Prolog

90 14 6
                                        

Minato-ku, Tokyo
21.35

Malam ini merupakan malam yang beda dari biasanya. Mobil-mobil polisi terlihat dimana-mana. Suara sirine nya meramaikan distrik ini. Cahaya lampu menerangi sebuah museum di Minato-ku ini.

Suara router helikopter membisingkan telinga. Terdengar hentakan kaki dimana-mana. Teriakan bising disekitar Museum Minato membuat para polisi kewalahan.

Para fans yang menunggu idola yang dimana di mata polisi adalah sosok penjahat yang dicari-cari.

" Hey! Tim A jaga blok B! " Teriakan Inspektur Okada terdengar di earphone.

" Heli perhatikan semua sisi atap! " Sekali lagi terdengar.

" Jangan biarkan satu sudut pun terlewatkan!! " Dan lagi-lagi terdengar.

Ck,

Sakurai Shoko melepaskan earphone miliknya yang merupakan alat komunikasinya. " Okada-keibu berisik sekali, kan tidak perlu juga berteriak seperti itu " keluhnya sendiri.

" Yah... Tidak perlu seperti itu juga. Kau juga sudah terbiasa kan? Dan ini sudah sekian lamanya akhirnya dia akan muncul. Tentu saja Keibu sangat bersemangat " Mendengar suara yang tidak asing lagi Shoko berbalik dan melihat partner nya.

Ia berjalan mendekati Shoko, " dan aku yakin Sho-chan juga semangat kan? " Godanya.

" Mana ada! Aku kesal! Malam ini pasti aku akan membawanya ke penjara! " Tukas Shoko.

Partnernya hanya tertawa kecil melihat betapa semangatnya Shoko, ia tau alasan Shoko seperti itu. Hanya satu orang yang bisa membuatnya seantusias itu.

Shoko melirik kearah jam tangannya. " Tinggal satu menit lagi " gumamnya pelan.

" Kalau begitu, aku kembali ke posisiku ya " seru partner Shoko yang hanya dibalas anggukan olehnya.

Shoko berjaga tepat didepan permata yang diincar malam ini, Red Jewel.

Ia tidak tahu apa bagusnya permata itu, padahal hanya sekedar batu kecil berwarna merah. Apa bagusnya?

Tidak lama kemudian seketika lampu padam. Datang!
Dia datang!!

Shoko tidak bisa menahan senyumnya, ia sudah dalam posisi siap kapan saja. Dari sisi kirinya ia mendengar suara kaca jendela pecah, ia berusaha melindungi dirinya dari serpihan kaca yang terbang dan dengan gesit mengarahkan pistolnya kearah seseorang yang menyelinap masuk itu.

" Heh! Kau akhirnya datang juga! Kaito Mirakuru! " Seru Shoko dengan senyum arogannya.

Lelaki? Kaito Mirakuru yang disebut Shoko itu lelaki yang memakai jubah coklat gelap, topi biru tua dengan strip hijau, kemeja putih dengan dasi merahnya, jas hitam dan penyamaran simpel sekedar kacamata memantulkan cahaya bulan di lensanya.

Penyamaran yang mudah namun ingin sekali dibuka oleh Shoko, mengungkapkan identitasnya lalu menghadiahi borgol di tangannya.

Kaito Mirakuru yang berhasil mendarat mulus tanpa luka sedikitpun perlahan berdiri dan menatap sosok di hadapannya. " Ara, Keiji-chan terimakasih sudah menyambutku " ujarnya lalu membungkuk memberi hormat.

" Sama-sama, tapi aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan batu ini " balas Shoko.

Kaito Mirakuru sedikit kecewa mendengar itu, " kenapa? " Tanya nya.

" Karna malam ini aku akan menangkapmu! " Seru Shoko lalu mulai menyerang.

Kaito Mirakuru tersenyum dan dengan mudahnya mengelak serangan Shoko. Dengan gesit mengambil permata tersebut, Shoko tersentak dan berbalik melihat lelaki dihadapannya menyodongkan pistol miliknya.

" Sayang sekali~ Aku yang menang Keiji-chan~ " Shoko berdecih kesal menahan amarahnya.

Tidak lama lampu kembali menyala, dan alarm keamanan berbunyi. " Hmm, sepertinya sudah saatnya aku pergi " gumam Kaito Mirakuru namun terdengar jelas oleh Shoko.

" Ah! Tu— " Bom asap dilemparnya ketika mendengar pintu ruangan terbuka, membuat Shoko terbatuk-batuk.

Namun hal itu tidak membuat Shoko berhenti, sambil menutup hidungnya tidak membiarkan gas masuk lebih dari ini ia berlari keluar ruangan. Seolah mengetahui tujuan pencuri itu selanjutnya kemana.

Dan benar saja, sesampai di atap tempat yang ia perkirakan akan menjadi pelarian nya, Shoko melihat pencuri itu mengadahkan permata yang ia curi ke langit.

" Hmmm... Bukan ini " pencuri itu lalu melempar permata yang ia curi ke Shoko.

" Hey! Aku tidak mau memberikan ini pada Okada-keibu! Berikan sendiri " keluhnya.

Kaito Mirakuru pun berjalan menghampiri Shoko, " tidak bisa Keiji-chan, aku ada urusan sehabis ini " ujarnya.

" Kau pikir aku peduli apa? " Seru Shoko lalu menendang pencuri itu namun yang ada kakinya ditahan.

Shoko mencoba melepaskan diri namun sulit, " aku masih ingin bermain denganmu, tapi aku sudah tidak ada urusan lagi disini " ucapnya.

Belum sempat Shoko membalas lagi-lagi pencuri itu melemparkan bom asap. Huhhh! Seberapa suka sih Dia itu dengan bom asap!?

Seusai semua asap menghilang dan penglihatannya kembali normal ia tidak melihat apa-apa. Shoko tersentak ketika mendengar pintu tangga terbuka.

" Sho-chan! Daijoubu? " Lagi-lagi partner nya datang menghampiri nya.

Shoko mengangguk pelan lalu beranjak mengambil sesuatu yang terjatuh di lantai.

Malam ini sayang sekali permata ini bukan yang aku cari
Terlebih, itu adalah palsu
Keiji-chan kalau hal itu saja kau tidak sadar, maka bagaimana kau akan bisa menangkap ku?
                 -K.M

Shoko meremukkan secarik kertas itu dengan kesal lalu memberikan kertas itu dan batu permata pada partnernya.

" Jun-kun beritahu pada Okada-keibu untuk meminta surat izin penggeledahan pada Yamamori-sachou pemilik museum ini " serunya lalu berjalan pergi meninggalkan Matsumoto Jun terheran disana.

Dia...
Grrr..
Pasti akan kutangkap dengan tanganku ini!

Jun tersentak ketakutan ketika Shoko berteriak kesal tiba-tiba lalu membanting pintu.

" Uwah... Tak kusangka Sho-chan lagi-lagi stress karena pencuri itu " gumamnya pelan lalu menyusul Shoko dan melakukan apa yang diminta nya.


















~

Keiji-chan to KaitouStories to obsess over. Discover now