Prolog

48 3 0
                                        

Aku kembali bermimpi tentang mu semalam;

Seolah memulai kembali dari awal perkenalan

"Halo, nama kamu siapa?"
"Boleh aku duduk disini?"
Jelas itu yang kau ucapkan dengan suara mu yang berat,dewasa,dan lantang.

Kuingat jelas, tidak pernah kutemukan
Senyum setulus senyumanmu,
tatapan sedalam matamu,
dan genggaman sehangat jemarimu.

Luka, kecewa, dan pahit seolah terhapuskan.
Hati yang kini rapuh kembali utuh dan menyatu.

Rasanya seperti kembali ke masa lalu,
Masa sebelum kau akhirnya goreskan luka dalam berupa pengkhianatan dengan sengaja di arteri terdalamku.

Singkat cerita kita akhirnya bersatu,
Tanpa kau lakukan kesalahan yang ada,
Kita pun memilih untuk menua bersama.

Tidak pernah aku sebahagia itu sebelumnya.

Lalu tiba-tiba aku pun terbangun.

oh sudah pagi.

-ianhugen-

- -
Aku terbangun, sambil menahan sesak di dada, ku lihat sekarang pukul 01.30 pagi. Sudah berapa jam aku seperti ini, di depan laptop untuk menyelesaikan tulisanku. Ah, seharusnya aku fokus mengingat deadline novel kali ini tinggal 3 hari lagi. Tapi fikiran ku penuh tentang mu, tentang seseorang yang beberapa tahun yang lalu mengisi hari-hari ku. Ku ingat jelas pertemuan itu.

Please StayWhere stories live. Discover now