Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Prolog

37 9 9
                                        

Sinar mentari pagi telah menyinari ruangan yang gelap dan berantaka n itu, suara dari alarm hp Olivia telah bergema di telinganya, yang membuat gadis itu seketika terbangun dari tidur lelapnya. Olivia membuka jendela kamarnya, angin sejuk di pagi hari menerbangkan beberapa helai rambutnya yang terurai.

Olivia telah bersiap untuk pergi ke sekolahnya, ia mengambil kunci mobilnya lalu berpamitan dengan mama dan papanya yang sedang menikmati sarapan mereka.

****

Kring.... Kring......

Bel sekolah telah berdering, seluruh siswa CLOVER HIGH SCHOOL, telah memasuki kelas mereka masing masing.

Olivia tengah memasang earphone nya dan mendengarkan musik di tengah kebisingan di dalam kelasnya itu, namun di tengah keasyikannya yang menikmati alunan musik indah yang menenangkan hatinya, terdengar suara lucy yang cempreng di telinganya.

"Oliv!!" Teriak Lucy dengan suara khas nya.

"Huh, apaan sih?!"

"Hehe, sorry ya... Catatan sejarah lo udah selesai?"

"Hmm, udah dong, gue gituloh murid yang paling rajin nyatet"

"Songong amet lu liv, liet dong, jam free nya bu Sarah udah mau habis nih, bentar lagi jam nya sejarah"

"Ambil aja tuh buku gue di tas"

"Makasih ya, lo emang temen gue yang paling pengertian, wkwkwkwk" candaan temannya itu hanya di balas Olivia dengan senyumannya yang manis.

Setelah Lucy kembali ke bangkunya, sosok pria tampan menghampiri meja Olivia.

"Eh Liv, kamu lagi dengerin apa?" tanya Eza yang melepas salah satu earphone Oliv dan memasangkannya di telinga kanannya.

Oliv dan Eza udah deket sejak dari SMP dan untungnya mereka satu sekolah, satu kelas pula.

"Eh kamu apaan sih, jangan ganggu dulu deh, gue lagi pengen ketenangan" sambil mendorong Eza yang tengah duduk di sampingnya.

"Gak asik lo liv" sambil mengacak acak rambut oliv yang terurai dengan indahnya. Olivia hanya menatap Eza dengan tajam lalu menghiraukannya. Entah apa yang terjadi pada Olive, sepertinya mood nya sedang tidak baik, karena biasanya sih Olive yang selalu gangguin Eza.

Eza dan Oliv emang deket tapi mereka punya komitmen dikarenakan janji yang telah Olive buat sejak dulu untuk dirinya sendiri bahwa dia gak bakal pacaran sampai kapanpun.

****

Tanpa di sadari bell pergantian jam telah berbunyi, suara dari langkah kaki pak Rahman mulai terdengar, seketika suasana kelas X IPA 3 yang bising itu menjadi sunyi . Olivia yang tengah mendengarkan musik langsung melepas earphonenya.

Selama dua jam lamanya pelajaran sejarah berlangsung, penyakit ngantuk yang tengah melanda kelas itu, menghilang saat bunyi bell istirahat berbunyi.

Olivia bangkit dari bangkunya dan menghampiri Lucy yang duduk di bangku terdepan, mereka bersama pergi ke kantin sekolah yang letaknya tidak jauh dari kelasnya. Mereka berdua duduk di sebuah meja yang telah terisi oleh Edo, Evi, Arlan, dan Riska. Mereka ber enam udah sahabatan sejak SMP dan smuanya di pertemukan kembali saat SMA.

"Kalian mau makan apa?, gue yang traktir deh" ujar Evi yang membangkitkan selera makan teman temannya itu.

"Eh tumben aja lo traktir kita, kesambet apaan lu siang bolong gini?" balas Edo.

BROKENStories to obsess over. Discover now