang bersama dengan menggunakan sepeda motor milik syla. Kini waktu menunjukan pukul lima sore, koridor sangat sepi tanpa adanya lalu lalang siswa seperti biasanya. Saat tiba di parkiran syla melihat sosok kakak kelas yang sempat ia tabrak di kantin tadi siang bersama dengan kedua temannya.
"an an, itu kan kakak kelas yang aku tabrak siang tadi," bisik syla pada temannya.
"menurut ku lebih baik kamu meminta maaf sekarang saja syl," ujar ana memberi pendapat.
"tapi aku takut kakak kelas itu akan memarahiku," ucap syla dengan suara yang sedikit bergetar.
"ngga syla, dia ngga mungkin marahin kamu. Kan kamu punya niat baik untuk minta maaf ke dia" jawab ana meyakinkan.
***************
VOCÊ ESTÁ LENDO
Cause You (Slow Update)
Ficção AdolescenteKehidupan Syla berubah drastis ketika ia mengenal sosok alfian radiyana putra. Suka, duka, lika liku persahabatan mewarnai hari hari mereka berdua. Bagaimanakah kisah mereka berdua pada akhirnya?
