Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.

The Beginning of The Problem

389 17 9
                                        

Di siang bolong yang penuh tekanan di sekolah SMA Kusuma Wijaya. SMA paling elite dan paling favorit di Jakarta. SMA yang selalu mengeluarkan siswa siswi terdidik setiap tahun.

Disini semua siswa dan siswi beradu pikiran. Dimana semua siswa dan siswi tengah fokus menghadapi ulangan tengah semester. Yang memang tak lain kelas XII IPA1 yang penuh dengan siswa siswi ambisius untuk meraih puncak kemenangan. Dan disinilah permulaan permasalahan.

Tok! Tok! Tok! Semua pandangan tertuju di pintu yang perlahan terbuka dan menampakkan seorang pria berkepala botak dengan kumis tebal memasuk kelas

"Adnan Axcellio mari ikut, Bapak," ya, dia adalah Bagas Darmawangsa, guru Fisika sekaligus Wakil Kesiswaan yang paling terkenal killer di kalangan siswa siswi SMA Kusuma Wijaya.

Adnan Axcellio. Ya, dia adalah cowok paling populer di sekolahnya. Cowok berotak paling cerdas seangkatannya. Ia sudah berkali-kali memenangkan berbagai olimpiade dari tingkat kota sampai internasional. Cowok paling disayang para guru dan siswi.

Tak tanya itu saja. Ia juga dikaruniai paras menawan. Badan tinggi tegap, berkulit putih bersih, beralis tebal, bermata coklat, berhidung mancung, rahang ya tegas, dan mempunyai bibir merah alami. Siapapun yang melihatnya pasti akan terpukau akan kesempurnaan ciptaan Tuhan ini.

"Baik, pak," jawab Adnan lalu mengikuti langkah pak Bagas setelah izin pada pengawas ujian.

"Maaf pak, sebenarnya ada apa bapak panggil, saya? Apa masalah olimpiade kemarin pak? Bukannya setelah ujian juga bisa pak?" tanya Adnan

"Kamu akan tahu saat dijelaskan oleh bapak kepala sekolah di ruangannya, Adnan," jawab pak Bagas. Mendengar itu Adnan hanya mengangguk singkat

Tok tok! Semua yang ada di ruangan tertuju pada dua orang yang baru saja datang. Enam orang tengah menunggu kedatangan sang pemeran utama. Ya, yang tak lain adalah kedua orang tua Adnan dan Liana juga bu Alvi selaku guru BK dan juga pak Soedirman selaku Kepala Sekolah

"Mama, Papa? Ngapain kesini? Loh? Mama kenapa kok nangis?" Adnan menghampiri mamanya yang duduk sambil menangis

"Adnan kamu duduk di samping Liana," ujar pak Bagas, ia pun menurut lalu duduk di sebelah Liana.

Liana Regalian. Cewek yang terkenal  paling Bad Girl di sekolahnya. Cewek paling terkenal langganan BK. Cewek yang kerjaannya tidur di kelas. Dan dia adalah cewek yang paling terkenal akan segala pelanggaran-pelanggaran di sekolah.

Meskipun ia terkenal Bad Girl. Ia mempunyai paras bak dewi Yunani.  Kulitnya putih bersih seperti susu. Alisnya yang tabal, manik mata berwarna hazel, hidung mancung, bibir ranumnya yang tebal, rambut berwarna coklat terang. Serta body goalsnya yang menambah nilai plus dimata pria manapun.

"Jadi, begini, kami memanggil kamu dan orang tua kamu karena Liana mengaku hamil atas perbuatan kamu. Jadi, kami pihak sekolah dengan berat hati mengeluarkan kamu dari sekolah ini," terang Pak Soedirman, Kepala Sekolah SMA Kusuma Wijaya

Jedder!!

Bagai petir menyambar Adnan, itulah yang dirasakannya. Bagaimana bisa ia menghamili anak orang? Ia bahkan tidak mengenal wanita yang duduk di sebelahnya ini? Bagaimana bisa ia mempertanggung jawabkan atas perbuatan orang lain? Lantas bagaimana masa depanku kelak? Lantas bagaimana perasaan kecewa orang tuaku?

Adnan menatap mamanya yang menangis sesenggukan di pelukan papanya. Menatap ayah Liana yang juga memeluk istrinya karena menagis. Ia menatap cewek yang disebelahnya. Menatap intens matanya mencari penjelasan atas kejadian ini. Namun dengan teganya ia hanya menggidikkan bahunya acuh.

"Maaf, pak. Tapi ini bukan perbuatan saya. Saya tidak pernah menodainya bahkan sekedar kenal saja tidak!" jawab Adnan tegas

"Adnan! Aku hamil anak kamu! Kamu mau anak ini lahir tanpa seorang ayah?!" Liana berteriak sambil menunjuk wajah Adnan

My Future is My Bad GirlHistórias para pegar e não largar. Descubra agora