1

60 3 0
                                        

Pandanganku tak pernah lepas dari sesuatu yang ada di atas dahan pohon. Yaitu seekor anak kucing berwarna putih keseluruhan terkecuali ekornya yang berwarna hitam.

Beralih memandang poster yang kubawa. Aku memperhatikan dengan teliti gambar seekor anak kucing yang tertera.

Ciri-ciri kucing itu sangat mirip dengan yang ada pada poster pencarian hewan hilang ini.

Tidak salah lagi. Itu kucing yang sedang kucari beberapa hari ini.

Melipat dengan asal lembaran poster yang beberapa saat telah menjadi petunjukku dalam mencari hewan itu--

"Pus pus."

--yang sekarang ada tepat di depan mataku. Meringkuk diatas dahan pohon.

Aku mencoba memanggilnya dengan panggilan yang biasa digunakan untuk memanggil kucing. Namun kucing itu hanya mengeluarkan ngeongan kecil sebagai respon dan tak berpindah sedikitpun dari tempatnya.

Apakah dia tidak bisa turun?

Dahan pohon tempatnya berada memiliki ketinggian sekitar tiga meter lebih.

Tidak begitu tinggi bagiku tetapi sepertinya tidak bagi kucing kecil itu. Itu sangat tinggi baginya.

"Tunggu di sana kucing kecil."

Aku mengambil beberapa langkah mundur untuk membuat jarak.

Lalu aku berlari yang kemudian dengan satu tumpuan kuat kumelompat setinggi mungkin untuk menggapai dahan pohon.

Berhasil!

Kedua tanganku berhasil menggapai dahan pohon yang lebih tinggi keberadaannya dibandingkan dahan pohon dimana kucing kecil itu berada.

Aku lupa memperkirakan tenaga yang dikeluarkan saat melakukan lompatan.

Mamun ini lebih memudahkanku untuk menurunkan anak kucing yang kucari ini dari atas pohon.

"Anak baik."

Kucing kecil itu menggeliat di dalam gendonganku saat aku mengelus kepalanya. Sepertinya ia merasa nyaman dengan elusanku.

Aku terkekeh melihat tingkah kucing kecil ini.

Dan sepertinya itu membuatku diperhatikan oleh beberapa orang yang berlalu lalang di sekitarku.

Bagaimanapun juga ini adalah trotoar. Tempatnya para pejalan kaki lewat yang juga bersebelahan langsung dengan jalan raya.

Namun aku tak peduli dan terus membelai kepala kucing kecil dalam gendonganku ini.

Tiba-tiba aku merasakan pahaku digetarkan oleh sesuatu.

Salah satu tanganku merogoh masuk ke dalam saku celanaku dan mengambil sesuatu itu yang menggetarkan pahaku.

Itu ponsel jadul miliku. Itu bergetar dan mengeluarkan suara dering.

Ada panggilan masuk.

Aku memperhatikan siapa kontak yang menghubungiku. Kulihat nama 'Sasuke' dengan sebuah icon bentuk telepon di bawahnya tertera pada layar ponselku.

Segera aku menekan tombol untuk menerima panggilan tersebut dan menempelkan ponselku ke salah satu telingaku.

Sesaat aku mendengar suara dengung, sebelum digantikan oleh suara yang begitu familiar.

[Halo? Boruto? Kau ada di mana sekarang?]

"Di jalanan, mencari kucing yang hilang."

[Hahh... sudah sejak beberapa hari yang lalu, kau masih saja meladeni itu.]

WoohohohoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang