1

535 22 2
                                        

8 tahun yang lalu~

"ka Al, Asya boleh ngomong sesuatu gk?"tanya Asya kecil kepada seorang anak laki-laki disampingnya

" ya bolehlah, Asya mau ngomong apa hm? "anak laki - laki 8 tahun itu menatap Asya gadis satu tahun lebih muda darinya dengan pandangan penasaran

" ka Al janjikan bakal terus disamping Asya kan?Asya gak mau jauh dari ka Al" Asya menatap anak laki-laki yang dipanggil Al itu dengan pandangan memohon

Al  tersenyum sambil mengusap pucuk kepala Asya dengan lembut"ka Al akan selalu disamping Asya ko sampai kapanpun, sampai kita besar nanti"

Seketika mata Asya berbinar bahagia"janji? Tapi kalau nanti kita udah besar terus kalo ka Al udah punya pacar dan kalo ka Al udah menikah Asya sama siapa? "
Al terkikik geli mendengar perkataan Asya" ka Al akan terus disamping dan menemani Asya walaupun udah punya pacar atau menikah karena ka Al hanya akan pacaran dan akan menikah sama kamu"

"ih ka Al ngomongnya kayak yang udah besar" rajuk Asya
Al kembali tertawa "lah kamu sendiri yang duluan ngomong tentang pacar dan menikah ka Al cuma ngikutin kamu aj" Al mencubit hidung Asya pelan

"aws.. Sakit ka, tapi kata Bunda  ka Al itu udah kayak orang yang udah besar apalagi cara ka Al ngomong kata bunda ka Al itu emm...." Asya berfikir sejenak mengingat perkataan bunda nya tentang ka Al-nya itu"nah iya kata bunda ka Al itu udah berfikir dewasa walaupun ka Al masih kecil dan kata bunda ka Al itu bijak. Tapi Asya gak tau apa itu bijak" sambung Asya

"bijak itu--" perkataan Al teropong oleh panggilan bunda Asya yang memanggil mereka

"Alaric, Asya cepet pulang ini udah sore" terlihat bunda Asya tengah menunggu mereka di bawah rumah pohon yang mereka tempati saat ini
"sya kita pulang yu" Asya menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari ajakan Alaric

Asya dan Alaric menuruni tangga rumah pohon mereka dan langsung pulang bersama bunda Asya
Asya pulang dengan hati yang gembira satu hari ini dia menghabiskan jam bermainnya dengan little heronya Alaric sementara Alaric pulang dengan suasana hati yang sebaliknya Al sedih karena ini hari terakhirnya bermain dengan little princesnya Asya karena besok, lusa, dan seterusnya ia harus pergi dari negara kelahirannya ini mengikuti orangtuanya untuk berbisnis. Ia belum bisa bemberi tahu Asya karena ia tidak mau melihat little princesnya sedih tapi orangtua Asya sudah tahu karena orangtuanya sendiri yang ngasih tahu mereka Alaric usahakan besok ia akan memberi penjelasannya kepada Asya sebelum ia berangkat ke bandara

~A&A~

Tok... Tok...tok...

"Asya bangun ini udah siang sya, kamu gak lupakan kalo hari ini kamu pindah sekolah"

Asya mengerjapkan matanya mendengar teriakan dan ketukan dari pintu kamarnya setelah sadar sepenuhnya Asya berjalan ke arah pintu dan membukanya"hooamm.. Iya ka Asya gak lupa tumben ka Bevan pagi-pagi kesini"

"kakak kan sekarang satu sekolah sama kamu eh ralat kamu sekarang yang satu sekolah sama kakak" Bevan menggelengkan kepalanya melihat mata gadisnya yang masih merem melek menahan ngantuk"udah gih sana cepet mandi waktu kita hanya ada 20 menit, kamu jangan lama-lama kakak kasih waktu 10 menit untuk kamu mandi dan bersiap siap "setelah mengucapkan itu Bevan langsung pergi dari hadapan Asya

Asya langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan kemudian bersiap siap setelah semuanya selesai Asya langsung keluar dari kamarnya

" pagi bun"sapa Asya saat melihat cuma ada Bundanya saja diruang makan" Papah sama ka Bevan kemana bun? "sambungnya

" Papah udah berangkat ke kantor kalo Bevan dia diluar  tuh kasian nunggu kamu dari pagi" Alya memberikan dua kotak bekal kepada Asya "nih kamu sarapan Di mobil aja ya udah siang nanti kalo kamu telat gimana baru aja masuk sebagai siswi baru masa udah telat, gapapa ya sayang kamu sarapannya Di mobil aja kasian tuh Bevan udah nungguin dari tadi"

"Iya gapapa ko bun, Asya berangkat ya" setelah berpamitan dan mencium punggung tangan Bundanya Asya langsung keluar untuk menemui Bevan

"Kak ayo berangkat maaf nunggu lama ya" Bevan tersentak kaget mendengar suara Asya "Asya kamu ngagetin kakak aja" katanya sambil beranjak dari duduknya

Asya hanya menunjukkan cengirannya "kakak udah berpamitan sama bunda kan ayo kita berangkat" Asya menarik tangan Bevan menuju mobil yang telah terparkir Di halaman rumahnya dengan rapi kemudian mereka masuk

"Kakak udah sarapan?" tanya Asya sambil membuka salah satu kotak bekalnya yang isinya dua buah sandwich

"udah ko kamu makan yang banyak ya" jawab Bevan sambil menyalakan mesin mobilnya

Tak lama kemudian mobil Bevan meninggalkan halaman rumah Asya, Bevan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang karena ia tidak mau Asya nya kenapa kenapa.



TBC.

HAIII GIMANA CERITA SERU GAK? SEMOGA KALIAN SUKA YAA💕

INI ASLI KARANGAN LETAA YUPPZZZZ BUKAN COPAS

OKE PART 1 MUNGKIN SEGITU AJA YA SOALNYA LETA KEHABISAN IDE😅

Sab, 23 Nov 2019

Letasya.d.wnt

Alaric & AsyaStories to obsess over. Discover now