"Guniar" Benar, sekarang Samella sudah menjadi histori lama, bisa di pastikan tak satu pun penduduk yg tidak tau awal mula kepemilikan daratan luas ini, bahkan kerajaan guniar tetap menjalankan metode pemerintahan tetap seperti awal mula Samella terbentuk.
Di pasar yang padat akan manusia, nampak seorang laki laki berjubah hitam terlihat gusar-
"Yang mulia sepertinya ada yang mengikuti kita"
"Oh? Siapa yang berani?"
Sahut satu lagi laki laki dengan jubah merah
dilihat lihat lagi ,dari dua orang laki laki tersebut salah satunya nampak memiliki peran yang lebih tinggi
"Lihat dan tanya"
Laki laki berjubah merah tersebut memberikan perintah
Tak lama kemudian laki laki tadi kembali
"Yang Mulia, ternyata seseorang yang ingin bertranksaksi dengan kita"
Tukasnya
"Bertranksaksi?"
"Benar Yang Mulia"
Dengan nada agak meng geram laki laki dengan jubah merah bertanya
"Di tempat yang ramai ini?
Siapa yang mampu mengenali ku hingga mengikuti sampai sini?'
"Ah..Yang Mulia benar"
Jawab si laki laki bejubah hitam
"Dengan artian lain,jika mampu mengenali Yang Mulia bahkan sampai mengikuti Yang Mulia, berarti dia orang yang sangat tidak biasa"
Tambahnya lagi
"Tanya, apa yang ia inginkan"
Perintah si jubah merah
Laki laki tersebut pergi dan tak lama kembali lagi
"Dia tidak menjawab yang mulia"
Mendengar itu, si Laki laki dengan jubah merah masuk ke sebuah Tea House, sebuah tempat mirip cafee hanya saja sajian nya bukan kopi pada umumnya melainkah teh
Tak lama setelah itu Si jubah hitam masuk ke sebuah room tea house yang sudah di pesan oleh tuan nya tadi, ia masuk di ikuti oleh seeorang gadis.
"Silahkan Nona"
Ucap Si jubah Hitam mempersilahkan pelanggan itu duduk berhadapan dengan Dhyror nama laki laki ber jubah merah yang raut wajah nya nampak ketus tersebut.
"Siapa nama pelanggan kita kali ini Ardian? "
Tanya Dhyror pada bawahan nya yang tak lain dan tak bukan adalah laki laki yang dari tadi kita sebut sebut 'si jubah hitam'
"Nona? Silahkan perkenalkan diri di sertai dengan apa yang nona inginkan"
Pinta Ardian pada gadis bertopeng tersebut
"Ntahlah ya, aku merasa terlalu sulit menyebutkan siapa aku dan apa yang aku inginkan di tempat umum seperti ini"
Jawab gadis bertopeng itu
" Room ini sudah ku pesan khusus untuk nona, dan Aku sangat berhati hati terhadap orang lain.
nona manis,jika kau mencurigakan, aku bahkan tak segan memutus urat leher mu sekarang disini"
Ucap Dhyror Sambil memainkan pedang merah milik nya dengan wajah datar
Gadis itu bangkit dan mengangkat sedikit wajahnya
"Dhyror, ah tidak maksud ku, Ruu aku hanya ingin melihat mu, seperti gosip nya, kau lumayan juga.
aku akan segera mengunjungi mu dan memperkenalkan diriku secara resmi. pastikan kau menyambut ku dengan baik"
Dhyror membelak sedikit lalu dengan cepat ia menarik tangan gadis tersebut dan mencekik nya tidak erat
"Kau! aku sudah bilang bahwa aku ini laki laki yang berhati hati-"
Belum selesai Dhyror bicara, gadis itu memotong kalimat Dhyror
"Maka dari itu kau begundal sialan, lepaskan aku atau kau tak ingin status kebangsawanan ya rupanya? "
Ardian menepuk pundak tuan nya
"Yang Mulia, sepertinya nona ini punya sesuatu sampai berani berbuat seperti ini pada kita"
"Maka dari itu aku akan membuat kepalanya menggelinding disini"
"Tidak yang mulia! mungkin saja dia bisa kita manfaat kan, bisa saja kan? Lagi pula walaupun dia kita biarkan pergi saat ini,kapan pun kita bisa membunuhnya"
Tukas Ardian sambil menunjuk nunjuk hidung nya
Dhyror nampak berfikir sebentar , ia kemudian melepaskan tangannya yang penuh mencekik leher kecil dan putih itu
"Uhuk uhuk! "
Cannesis memegangi leher nya yang agak nyeri
Dhyror menyentuh leher gadis itu dan sedikit menggores nya dengan kuku kuku nya yang tajam
"Argh benar benar begundal sialan"
Ringis gadis itu
"Lain kali, aku akan menggambar di leher mu dengan pisau dapur"
Cannesis tersenyum di balik topeng nya
"Aku akan menunggu nya Ruu"
Ia melepaskan tangan Dhyror yang memegang leher nya
Dan berjalan pergi meninggalkan room Tea House tersebut
Dhyror mengamati langkah gadis bertopeng itu
"Gaya berjalan khas wanita bangsawan"ucap Dhyror pelan
YOU ARE READING
DHYROR
Short Story-June 995Masehi- Sebuah kerajaan dibangun diatas daratan yang bernama "Samella" oleh King Hall Samellous Kerajaan megah itu mulai di kenal banyak oleh negeri negeri tetangga. pada saat 1098Masehi Samella menjadi negeri yang terkenal akan keindahan...
